Suami ‘Diperhatikan’ Perempuan Lain: Kenapa?


Akhir Juli lalu, saya mendapatkan Short Message Service atau SMS dari seorang sahabat lama yang sudah punya seorang putra cakep. Mereka sekarang tinggal di Pulau Dewata, Bali. SMS yang aku terima sekitar pukul 01.00 WIB itu bunyinya begini:

“Abah, apa kabar? Pasti sudah tidur ya? Maaf mengganggu. Aku sudah seminggu ini tak nyenyak tidur. Suamiku mulai dekat dengan cewek lain, Bah!”

Sontak saja, terbelalak mataku membaca SMS ini. Awalnya aku bergumam, kurang ajar bener sih ini orang, malem-malem gini gangguin orang tidur. Tapi, setelah membaca SMS itu, aku lupa kalau aku tadinya sedang tidur. Kantuk mataku mendadak sirna.

Rupanya seorang sahabatku yang SMS. Aku pun mencoba menenangkan diri untuk menjawabnya. Aku yakin, kalau aku juga gegabah menjawab, dengan mencoba mendukung suaminya atau menyalahkan dia, pasti akan kian merusak dan menyakiti hatinya.

Astaghfirulloh, yang sabar ya Yu. Godaan berkeluarga memang itu. Sama seperti orang sedang pacaran. Coba yakinkan masmu, bahwa kamu dan Dewa (anaknya) cintai dia sungguh-sungguh. Jangan marahi atau hukum atau hakimi laki-laki, nanti tambah nglunjak”. Begitu jawaban singkatku juga lewat SMS.

Ayu pun mulai menjelaskan juntrungan atau runtutan masalahnya. Rupanya, si cewek itu dulunya adalah mantan sahabat dekat suaminya. “Dia mantannya masku”, kalimat Ayu menyebut cewek yang sekarang benar-benar rajin memberikan perhatian kepada suaminya. Cewek itu pun sebenarnya sudah bersuami yang akad nikahnya tak selang jauh dengan pernikahan Ayu dan suaminya. Tapi, entah apa penyebabnya, mereka baru saja cerai.

“Dia rajin SMS pagi dan siang-malam. Waktu makan dia SMS menanyakan apakah suamiku sudah makan. Sebelum tidur dia juga seolah meninabobokkan suamiku dengan ucapan yang begitu indah. Padahal, tiap SMS itu diterima suamiku, aku di sampingnya”.

Walaupun Ayu tak dihadapanku, aku turut merasakan kehancuran yang begitu lirih dari kalimatnya. Terasa pula mataku berkaca-kaca. “Kasihan kamu Yu”, pikirku.

“Coba evaluasi dirimu, ada yang kurang atau tidak dari perhatianmu selama ini dibandingkan cewek itu ke masmu. Cewek itu butuh pelarian dari suaminya makanya dia hubungi masmu yang pernah dekat dengannya. Ingatkan dan dekatkan terus Dewa ke masmu ya?”

“Pikiran laki-laki sama, bila ada yang baru akan lebih menantang. Ini sangat bahaya bila masmu tidak bisa kendalikan diri. Ajaklah dia diskusi baik-baik dan jangan curigai dia berlebihan ya? Kamu jangan pernah menunjukkan amarahmu di depan dia. Siapa tahu hanya kamu yang terlalu cinta hingga membuatmu cemburu buta”.

“… diskusikan dari hati ke hati tentang kalian. Tentang pekerjaan dia sehari-hari. Tentang Dewa dan masa depan keluarga, atau apapun tentang kalian. Bangun kedekatan sebelum atau sesudah dia tidur. Layani ia dengan baik”

“Jangan pernah merasa diri sempurna. Prinsipnya, mana yang dijalur yang benar atau merasa benar maka dia yang harus bertanggungjawab mengingatkan pasangannya. Ego ditekan dulu ya. Toh hasil terbaiknya juga buat diri sendiri dan keluarga kan?”

Itulah kalimat-kalimat yang ku sampaikan ke Ayu. Aku pun tak paham mengapa aku bisa memberikan masukan seperti itu. Aku sadar, aku belum pernah berkeluarga. Aku hanya bisa menyampaikan yang telah aku ketahui dan pelajari.

Dan, hmmm, alhamdulillah, Maha Besar Tuhan, malam lalu, 12 Mei 2008, aku dapat SMS dari Ayu lagi:

“Abah, alhamdulillah, suamiku minta maaf ke aku atas kejadian yang lalu. Suamiku juga ninggal HP-nya dirumah ketika dia kerja untuk menunjukkan keseriusannya. Kalaupun si cewek tetap SMS, dia sudah gak mau membalasnya lagi. Dia pun sekarang agak lain sikapnya ke aku Bah. Kau tau kan maksudku? Hehe… Makasih ya Bah atas diskusinya kemarin. Semoga Alloh swt memberikan kamu istri yang bisa mencintaimu sepenuh hatinya dan menerimamu apa adanya ya? Amin”.

Alhamdulillah. Kamu juga semoga bahagia selalu ya Yu. Salam buat suamimu. Semoga ini pun bisa menjadi pelajaran buatku. amin. (misbah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: