“Duhai Jiwaku”


mendengarkan suaranya menyejukkan jiwa. meneguhkan hati. bukan kehebatan yang diunjukkan. bukan kecerdasan dan kepintaran teori serta logika yang selalu dibanggakan. membelai dengan sepenuh jiwa dan semurni hati. bertutur sopan yang menyemangati. bukan menyalahkan tapi memberikan dorongan untuk lebih maju. semua pasangan ingin selalu memperbaiki diri bukan untuk dicacimaki atau diceramahi. ubahlah menjadi baik orang yang engkau cintai hanya dan hanya olehmu. tak pernah menutup diri karena hebat, pintar atau suci dari dosa. orang yang kau cintai hanya berharap bisa menjadi terbaik sebagai hadiah sayang bagimu. Misbah

5 responses to this post.

  1. wahai jiwa-jiwa yang tenang…

    Balas

  2. Cieee, suit….suiiiiittt..!!!

    Balas

  3. Posted by rukma on 15 Februari 2009 at 15:43

    Dulu pacarnya galak ya mas… kesian ya… kayaknya saya kenal.. wuekekek…

    Balas

  4. @ Sigit, Wulan, dan Rukma, thanks for your visit and comment. to Rukma, siapa ya? Salam.

    Balas

  5. Posted by Uncu on 2 Oktober 2010 at 07:42

    mau kenalan????

    yuuuuuuuuuuuuk,,,,

    hehehehehe :D

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: