Change Management: Mafia dan Calo Jual Beli Kursi Calon Mahasiswa UGM, Akankah Terus Berlanjut? (2)


melanjutkan artikel sebelumnya…

Evaluasi

Kejadian kecurangan yang tak semestinya dilakukan ini, jelas dapat dinilai tak ber-etika. Atau melanggar nilai-nilai etika: utilitarian rules, moral right rules, justice rules, dan care rules. Jelas, bahwa kejadian ini dimungkinkan dapat menurunkan kualitas UGM yang ingin go-internasional itu. Dengan rasio yang sangat besar itu, pastinya UGM berharap banyak agar yang diterima adalah mahasiswa yang berkualitas. Bila asal bisa bayar terus bisa duduk di kelas dan mentereng berjas almamater ‘abu-abu’, pastinya hak calon mahasiswa yang seharusnya layak masuk, menjadi hilang tergusur oleh mereka yang berduit tapi goblok. Tak hanya itu, moral bangsa juga pasti rusak. Untuk bisa kuliah saja sudah pakai suap-suapan begitu, gimana pas masa kerja nanti?

Oleh karena itu, menurut kami, UGM perlu berbenah diri. Sistem yang ada perlu dikaji ulang secara lebih detil dan mendalam. Peluang sistem yang bisa menjadi celah harus segera ditutup atau diantisipasi. Komitmen sivitas akademika harus makin ditingkatkan terus.

Tapi, ya, itu terserah UGM, bila ingin tetap seperti ini. Tak ada guna kami bicara.

Dibutuhkan Perubahan & Komitmen

– Organisasional. Kasus ini dapat dinilai dari sisi organisasional. Tepatnya pada sistem UM dan UMPTN. Proses dimulai dari penetapan tim, pembuatan soal, penggandaan soal, penyimpanan soal, pendistribusian soal di tempat tes, sampai penilaian hasil jawaban calon mahasiswa. Pada seluruh proses harus benar-benar dicari format yang tepat. Bila dirasa sudah tepat, tinggal bagaimana melakukannya dengan benar saja. Reward and punishment juga harus tegas diberlakukan di UGM. Siapa yang melanggar, harus di “hajar“. Termasuk, UGM juga perlu membuat tes masuk berbasis teknologi informasi. Calon mahasiswa bisa tes di tempat dan hasil tes bisa juga langsung dilihat di tempat.

– Personal sivitas akademika. Kata kunci bagi sivitas akademika agar hal ini tidak terulang kembali adalah komitmen. Seketat atau sebagus apapun sistem yang telah dilakukan oleh UGM, tak akan berfungsi apabila komitmen sivitas akademikanya memble. UGM perlu mencoba berbagai bentuk intervensi perubahan untuk hal ini.

Beberapa saran untuk intervensi

1. Technostructural Intervention. UGM atau perguruan tinggi lain perlu mencoba membuat sistem tes yang berbasis teknologi informasi. Sudah waktunya UGM merancang sistem kumpulan soal-soal untuk UM. Jadi, mahasiswa tes tak perlu lagi menggunakan kertas. Boros. Soal-soal harus disiapkan dengan sedemikian rupa. Contoh, bila soal matematika ada 10, maka soal pertama harus dibuat variasinya yang sejenis sebanyak-banyaknya. Seribu variasi soal bila perlu. Komputer secara otomatis akan mengacak soal-soal tersebut agar berbeda untuk tiap peserta tes. Komputer pula yang nantinya akan langsung memperlihatkan hasilnya, seketika setelah dia mengerjakan soal terakhir.

2. Strategic Intervention and Human Resources Management Intervention. Mindset calon mahasiswa dan orang tua siswa juga harus diubah. Masih banyak perguruan tinggi lain yang juga bagus. Tidak kuliah di UGM atau perguruan tinggi negeri pun tak masalah. Orang kuliah tergantung bagaimana kita mengelola kreatifitas dan kecerdasan kita. Orang kuliah hanya diajarkan bagaimana berpikir runtut dan sistematis. Saya fikir, tak hanya UGM atau PTN yang bisa melakukan hal ini. Jangan melulu PTN deh!

Bagaimana pendapat Anda? (Mishbahul Munir)

One response to this post.

  1. Posted by eka on 7 April 2009 at 16:28

    Assalamu alaikum…
    salam kenal… blog anda ramai yah!!!

    Misbah says: Eka, terimakasih. Salam kenal juga ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: