Ingin Jadi Pegawai Negeri Sipil?


“Bah, kamu gak ikut daftar CPNS (calon pegawai negeri sipil) toh?”, begitulah seorang teman bertanya kepada saya tadi malam ketika sedang nongkrong dan ngobrol enteng di Cafe Own, Yogyakarta. “Emang kenapa dab?” ku jawab singkat saja yang sebenarnya ingin menunjukkan bahwa saya tidak sedang ingin ngobrol serius dan tidak senang ditanyain soal CPNS itu.

“Enggak, kan sekarang lagi banyak lowongan toh? Dari mulai tingkat nasional sampai tingkat kabupaten juga ada. Departemen Pertanian, Departemen Hukum dan HAM, PLN, berbagai Pemda Kabupaten dan lain sebagainya. Siapa tahu dirimu berminat sih”. Oh, rupanya temen saya ini memang serius ingin ngobrol soal CPNS. “Oke, untuk CPNS, sungguh aku kurang berminat dab. Selama masih ada lowongan kerja yang lain, aku akan pilih yang lain dulu,” jawabku singkat.

Bukan kenapa-kenapa, dari hati sendiri saya sudah kurang sreg. Alasannya, saya pribadi sudah terlalu banyak melihat fakta-fakta yang kian hari hanya mengungkapkan borok birokrasi itu. Yang paling tak enak didengar adalah soal korupsinya. Soal sogokan kalau mau masuk kesana. Atau soal pekerjaan yang tidak begitu jelas di beberapa instansi tersebut.

Seminggu lalu saya juga bertemu dengan TD Asmadi, Ketua Forum Bahasa Media Massa di Hotel Sahid Yogyakarta. Mantan atau pensiunan wartawan Kompas itu pun tak biasanya, berpesan serius kepada saya untuk jangan bercita-cita ingin jadi PNS. “Semoga saja, anak cucu dan keluarga kita tidak ada yang akan terjerumus dalam lingkaran setan yang ada di pemerintahan ya,” Sampai begitu beliau berpesan kepada saya. Alasan beliau pun sama, kalau kita sudah masuk dalam lingkungan mereka, sudah dapat dipastikan kita pasti akan ikut dalam arus mereka untuk berbuat yang tidak baik. Telah banyak, rekan-rekan dan keluarga yang awalnya masuk jadi PNS ingin merubah kondisi buruk itu, atau ingin ‘berdakwah’, tapi rupanya kalau hanya satu orang tak akan banyak bisa berbuat banyak.

Jadi, bagaimana menurut Anda semua?

5 responses to this post.

  1. Ingin Jadi Pegawai Negeri Sipil? Jawabannya kalo’ bs sih nggak! Dr dulu kok aku kurang minat ya sama test2 CPNS! Gak sreg aja, kalo’ bisa sih cari lapangan kerja laen sblm – semoga ja tidak- terpentok harus ikut test CPNS. Cari yg birokrasi dan kulturnya lebih bersih ’n mendukung untuk pengembangan diri. Kayaknya perusahaan swasta paling tepat, deh. Terus pengen bikin lapangan kerja aja, hehe… Amien! Tapi kalo’ dah kepentok baru deh…hehe.
    Tapi kenapa, ya banyak orang tua yg pengen bgt ngeliat anaknya jd PNS? Padahal kan gak enak juga, ya berada di ’zona aman’ terus. Susah berkembangnya, kecuali emang punya usaha sampingan!
    Jadi inget mata kuliah etika bisnis pas klompokku presentasi tentang Pertamina (kayaknya, sih klompokku salah besar ambil tema itu) dan bu Nas tanya gimana solusinya untuk mengubah ’kebiasaan’ –kalo’ gak boleh aku sebut sebagai ’kultur’- yang seperti itu. Susah juga, ya kalo’ coba kita rombak sendirian. Sistemnya, sih yang udah tercemar akut. Jadi butuh sistem juga untuk merubahnya. Lha terus piye, Mas solusine? Nek dah ketemu solusine bilang2, yo. Besok tak nglamar kerja ke sono. Hehe, gak dhing!

    Balas

  2. Wulan, kenapa banyak orang tua yang ingin melihat anaknya jadi PNS? Itulah yang jadi masalah generasi muda saat ini. Mereka dan atau kita dari ‘ceprot’ lahir sampai masa mencari kerja, yang didengar hanya itu. Ketika masa lepas kemerdekaan, orde lama, orde baru, yang disuguhkan hanyalah ‘kemapanan semu’ dengan segala kemenarikannya. Tak pernah dibeberkan tantangan hidup masa kini, yang mestinya bisa membuat kian siap diri kita semua.
    Orang tua hanya ingin melihat anaknya bahagia, tanpa susah menjalani hidup. Nah, spertinya, mereka melihat PNS tepat untuk itu?
    Ada pendapat lain?

    Balas

  3. hmmm, iya juga ya! Padahal jaman dah semakin complicated gak kayak dlu lagi.

    Balas

  4. Posted by calon pns on 17 Desember 2008 at 12:03

    Saudaraku … pahala bagi orang yang mencoba merubah ” dengan seoptimal yang dia bisa” jelas lebih besar daripada terus asyik dengan diri kita sendiri ,bukankah saudara-saudara kita yang jadi PNS mereka banyak juga yang ingin baik seperti anda-anda ,jadilah teman mereka untuk menjadi “pembersih” minimal di “area” kerja mereka ,karena PNS adalah orang yang bekerja dan mereka diupah dari kerja mereka,mari kita perbaiki orang dan sistemnya ,khan barang siapa yang meletakkan sebuah kebaikan dia akan terus menerima aliran kebaikan dari orang yang mengerjakan kebaikan hasil “peletakan batu kebaikan ” yang kita pasang walaupun satu buah..

    Balas

  5. mas ‘calon pns’, terimakasih atas comennya. saya berpendapat seperti dalam tulisan sy ini, tidak sama sekali bermaksud untuk membenci atau menjauh dari teman2 yg telah menjadi PNS. ini hanya soal keyakinan hati dan pendapat pribadi saja kok. semoga sukses selalu ya mas.. salam..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: