Change Management: Mafia dan Calo Jual Beli Kursi Calon Mahasiswa UGM, Akankah Terus Berlanjut? (1)


Jum’at, 25 April 2008, saya punya jadwal presentasi kelompok untuk matakuliah “Pengelolaan, Pengembangan, dan Perubahan Organisasi” yang diampu Ibu Dra. Reni Rosari, MBA. Karena faktor waktu yang mepet, sekitar kurang dari seminggu, kami harus mendapatkan tema presentasi yang tepat dengan matakuliah kita, maka kelompok kami (Saya, Adi Irawan, Iskandar Dedy Utomo, dan Dean Beny P) bersetuju untuk mengangkat tema “Kebocoran dan Kecurangan Jual Beli Kursi Calon Mahasiswa UGM”.

Alasan kami tak muluk. Tema itu punya nilai proximity atau kedekatan yang bagus untuk kelas kami. Semua teman-teman sekelas pasti tertarik membahas itu, dan berharap ada manfaat berupa masukan perbaikan kepada UGM. Itu saja.

Tiga hari sebelum maju presentasi, kami pun mencoba mengerjakan slide presentasi kami sambil nongkrong di Taman Wisata Kuliner di Condongcatur. Dari habis magrib, sampai jam 22.00 WIB kami baru mangkat dari tempat duduk kami, itupun karena perut sudah penuh dan kantuk menggelayut di mata kami.

Eh, rupanya benar prediksi tim kami. Teman-teman di kelas sangat antusias. Kami berdebat dan berdiskusi sengit. Tak jarang, Ibu Reni juga kadang-kadang menghujani kami dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak mudah kami jawab. Tapi untung, teman-teman di kelas selalu membantu kami untuk selalu memecahkan masalah-masalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing.

Akhirnya, kami pun mempunyai beberapa poin kesepakatan terkait tema yang kami angkat. Berikut adalah petikan yang dapat kami simpulkan atas diskusi sore hari itu. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca. Perguruan tinggi manapun, yang menyatakan dirinya bagus dan punya daya jual yang lebih dibandingkan perguruan tinggi lain, pasti peluang kecurangan ini akan terjadi pula di situ. Tak hanya negeri, swasta pun sudah banyak terdengar dan terbukti ada mafia semacam ini.

Fakta

– 28% peserta UM UGM ditawari calo (Hasil survei BEM UGM, April 2008)
– Anak Hakim Konstitusi Mahfud MD juga ditawari calo (lihat berbagai pemberitaan media)
– Ketimpangan rasio ketersediaan kursi dengan pendaftar cukup tinggi; 4.000 banding 34.000.
– Untuk antisipasi percaloan ini, pihak UGM juga telah bekerjasama dengan pihak Kepolisian Polda DIY
– Usaha perbaikan sistem penerimaan mahasiswa di UGM juga terus diperbaiki
– Mafia ini tidak hanya dinikmati oleh para calon siswa yang goblok, tidak pede, tapi punya duit. Metode masuk UGM macam ini juga sangat diminati oleh calon siswa yang orang tuanya berduit. Tipe orang tua seperti ini, biasanya orang yang tidak suka repot-repot. Asal bisa pakai uang, berapapun jumlahnya, lebih baik mereka bayar saja. Toh, itu juga demi sang anak tercinta, walaupun si anak pun kecerdasannya di atas rata-rata dan mendapat peringkat terbaik di SLTA-nya.

Modus operandi

Mungkin beberapa modus berikut ini masih perlu mendapatkan uji kevalidan dan penelitian yang cukup, karena modus berikut masih berdasar pada pengalaman masing-masing teman di kelas saya. Berikut bentuk modusnya:

Calo jalanan. Para calo menawarkan langsung jasa bahwa mereka bisa memasukkan calon mahasiswa. Uang untuk mengganti jasa tersebut dibandrol sekitar 50 hingga 100 juta rupiah per orang. Biasanya para calo jalanan ini beroperasinya ketika proses pendaftaran Ujian Masuk (UM) dan UMPTN berlangsung, bahkan selepas para peserta UM dan UMPTN baru saja keluar ruang ujian rampung mengerjakan soal-soal di kelas. Pada modus ini, korban diiming-imingi, kalau tidak masuk tidak usah membayar.

– Calo jual kepintaran. Modus ini terlihat lebih parlente dan kebal hukum bila tertangkap. Para sindikat biasanya menawarkan kepada calon mahasiswa jaminan masuk melalui metode karantina dan pendampingan ujian. Jadi, sindikat mempunyai tim ahli khusus pada tiap bidang atau fakultas yang diminati korban. Bila calon siswa ingin masuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis, maka yang akan mendampingi tes nanti adalah yang ekspert bidang ekonomika dan bisnis. Bila konsumen ingin ke Kedokteran, yang mendampingi juga lihai soal-soal persyaratan masuk kedokteran. Calon mahasiswa dan tim pendamping ini biasanya mendaftar pada saat bersamaan agar nomor urut dan tempat ujian berdekatan. Setelah tempat berdekatan, mereka akan mudah melakukan komunikasi dengan berbagai kode yang telah disepakati. Pembelajaran beragam kode dilakukan ketika masa karantina tadi. Calon mahasiswa dikenai biaya sekitar 3 hingga 10 juta untuk menanggung kebutuhan masa karantina ini. Tapi, untuk menjaga profesionalitas mereka, uang yang telah disepakati diawal, yang biasanya sebesar antara 80 sampai 250 juta tergantung fakultasnya. Uang ini akan dibayar bila calon mahasiswa tadi resmi dinyatakan diterima oleh UGM sesuai fakultas atau jurusan yang diinginkan.

– Calo jasa orang dalam. Modus ini lebih elegan dan lebih menjanjikan bagi calon mahasiswa. Tingkat kepastian untuk diterima sangat tinggi. Tapi, uang dipatok juga tak tanggung-tanggung, biasanya lebih tinggi dibandingkan modus yang lainnya. Alasannya, taruhannya adalah jabatan atau pekerjaan ’si orang dalam’ tersebut. Entah sekedar rumor atau gosip belaka, ’orang dalam’ ini biasanya memanfaatkan dan menjual jatah bagi keluarganya. Jatah itu seharusnya untuk anaknya sendiri tapi ”dijual” ke orang lain. Yah, itung-itung buat nambah uang kocek. ”Gaji dosen atau karyawan paling berapa sih dibandingkan dengan uang ratusan juta dengan tanpa keringat dan repot-repot ngoceh di kelas”. Modus ini juga dapat dilakukan oleh dosen atau karyawan dengan cara mereka mencuri soal. Ada yang dengan memungut kertas hasil penggandaan soal yang rusak. Ada yang memang menjual soal beserta jawabannya karena ikut dalam tim pembuat soal. Ada juga yang menyobek atau membuka secara diam-diam soal-soal yang telah disimpan rapi. Dan masih banyak model yang lainnya.

berlanjut ke artikel berikutnya … (misbah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: