‘negosiasi’ calon wakil rakyat dalam pemilu: duit milyaran rupiah berseliweran di depan mata


Edan! Edan! Edan! Gila benar orang-orang kaya itu. Sudah kaya raya, punya perusahaan dimana-mana. Penghasilan bersih perbulan sudah 1 Milyar lebih, masih juga kurang rasanya. Masih juga ikut-ikutan bermain politik gila-gilaan. Mendingan jika mereka bermain politik bersih. Ini tidak, mereka tawar menawar harga untuk tiap kepala yang telah punya hak pilih.

Tadi malam, saya kebetulan diajak oleh seorang teman untuk bertemu dengan calon investor (begitu dia menyebut orang yang akan kita berdua temui). Teman yang ngajak saya ini, pebisnis sukses. Dia punya rental mobil yang armadanya sudah 23 mobil, mulai dari Kijang Avanza, Inova, hingga Mercedes Benz yang khusus disewakan untuk wedding party atau penjemputan tamu para pejabat. Dia juga punya jasa tour & travel yang omsetnya perbulan tak kurang dari 300 juta. Nah, yang saya temui bersama dia, ini lebih gila lagi. Gak sangka saya bisa bertemu beliau. Selain pejabat yang sudah terkenal, kaya raya, pemilu 2009 beliau juga turut mencalonkan DPR RI. “Yah, saya sih pengennya besok jadi Bupati saja, tapi gimana lagi, temen-temen nyuruh ke Senayan sih”, candanya.

Serunya, adalah ketika saya berdiskusi bertiga dengan beliau. Ditambah, tak lama kemudian, hadir 4 calon anggota DPRD yang separtai dengan beliau. Apa yang mereka diskusikan?

“Pak, di daerah ‘….’, besok saya membutuhkan dana Rp 300 juta untuk pengaspalan jalan kampung. Yang Minggu depan, untuk penyambutan bos besar dari Jakarta, dananya di proposal kita buat Rp 1,2 Milyar. Kemudian, untuk daerah ‘…’, dana amplopnya butuh Rp 500 juta,” itu laporan salah satu Calon DPRD-nya. “Oke, Mbak ‘….’, tolong ambilkan dana untuk Ibu ‘….’ ini. Kurangnya besok segera kirim ya,” begitu jawab si Bos yang telah menyanggupi mendanai seluruh kebutuhan 4 Calon tersebut untuk pemilu April 2009 mendatang.

Asem, gila bener! Baru kali ini saya melihat transaksi langsung uang Milyaran dalam sekali duduk saja.
Entah apa namanya ini. Money politics kah? Entahlah! Bagaimana menurut Anda? —munir

2 responses to this post.

  1. Hah….Seperti itukah kenyataan para politikus kita saat ini..

    Hanya demi kepentingan uang dan uang..

    Semoga saya terhindar dari ini semua.

    Salam…

    Balas

  2. Iya mas, inilah realita yang sebenarnya terjadi. ini bukan rahasia lagi. Ada informasi juga terjadi jual beli suara baik ketika di pemilih atau di KPU. Teganya lagi, rakyat pemilih tidak tahu sama sekali bahwa suaranya diperjualbelikan. Ya, solusinya adalah yang jeli dan mari cerdas dalam memilih. Salam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: