Jasmani vs Rohani: Seimbang Demi Kesehatan


Mengawali tulisan ini, saya ingin memulainya dengan berdoa. Semoga dengan menulis ini dapat memicu saya untuk benar-benar memperhatikan diri baik jasmani dan rohani demi mendapatkan kesehatan sejati. Semoga, bagi pembaca juga begitu pula.

Akhir-akhir ini, saya merasakan banyak didera berbagai masalah. Mulai dari yang ringan hingga terasa berat. Mulai dari masalah sehari-hari hingga masalah-masalah masa depan. Semoga saja semua berlalu dengan baik. Amin.

Seorang teman mengatakan kepada saya, bahwa jangan mendramatisir apapun dalam hidup ini. Bila kita sudah berani mendramatisirnya, maka kita sendiri yang akan menanggungnya. Kian berat masalah yang kita hadapi, bukan malah rampung. “Memang terkadang berat bagi kita, tapi apa daya kita bila ini semua kehendak Tuhan? Kalau aku cuman bisa nangis. Sudah sering kita diingatkan, jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita”, tutur teman saya dari Jakarta.

Sahabat yang lain, yang sudah saya anggap sebagai saudara, juga berpesan senada, “kepercayaan terhadap dirimu akan sangat membantu mewujudkan makna hidup yang lebih baik, dan membantu mendapatkan keuntungan dalam hidup. Jadi, kuasailah pikiranmu, maka engkau akan bahagia”.

Ada pula pepatah atau idiom mengatakan, “dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat” atau “dalam jiwa yang sehat, badannya pun pasti sehat”. Inilah yang saya alami saat ini, kedua kondisi baik jasmani dan rohani saya sedang dalam masa kurang sehat. Badan, fisik, atau jasmani saya terasa sedang lelah, lemah, dan sangat membutuhkan istirahat. Namun, di sisi yang lain, rohani saya juga membutuhkan asupan untuk menenangkannya. Bila jasmani, mungkin dengan tidur cukup, makan yang sehat, disertai dengan olah raga teratur, pasti akan sempurna.

Tapi, jika rohani, asupan-asupannya agak berbeda. Berdasarkan pengalaman saya dan yang sudah saya pelajari dari berbagai sumber, mungkin ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, di antaranya: selalu berpositif thingking, beribadah yang khusuk (bagi yang beragama), menjalankan dengan gembira hobi atau kesenangan positif kita (seperti menulis dan memotret/fotografi bagi saya), serta selalu berserah diri dan berdoa kepada Tuhan.

Sebagai penutup, saya sangat yakin dengan sepenuh iman, bahwa Alloh swt pasti memberi jalan terbaik bagi hamba-NYA dan mengujinya sesuai kemampuan kita. Amin. Ada masukan lain dari pembaca? (Misbah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: