DPR-Pertamina kian tegang: jangan salahkan jika ada yang bilang politikus kerdil dan taman kanak-kanak


Jika benar apa yang diberitakan oleh banyak media akhir-akhir ini, terkait ketegangan yang kian memanas antara DPR Komisi VII dengan Pertamina yang diwakili oleh Direksi barunya. Maka, jangan salahkan jika Gus Dur atau Abdurrahman Wahid ketika menjadi Presiden dulu menyebut DPR itu sebagai taman kanak-kanak. Jangan salahkan pula, jika ada pengamat yang berani mengatakan para anggota DPR itu politikus kerdil.

Mari kita runut sumber masalah ketegangan tersebut. Setelah terpilih Direksi baru di Pertamina, DPR panas karena merasa tidak ‘dilibatkan’. Maka dipanggillah Pertamina untuk melakukan dengar pendapat. Ketika rapat dengar pendapat berlangsung, sang pemimpin Rapat di Komisi 7 DPR melontarkan kekesalannya atas surat protes yang dikeluarkan pertamina karena rapat sebelumnya yang juga sempat tegang tidak membahas sesuai agenda yang telah ditentukan. Akhirnya rapat dengar pendapat pun ditutup mendadak oleh pimpinan rapat.

Sebagai seorang politisi yang ingin dihormati, mungkin para anggota DPR berang dengan adanya surat dari Pertamina tersebut. Mereka merasa dianggap diri mereka tak becus melakukan rapat sesuai mekanisme dan peraturan yang telah mereka buat sendiri. Orang awam seperti saya pun tau, kalau yang namanya rapat, jalannya ngalor ngidul tak sesuai agenda yang dibuat, saya pun pasti akan malas. Sama saja rapat dengan orang bodoh atau anak kecil. Yang menentukan agenda mereka sendiri. Mereka sendiri pula yang melenceng dari agenda tersebut. Sekarang cari pembelaan, DPR melaporkan Pertamina ke Menteri ESDM dan Menneg BUMN. Kalau sudah begitu, siapa yang ngawur coba? Baca beritanya di sini dan di sini atau silahkan ikuti terus beritanya di “berita terpopuler hari ini” di blog ini.

Bagaimana pendapat Anda? —munir

4 responses to this post.

  1. Lucu… harusnya nyadar diri dong kalau disindir begitu :P

    Balas

  2. iya mas, begitulah profil para politisi kita. tugas Anda yang dekat Senayan untuk terus ‘mengingatkan’ mereka. selamat berjuang!

    Balas

  3. Saya sudah di Florida sekarang, Bang.. Udah gak dekat Senayan. Dulu aja gak dekat (Cipete ama Senayan mah, butuh 2 jam jalan kaki :D)

    Balas

  4. selamat berjuang di Florida Bang. semoga sukses selalu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: