“pilu menderu”


“deras hujan kian menderu
tebal kabut kian mendekap
dekat menyelimut
kian halang pandang
deras airmata kian menetes tak terhela
engal nafas kian jadi menjadi
hati kian luruh
bersama jantung yang tak bergemuruh
duh…”

(kala menunggu hujan deras selepas ujian di UGM, 30 Oktober 2008 menjelang senja)

One response to this post.

  1. sempet2e to mas bikin puisi habis mid. Kepalaku malah dah penuhe.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: