fenomena kolaborasi copet, penjahat, dan preman versus citra kepolisian Indonesia


Tadi malam, 25 Februari 2009, semua stasiun televisi Indonesia memberitakan terkait kasus yang sedang hangat di Jogja soal kolaborasi antara copet dan oknum polisi. Para copet mengaku dan mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) soal pemalakan dan kewajiban setor upeti kepada polisi. Mereka diancam akan ditangkap, diproses, dan ditahan jika tidak nuruti permintaan itu. Silahkan baca dan simak beritanya di berbagai media.

Walaupun para petinggi kepolisian, menolak bahwa ada oknum yang melakukan hal tersebut. Tentunya, hal ini sangat makin memperburuk citra kepolisian Indonesia yang memang telah buruk. Soal keburukan citra kepolisian ini, seorang teman saya yang juga anggota polisi ketika melihat pemberitaan ini sontak berkomentar “Kepolisian itu mbahe bajingan. Saya ini kerja di markasnya para preman. Di Kepolisian itu gudangnya bajingan. Benar tidak? Kan para tahanan yang isinya bajingan dan preman itu ditempatkan di penjara yang ada di kantor polisi toh? Hehe…”. Jika kepolisian Indonesia, lanjutnya, telah benar-benar bersih, Indonesia pasti dijamin aman. Tak rahasia, kadang, polisilah yang membuat Indonesia tidak aman.

Saya menulis ini bukan untuk menjelek-jelekkan kepolisian Indonesia. Saya hanya mengajak anda menganalisis apa yang telah terjadi dan fakta yang ada. Walaupun oknum yang memberlakukan upeti paksa ini, jika institusi dan petinggi kepolisian tidak serius, sekali lagi, hanya akan kian memperburuk citra mereka. Jangan sampai, orang atau copet yang sudah insap, melakukan pencopetan lagi hanya gara-gara cuman ingin agar bisa bayar upeti ke polisi!

Bagaimana menurut Anda? Salam tabik pak Polisi! —munir

2 responses to this post.

  1. ok mas, sudah saya pasang link anda silahkan cek di http://pqcms.blogspot.com/2007/09/antibiotic.html
    trims.. salam kenal dari saya :-)

    Misbah says: Mas Didin, terimakasih atas pemasangan linknya. terimakasih. salam kenal.

    Balas

  2. kalau begini kita mau meminta pertanggung jawaban kemana?

    Misbah says: mas Forlan, dengan fakta inilah, kita sebagai masyarakat harus kian cerdas menyikapi kehidupan. Mereka, para Polisi, pastinya tidak bersifat negatif saja, pasti ada positifnya juga. Ambil dan manfaatkan saja nilai-nilai positif dari beliau-beliau itu ya. Salam.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: