Kenaikan BBM: Momen Pulang Kampung dan Nyetir Mobil


Jumat, 23 Mei 2008, saya dan adik-adik saya (Siti Aizzatin dan Siti Maunnatun, beserta sahabat seperjuangan saya (Tedy Rismawan dan Mashudi Antoro) pulang kampung halaman di Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebagai kendaraannya kami menyewa mobil di rental.

Tepat pukul 20.00 WIB, kami berangkat dari Jogja. Ada yang tak terpikirkan oleh saya dan rombongan bahwa pada malam itu pukul 00.00 waktu seluruh Indonesia, Pemerintah akan menaikkan harga Premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. Karena mobil rental kali ini tangki bensinnya kosong, hanya cukup sampai di SPBU terdekat, kami pun harus mengisi. Rupanya, sebelum sampai SPBU Jalan Kaliurang Km. 10, kendaraan macet hampir 200 meter. Mereka semua antri untuk isi BBM kendaraan mereka.

Kami pun akhirnya memutuskan untuk mencoba mencari SPBU yang kira-kira belum diserbu pembeli. Kami terpikirkan di SPBU kecil Jalan Besi Jakal. Dan, alhamdulillah, untuk mobil yang antri baru 4 mobil. Kami pun ikut antri. Tetapi, kali ini kami juga harus terkaget-kaget, rupanya kami hanya diperbolehkan membeli maksimal Rp 50.000 bensin. Waduh! “Tapi tak apalah, lumayan bisa jalan menuju Solo sambil mencari SPBU yang antrinya tak panjang”.

Kami melanjutkan perjalanan. Perkiraan kami benar, semua SPBU yang kami lewati semuanya antri cukup panjang. Kami dapat SPBU lumayan sepi ketika sampai di Delanggu. Itupun karena SPBU-nya jauh dari perumahan penduduk sehingga untuk jauh membeli ke situ sepertinya masyarakat malas. Alhamdulillah, kali ini pembelian tak dibatasi. Kami pun mengisi penuh tangki bensin mobil Toyota Avanza yang kami gunakan. Dari hasil wawancara informal saya dengan petugas SPBU, kenapa orang tak banyak antri disitu, selain tempat yang jauh, antrian paling panjang sudah dimulai sejak jam 15.00 WIB sampai pukul 18.30 WIB, itupun karena semua stok BBM habis. Jam 20.30 WIB, mobil penyetor BBM datang dan mereka mulai buka lagi melayani pembeli. Alhamdulillah, rombongan saya adalah yang ke tiga antri sejak mulai di buka lagi.

Dalam perjalanan menuju Tuban, hanya 3 SPBU yang sepi, itupun karena kehabisan stok BBM. Hampir semua yang kami lewati dapat dipastikan terjadi antrian panjang. Memang, beda Rp 1.500 untuk premium lumayan terasa bagi masyarakat. Walaupun toh, berapapun BBM akan dinaikkan, saya yakin masyarakat yang punya kendaraan bermotor, pasti akan membelinya.

Selain momentum kenaikan harga BBM, malam itu, karena Tedy yang nyetir mengantuk, saya pun memberanikan diri untuk menggantikannya nyetir. Saya nyetir mulai Kali Tidu sampai tiba di rumah. Ini kali pertama saya nyetir mobil, dan, langsung bisa. hehe… Saya bergumam dengan penuh senyum, “akhirnya saya bisa nyetir!”. (Misbah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: