“Jalan Menujumu”


kan tapaki senyap dalam ratapan gerimis malam. kutatap hamparan gelap yang kian melahap pandang. sekali kuantuk kaki tak bermata. terasa keras dan sakit seruak. kian jauh kuukur syahdu kesunyian. kian ku terjerembab. terserak rejam. tertatih demi tatih. terperih demi perih. inikah tapak elokmu. akankah ku mendapatkanmu? Misbah

Iklan

One response to this post.

  1. Wuaaa, ho-oh mas, aku baru mudeng apa maksude. Tapi gak usah segitunya, kali!
    ati2, ntar kesandung lho. hehe….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: