Kebangkitan Nasional, Kebangkitan Harga-Harga, dan Kebangetan Nasional


Menarik untuk disimak apa yang ditulis oleh Harwanto Dahlan, dosen politik UGM, yang terbit di Kolom Analisis Harian Kedaulatan Rakyat, 19 Mei 2008 berjudul “Kebangetan Nasional“. Sebelum tulisan itu terbit, beliau juga sempat menyampaikan hal ini dalam Maiyah pengajian padhang bulan Cak Nun pada tanggal 17 Mei 2008. Harwanto menyoroti momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional dengan melihat bahwa pemerintah belum bisa membawa bangsa Indonesia mencapai tujuan negara yang diamanatkan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Alih-alih mencerdaskan kehidupan bangsa, masih menurut Ustad yang suka nglawak dalam ceramahnya itu, yang terjadi justru banyak perusahaan milik bangsa yang dijual dan dikuasai kepemilikannya oleh negara asing. Tak segan-segan, mereka pun mengeksploitasi habis-habisan kekayaan alam Indonesia. Indonesia pun tak dapat apapun dari hasil kerja mereka. Paling-paling cuman pajak yang sak-uprit yang mereka bayar. Kebangetan!

Saya setuju dengan statement ini. Kebangkitan nasional bukan lagi menjadi momentum yang indah untuk memupuk semangat juang dan nasionalisme rakyat Indonesia. Dalam hari Kebangkitan nasional masyarakat malah disuguhi kebangkitan harga-harga, baik harga BBM yang nantinya harga sembako dan lain sebagainya pun pasti akan menyusul bangkit. Kebangkitan nasional hanya akan menjadi hari kebangetan nasional. Pancen kebangetan tenan!

Belum lagi, untuk memperingati hari itu, mengapa negara ini harus mempertontonkan kemewahan yang tak selayaknya ada ketika masyarakat sedang menjerit atas ulah dan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM? Peringatan hari kebangkitan nasional yang dipimpin langsung oleh SBY itu saya yakin menghabiskan dana triliunan rupiah. Bayangkan saja, dari 30.000 penari, makannya saja, katakanlah sekali dengan nasi bungkus seharga Rp 10.000, sudah didapatkan biaya Rp 300 juta. Itu baru makan sekali. Belum lagi biaya lain-lain yang pasti menyedot biaya yang sangat amat tinggi.

Hai pemerintah, kebangetan banget sih kamu? (misbah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: