Etika Bisnis: Diskriminasi Pekerjaan Terhadap Wanita (2)


melanjutkan tulisan sebelumnya...

Dampak terjadinya diskriminasi kerja

Dampak dari adanya diskriminasi kerja pada wanita di antaranya adalah wanita menjadi tidak percaya diri dan percaya bahwa mereka memang sudah seharusnya bekerja di dapur atau hanya cukup mengurusi urusan rumah tangga saja. Dari diskriminasi ini juga menimbulkan adanya kesenjangan dalam hal upah, posisi jabatan dalam bekerja, dan jenjang karir. Bahkan dampak terparah mengakibatkan produktifitas kaum perempuan menurun cukup drastis.

Menurut artikel yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan, diskriminasi gender ini menyebabkan adanya marginalisasi terhadap perempuan, stereotype yang buruk, subordinasi terhadap wanita, beban berlebihan, dan kekerasan.

Tinjauan berdasarkan prinsip-prinsip etika

Pada prinsip utilitarian rule, diskriminasi dianggap melanggar etika bisnis karena terjadinya penempatan wanita di level pekerjaan yang rendah, kompensasi yang lebih rendah pula sehingga wanita lebih sedikit merasakan benefit dibanding kaum pria. Banyak juga wanita bekerja untuk menghidupi keluarga mereka, mengingat wanita memiliki beban ganda dibanding pria.

Pada prinsip moral rights. Diskriminasi pekerjaan terhadap wanita melanggar prinsip moral rights karena wanita juga mempunyai hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama halnya dengan pria. Prejudice menyebabkan kebanyakan wanita dengan agama tertentu tidak dapat menunjukkan aktualisasi dirinya dalam pekerjaan.

Prinsip justice rules. Ketidakadilan nampak dari sedikitnya jumlah wanita yang mampu menempati posisi struktural dalam perusahaan. Hal ini menunjukkan wanita belum dianggap mampu dan bisa bersaing layaknya pria. Dalam hal lowongan perekrutan karyawan baru di bidang tertentu (misalnya information technology), kebanyakan hanya mencari laki-laki, padahal wanita juga banyak yang menguasainya dengan lebih baik. Diskriminasi kerja pada wanita melanggar justice rule, juga karena kebanyakan wanita juga memperoleh kompensasi yang lebih rendah dari pria dengan alasan yang tidak berkaitan dengan kinerja.

Prinsip care rules. Ketidakpedulian nampak dari perlakuan perusahaan yang sangat kaku kepada wanita hamil dengan menerapkan cuti melahirkan selam 3 bulan dan harus dimulai 1,5 bulan sebelum sampai 1,5 bulan setelah melahirkan. Tidak semua perusahaan secara sukarela memberikan cuti haid pada wanita, walaupun telah ada UU yang telah mensyaratkan hak pekerja wanita untuk cuti haid 2 hari dalam sebulan.

Solusi

Agar dapat mengurangi adanya diskriminasi pekerjaan terhadap wanita ini, kelompok kami menawarkan beberapa solusi, di antaranya perusahaan dapat menerapkan program manajemen diversitas di tempat kerja. Perusahaan juga perlu membuat guidance atau standard operating procedure sebagai acuan bagi setiap pegawai. Perusahaan juga dapat memberlakukan sistem kompensasi berbasis kinerja (reward based performance).

Perusahaan juga bisa memberikan kesempatan yang lebih luas bagi wanita untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi untuk mengurangi kesenjangan antara gender. Perusahaan harus menyediakan lembaga atau organisasi hukum khusus pekerja wanita yang ingin memperjuangkan haknya di pengadilan. Perlu ada rekonstruksi ulang terhadap peraturan perundangan di Indonesia dan membuat equal rights yang dapat melindungi dan menjamin hak-hak wanita yang terdiskriminasi.

Setiap individu harus belajar untuk bekerjasama agar meningkatkan suasana kerja yang lebih nyaman dan berkesinambungan. Membicarakan atau melaporkan segala permasalahan dan tindakan diskriminasi pada pemimpin perusahaan atau pada serikat pekerja (whistle blower). Harus ada surat perjanjian kerja yang rinci dan jelas sebelum seorang pekerja wanita mulai melakukan pekerjaan di suatu institusi atau jabatan tertentu.

Ada komentar atau masukan lain? (mishbahul munir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: