Soal Pernikahan Syaikh Puji Semarang dengan Gadis 12 Tahun: Cari Akar Masalahnya


Bingung dan gagap saya mendengar berita soal menikah sirinya Syaikh Puji dengan seorang Gadis 12 tahun. Media massa begitu hingar bingar mem-blowup berita ini. Berita ini sudah setara dengan permasalah krisis yang saat ini terjadi. Bukan soal sah atau tidaknya. Bukan pula soal kasihan atau tidak siapnya sang gadis. Bukan pula soal pelanggaran hukum dan komentar-komentar pihak Departemen Agama atau Komnas HAM Anak yang diwakili oleh Kak Seto. Bukan pula soal ini adalah pengalih isu krisis Indonesia hasil imbas dari krisis di Amerika. Atau pula bukan soal keinginan Syaikh Puji untuk menikahi gadis lain dibawah umur 12 tahun.

Tapi, ini semua harus dicari akar masalah sebenarnya. Bila secara agama menurut Syaikh Puji pernikahannya benar, tapi menurut pihak lain dirasakan ‘sadis’. Kalau saya secara pribadi, lebih melihat fenomena atas problema yang ada dibalik ini semua. Yakni, soal kehebatan Departemen Agama dan Kak Seto yang bisa dengan mudah menghakimi Syaikh Puji atas perbuatannya. Dengan dalih melindungi kehidupan dan hak anak atau melindungi ‘kesucian agama’ dia dengan mudah bisa menjadi ‘Tuhan’.

Alangkah baik dan bijaksananya bila Depag dan Komnas Anak mencoba mencari jalan yang terbaik untuk meminimalkan, menghukum, dan memberantas maraknya seks bebas di kalangan anak muda atau remaja yang kian hari kian mengerikan dan mengenaskan. Tunjukkan dengan baik langkah demi langkah atau hasil yang telah dua lembaga tersebut lakukan. Jangan mempermasalahkan yang sebenarnya dijaman dahulu, nenek moyang kita telah melakukan nikah usia dini. Apa yang dilakukan oleh Syaikh Puji itu sudah lama dan sampai saat ini pun dilakukan oleh pendahulu dan orang tua kita semua. Apa mungkin karena Syaikh Puji orang kaya? Atau kita sedang menunjukkan bahwa kita memang senang dengan mengusik dan mentertawakan kehidupan orang lain? Apakah ini memang sudah menjadi tabiat masyarakat Indonesia saat ini?

Bagaimana menurut Anda? Misbah

5 responses to this post.

  1. Tabiat manusia emang selalu ingin mencampuri urusan orang lain. Dah fitroh kali, ya.
    Dan lagi, bukannya dalam islam itu sah2 aja menikahi gadis seusia itu? Dahulu bukannya Abu Bakar hendak menikahi Fatimah sebelum akhirnya Nabi memutuskan untuk menikahkannya sama Ali? Iya, gak sih?
    Masalah ini emang terkesan unik dan beda ketika pertama kali muncul ke permukaan. Lantas kenapa Komnas perlindungan anak dan Depag ikut ambil pusing untuk kasus ini? Biar kasus ini tidak kembali terulang di tengah masyarakat. Mmm…. gimana, ya? Pertama aku tahu tentang kasus Syaikh Puji ini rasanya emang kurang sreg. Ya mungkin karena hal ini emang tidak lazim terjadi di tengah masyarakat kita. Tapi kayaknya gak masalah juga, ya itu kan hak2 dia .Dan insya Allah gak ngelanggar ketentuan syari’at, kan?
    Denger2 di berita, ulfa terpaksa menikahi Syaikh Puji karena orang tuanya punya banyak utang. Nah lo! Gak tau juga, sih ini bener apa gak. Tapi kalo’ emang bener, wah….wah, gak terima juga aku! Hehe…

    Balas

  2. trims Wulan atas komennya.
    Ohya, ada informasi yang menambah tidak dewasa atau muncul kesombongan dari Syaikh Puji, setelah kasus ini mulai muncul di media, apa maksud dia mempertontonkan mobil mewah dan tumpukan duitnya? subhanallah, hanya Alloh swt yang mengetahui keinginan dia. atau memang dia pengen tenar ya? atau dia mau nyalonkan presiden juga pada PEMILU 2009?

    Balas

  3. Bang Kritikus, terimakasih telah berkunjung dan berkomentar. Tulisan Anda sangat menarik juga. Memang, semua ini pasti ada hikmah dibaliknya. Entah apa motif Syaikh Puji dan Ulfa atas pernikahan siri itu. Sekali lagi terimakasih.

    Balas

  4. Posted by muhyiddin on 19 Desember 2010 at 03:08

    secara syar’iyah pernikahan syech dan ulfa sudah benar, mengapa justru dipermalahkan ini yang namanya aneh tapi nyata atau nyata tapi aneh.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: