merayakan valentine day: hari kasih sayang dengan aktivitas yang lebih positif


“Dab, ini anak-anak ngajak bareng-bareng merayakan valentine day, dirimu ikut gak? Kalau ikut, bayar minimal 20 ribu ke aku maksimal tanggal 12 ya?”

Begitulah pesan singkat dari teman salah satu organisasi yang ku ikuti. Pesan itu aku terima tadi malam. Akupun sempat kaget sebenarnya. Daripada salah paham, aku pun langsung membalas dengan menanyakan, “Emang kita mau merayakan di mana dan acaranya apa dab?” Untuk menjawab itu, dia pun menelponku dan menjelaskan. “Kita salurkan kasih sayang kita pada orang yang membutuhkan dan yang kurang kasih sayang dari orang lain bro! Orang tua dan keluarga kitakan jauh, tidak ada di Jogja. Nah, kita ngadain bakti sosial ke panti asuhan aja. Daripada kita buat ulah yang aneh-aneh ama cewek kita, kan gak asyik. Hehe… Ntar, kita makan-makan disana bareng sama mereka, terus kita buat acara diskusi yang tidak seperti biasanya. Diskusinya ntar curhat orang per orang. Teman kita 1 orang bertemu 1 orang dari panti. Inti diskusinya adalah kita mendengarkan dan menanggapi curhat mereka. Apapun temanya. Kita buat diri kita jadi tempat sampah keluh kesah, bualan, tangisan, bahkan sumpah serapah sekalipun. Nah, untuk program selanjutnya setelah valentine day ini, nanti kita pikirkan kembali bareng-bareng ya?” begitu jelasnya.

Wah, mendengar itu, saya pun langsung menawarkan diri untuk menjadi tim panitia dengan senang hati. “Aku panitia bagian apa dab? Tak luangkan waktu khusus deh untuk agenda ini.” Akhirnya, saya bersepakat esok harinya (hari ini, 11 Februari 2009) akan bertemu dengan teman-teman lain dan akan mendiskusikan lebih rinci dan merancang rencana sebaik mungkin. Selain sifatnya yang dadakan, ini juga akan melibatkan orang lain, makanya kami harus berhati-hati dan serius.

Dari cerita saya ini, satu hal yang penting kita perhatikan adalah, bahwa jangan sampai kita antipati dan mengkafirkan orang lain karena hanya turut merayakan valentine day. Menurut saya, asalkan kita melakukan sesuatu yang baik dan tidak menabrak pakem norma sosial dan agama, maka silahkan saja dan itu sangat baik sekali. Perlu juga diingat, kegiatan apapun juga membutuhkan waktu dan momen yang tepat. Mumpung ada valentine day, yang katanya hari kasih sayang sedunia itu, maka kita berbagi dan menebar kasih sayang yang lebih baik dan kian lebih banyak lagi. Bagaimana menurut Anda? —munir

One response to this post.

  1. saya tidak merayakan valentine
    halah …

    salam kenal,
    http://firman.web.id

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: