Wah!? Goyang Dangdut Erotis plus Seronok Digelar di Depan Masjid di Cipocok, Serang!


foto ilustrasi Kompas ini juga menarik ya...

Nah, kalau kali ini, saya menyoroti judul Kompas.com yang agak bombastis. Saya tidak akan berkomentar soal ulah seronoh biduan cantik atau goyang erotisnya lho… Judul beritanya seperti ini: “Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid”. Padahal, jika saya simak, memang faktanya ada pentas dangdut di depan masjid, namun hanya berlangsung beberapa lagu saja karena nurut ditegur sama polisi yang sedang bertugas. Sepertinya, judul ini hanya untuk memancing pembaca agar menyimak serius. Mau tahu beritanya, ini dia:

Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid

Kompas – Minggu, Juni 14, 2009

SERANG, KOMPAS.com – Acara dangdut yang diisi penampilan seronok penyanyi berlangsung depan sebuah masjid di Serang, Banten, nyaris dibubarkan namun karena pembubaran tidak mempunyai dasar hukum maka polisi hanya memberikan imbauan.

“Apa dasar hukumnya acara itu dibubarkan?” kata Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) Polres Serang, Edi Gultom disela acara pentas dangdut di Desa Lebak Gempol Kecamatan Cipocok, Kota Serang Minggu (13/6) dini hari.

Polisi mengaku tidak membubarkan acara dangdutan yang menampilkan biduan berpenampilan seronok di pesta pernikahan anak seorang Ketua RW di Desa Lebak Gempol karena tidak ada peraturan daerah yang melarang pentas dangdut depan Masjid. “Kami bertindak selalu berpedoman pada hukum yang berlaku. Kalau kami dibubarkan dan pemilik hajat protes lalu menuntut kami, kami harus jawab apa?” tanyanya.

Kasat Intel Polres Serang mengungkapkan, penyelenggara hajat sudah mengantongi izin mengadakan pentas dangdut dari aparat kepolisian Polsek Cipocok, dan meski di depan masjid tidak ada satupun warga berkeberatan dengan acara itu. “Kalau Pemerintah Kota Serang sudah punya perdanya, kami akan menertibkan, jangan undang-undang lah, perda aja dulu,” kata Edi.

Dari pantauan ANTARA, pentas dangdut itu tepat diselenggarakan depan Mesjid Desa Lebak Gempol, sebelum aparat kepolisian menegur penyanyi agar sopan berpenampilan, termasuk dalam berpakaian.

Para biduan dangdut tersebut mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan dengan memakai celana panjang dan tarian mereka pun tidak sensual lagi. “Maaf para penonton, saya goyangannya sedikit saja, tadi tidak boleh bergoyang panas panas,” kata seorang biduan dari atas panggung kepada para penonton yang umumnya anak-anak dan remaja.

Namun setelah polisi dan Satpol PP meninggalkan pesta itu, para biduan itu memakai lagi pakaian yang memamerkan auratnya, sementara anak-anak yang semula menjauhi panggung kembali merapat ke panggung berukuran 6X8 meter itu.

About these ads

3 responses to this post.

  1. Posted by eka on 19 Juni 2009 at 04:44

    astagfirullahaladziiim,,
    jaman memang makin edan bang!!

    Balas

  2. Posted by ramses on 29 September 2009 at 08:07

    kalo hiburan nya mah ga bisa disalahin,ya mungkin mereka cari makanya dg cara seperti itu mungkin,atau bs dari masyarakat situ sendiri kalo ga sexy atau seronok ga ada yg mau nyawer,jadi ga ada yg bisa disalahin.ok

    Balas

  3. Posted by samsul on 3 November 2009 at 13:44

    bubarin za yang kaya gitu mah….dah ga da bener2nya

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 17.884 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: