“dalam kemarahan cinta”


“desir pilu mengalir lansap dalam urat-urat kehidupan
desau rindu merasuk dalam benang-benang nadi
detak kelu menyeruak dadak dalam detak jiwa-jiwa
luapan emosi membuncah dalam tiap helaan nafas
maaf kian sirna dalam rongga dada
derai airmata tak cukup lagi melipur lara
keniscayaan hembuskan sejuta keputus-asaan
tak sisakan lagi sehelai pun kebahagiaan
tak tinggalkan pula secercah harapan
oh, beginikah kisah dalam dialog pulau kesunyian?
…dingin membekunya sebuah cinta
oouuuhhh…

(ketika larut dalam balasan kemarahan cinta, 15 januari 2009, 02.10 wib)

One response to this post.

  1. You have some honest ideas here. I done a research on the issue and discovered most peoples will agree with your blog. After that early period, the Beatles evolved considerably over the years.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: