Beberapa Jalan di Yogyakarta Makin Padat: Strategi Parkir Berbagai Tempat Usaha Makin Menambah Semrawut


Makin hari, makin lama, saya melihat di Yogyakarta ini jalanannya mulai padat merayap. Bila tidak diantisipasi oleh pemerintah daerah, saya yakin, dalam 5 tahun mendatang, Jogja akan seperti Jakarta. Beberapa ruas jalan seperti Jalan Solo atau Laksda Adisucipto, Panglima Sudirman, Jalan Malioboro, Jalan Kaliurang dan Jalan Gejayan, semuanya padat, apalagi pada jam-jam pagi antara jam 06.30 sampai jam 08.00 dan sore hari antara jam 16.00 hingga 19.00 WIB.

Saya melihat, selain disebabkan oleh pengguna jalan yang makin banyak, hal ini juga dikarenakan pengaturan pembangunan kawasan pinggir jalan raya yang dilakukan oleh pemerintah tidak bagus. Saya ambil contoh, di Jalan Kaliurang terutama di perempatan Kentungan (Km. 6) menuju Wisata Kaliurang, pembangunan berbagai swalayan besar, swalayan kecil, rumah makan, apotek, dan usaha-usaha lain bertebaran tanpa memikirkan tempat parkir masing-masing. Asal sudah membangun usaha, urusan parkir dibuat gampang. Karena pengunjung tidak di fasilitasi dengan area parkir yang memadai, maka tukang parkir dan pengunjung pun seenaknya mengambil sebagian badan jalan raya, bahkan trotoar yang sedianya disediakan untuk pejalan kaki pun diembat untuk tempat parkir.

Merebaknya warung-warung kecil dan lesehan juga sepertinya menjadi penyebab kemacetan ini kian parah. Saya melihat hal ini lebih banyak dipengaruhi kebijakan pemberian ijin pemerintah kepada pemilik usaha tersebut tanpa memikirkan studi kelayakan yang obyektif. Jangan sampai hanya karena berharap pajak yang lumayan besar masuk ke daerah tapi tanpa memikirkan hal-hal di atas, Yogyakarta menjadi kian amburadul tak terurus. Ingat, semrawutnya jalan raya bisa mengakibatkan tingkat stress masyarakat tinggi, kecelakaan lalu lintas juga meningkat, dan akhirnya citra Yogyakarta sebagai kota pelajar pun akan pudar.

Dan, bagi pemilik dan pengelola usaha yang tak mengindahkan kenyamanan konsumen dengan memberikan tempat parkir yang kondusif, saya yakin sebentar lagi Anda pasti akan ditinggalkan oleh konsumen Anda. Bila ada tempat yang lebih nyaman, konsumen pasti akan beralih ke yang lain, yang lebih perhatian akan lingkungannya.

Anda punya pendapat lain? (Misbah)

One response to this post.

  1. Posted by handy on 3 November 2009 at 07:34

    bener sekali mas, sepertinya parkir blom di tangani dengan baik oleh pemda jogjakarta, dan juga belom ada keseragaman harga parkir, walupun di dalam karrcis parkir tertera angka 500 rupiah tapi pada kenyataanya para juru parkir minta seribu rupiah…..bayangkan aja kalo dalam sehari kita harus pergi ke beberapa toko,berapa puluh ribu yg harus terbuang hanya untuk parkir, semoga ini bisa di jadikan wacan untuk pemerintah daerah khususnya jogjakarta

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: