liberalis dan ekstrimis: dua kubu Islam yang akan menghancurkan Islam sendiri


“Islam akan hancur oleh penganut Islam sendiri jika terus dibiarkan. Ada 2 aliran pemahaman yang sangat ekstrim sekali dalam Islam, yaitu yang menyatakan dirinya para Islam Liberalis dan Islam Ekstrimis. Keduanya ini jika dibiarkan bebas begitu saja, maka akan kian merongrong dan menghancurkan Islam dari dalam. Oleh karena itu, mari kita dekati, ajak berdiskusi, dan rangkul mereka itu agar tidak berpikiran ekstrim seperti itu,”

Demikian yang disampaikan oleh Ja’far Umar Thalib, seorang Tokoh Agama dan Intelektualis Islam Indonesia, yang pernah tersohor dengan Laskar Jihad, dalam khutbah Jum’at-nya di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia, 6 Maret 2009. Ciri-ciri dari Islam Liberalis, tutur Ja’far, antara lain adalah kebebasan berpikir mereka akan hukum-hukum dan syariat Islam yang telah jelas-jelas ada di Al-Qur’an dan Sunnah Rosul. Mereka senang sekali mengotak-atik dalil dan mengeluarkan berbagai statement yang ‘nyeleneh’. “Bisa diambil contoh, ada buku yang mereka terbitkan salah satunya adalah yang mengupas mengenai halal-nya pernikahan homoseksual dan pernikahan beda agama,” terang Ja’far.

Sedangkan, yang aliran satu lagi, para ekstrimis ini sukanya menebar kata kafir kepada siapapun yang dianggapnya menyimpang dari pemahaman dan aliran keyakinan mereka. Mereka mengganggap, bahwa Islam harus diperjuangkan dengan salah satunya adalah perang. “Untuk mendirikan negara Islam, sebuah wilayah atau negara harus dibumi hanguskan terlebih dahulu. Baru dipancangkan bendera baru, bendera Islam,” jelasnya.

Padahal, Ja’far melanjutkan, Islam tidak mengajarkan ekstrimisme seperti itu. Islam itu adalah seperti apa yang telah dicontohkan oleh Rosululloh Saw dalam sunnah-hadistnya dan firman Alloh swt dalam Qur’an. “Jadi, mari kita tegakkan Islam dengan kita memberikan contoh dan akhlaq terbaik kepada siapapun. Islam tergantung kepada kita sebagai pemeluknya,” seru Ja’far.

Semoga bermanfaat! —Misbah

2 responses to this post.

  1. Posted by ikram on 28 Maret 2009 at 02:46

    as-sunnah..

    Balas

  2. silaturrahmi.

    Misbah says: terimakasih atas silaturrahminya ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: