“Kebencian”


“wajah senyummu itu terselip dalam resleting dompetku. kini telah kutanam bersama kebencianku padamu. di dekat septitank WeCe-ku. ku harap bau busuk itu bercampur dan larut bersama bayang-bayangmu. biar bau busuk itu saja yang bisa kuingat selalu. huh!”. (Misbah; Kontrakan Pamungkas, ketika hati sedang merasa ‘benci’ dan ‘tak bersahabat’, 11 Mei 2008).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: