visi kebangsaan pemimpin Indonesia (1): keamanan, pertahanan, dan jati diri bangsa


Walaupun saya ini hanyalah seorang mahasiswa, orang muda yang masih harus banyak belajar, namun saya juga ingin memberikan sumbangsih yang terbaik kepada negara tercinta Indonesia ini.

Mumpung sekarang ini, tahun 2009, adalah masanya pemilu baik legislatif maupun eksekutif, saya ingin memberikan masukan untuk membangun Indonesia jaya ke depan. Saya menyebut ini sebagai sebuah “visi kebangsaan pemimpin Indonesia”. Saya akan mencoba menulis secara rutin dan semampu saya di blog ini.

Yang pertama, menurut saya, agar Indonesia ke depan lebih baik, adalah adanya komitmen pemimpin bangsa akan keamanan dan pertahanan Indonesia. Sebelum kita benar-benar ingin membenahi Indonesia secara menyeluruh, kita harus menempatkan pengendalian dan penjagaan keamanan serta pertahanan pada ujung visi kebangsaan sang pemimpin Indonesia.

Alasannya apa? Karena untuk membangun bangsa secara keseluruhan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, maupun sosial, jika keamanan dan pertahanan Indonesia tidak kuat, saya yakin seyakinnya tidak akan bisa sukses. Sebagai contoh kecil, ketika kita ingin membangun dan memperkuat perekonomian bangsa, kita ingin membangun sebuah pulau yang kita miliki dan kita sangat tahu bahwa di pulau tersebut terkandung sumber energi, tambang minyak dan lain sebagai yang sangat melimpah. Namun, ketika kita akan memulai memproduksi atau memanfaatkan itu, rupanya sang tetangga jiran kita mulai mengakui dialah yang berhak memiliki pulau tersebut.

Jika begini, akankah kita bisa melakukan produksi sumber tambang tersebut? Tidak akan mungkin kan? Kita harus menyelesaikannya terlebih dahulu hingga berlarut-larut. Status pulau tersebut pun kian tidak jelas. Mendingan jika kita nantinya memenangkan atas hak kepemilikan pulau tersebut? Jika kalah? Nangislah Indonesia!

Oleh karena itu, ada berbagai langkah yang bisa kita lakukan.

Pertama, amankan dan perjelas batas terluar tanah, laut, dan udara Indonesia. Tempatkan penjagaan yang kuat dan ketat pada tiap titik yang krusial yang berbatasan dengan negara lain. Danai dan prioritaskan sarana prasarananya agar mereka yang bekerja atau yang bertugas di sana bisa maksimal dalam menjalankan tugas bangsa itu.

Kedua, kuatkan komunikasi diplomasi dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dengan negara kita. Buat dan atur selalu komunikasi agar tidak terjadi konflik dengan jiran Indonesia. Indonesia ini selalu menggiurkan bagi negara manapun di dunia ini. Maka, dengan jalan apapun negara yang menginginkan Indonesia, akan berusaha sebisanya dengan cara mereka untuk merebut kedaulatan Indonesia.

Ketiga, perjelas dan buat komitmen ulang dengan perusahaan-perusahaan asing yang melakukan produksi dan penambangan SDA Indonesia. Atur bagaimana cara terbaik agar semua perusahaan tersebut bisa bermanfaat bagi Indonesia. Komitmen tersebut harus menguntungkan Indonesia. Saya yakin, Indonesia mampu untuk melakukan bargaining position ini.

Keempat, sudah terbukti di Indonesia ini, jika presidennya berasal dari orang sipil, keamanan dan pertahanan Indonesia sangat rapuh. Sudah banyak buktinya. Habibie dengan lepasnya Timur Leste. Megawati dengan kasus beberapa pulau berebutan dengan Malaysia. Maka, menurut saya, yang mengetahui, ahli, dan sangat paham bagaimana cara mempertahankan Indonesia masih belum ada yang sehebat militer. Saya masih percaya dengan militer soal kemanan dan pertahanan ini.

Kelima, harus dibuat sistem pertahanan dan keamanan bangsa yang kuat, mandiri, serta terstruktur dengan baik. Ingat, sehebat apapun orang-perorang pemimpin bangsa, jika sistem tidak kuat, maka akan tetap amburadul.

Ingat, keamanan dan pertahanan Indonesia adalah bukti sosok jatidiri bangsa Indonesia. Maka, tidak ada pilihan, inilah visi bangsa pertama yang harus dicamkan oleh pemimpin Indonesia ke depan.

Bagaimana menurut Anda semua? —misbah munir

3 responses to this post.

  1. Sebenarnya dibutuhan kepemimpinan yang berwawasan kebangsaan. kondisi kepemimpinan saat ini dan yang diharapkan ada di sini

    Misbah says: Terimakasih Cenya, saya setuju dengan Anda. Setelah saya melihat artikel tulisan Anda, sangat menarik dan inspiratif. salam.

    Balas

  2. Posted by mardias on 13 Maret 2009 at 04:57

    Memang sangat debatable mas.. jika bicara prioritas. Saya punya opini bahwa yang prioritas adalah memberantas (atau paling tidak meminimalkan) segala bentuk korupsi dan semua derivatifnya bersamaan dengan meningkatkan (secara signifikan) pendapatan masyarakat. Penggunaan sistem dan prosedur yang tepat adalah salah satu prioritas program pencegahannya. Pengalihan dana yang tadinya “terbuang” ke peningkatan pendapatan pegawai (kalau yang di-“atas” tidak perlu lagi) adalah salah satu program kesejahteraannya.
    Eh .. udah ada belum .. calon pemimpin yang punya visi dan misi seperti itu? Soalnya sampai sekarang masih bingung memilih ..

    Misbah says: mas Mardias, terimakasih atas komentar dan opini Anda. Salah satu yang sedang saya tulis juga mengenai pemberantasan korupsi. Namun, saya sedang memilah kategori visi menjadi dua, yaitu program politik dalam negeri dan luar negeri. Nah, untuk korupsi adalah untuk yang program dalam negeri. Saya melangkah satu-satu. Yah, maklum, baru belajar mas.
    Soal calon pemimpin yang punya visi dan misi seperti itu? Saya juga masih bingung sekali mas. Selain terlalu banyak yang harus dilihat dan dipilih, juga belum ada yang sesuai dengan harapan kita. Yah, semoga saja ada, kita tunggu saja. Salam kenal Mardias.

    Balas

  3. Negara harus bebaskan biaya pendidikan
    Negara harus bebaskan biaya kesehatan
    Negara harus ciptakan pekerjaan
    Negara harus adil tidak memihak

    Itulah tugas negara
    Itulah gunanya negara
    Itulah artinya negara
    Tempat kita bersandar dan berharap
    Kalau tidak bubarkan saja

    …sebenere aq tertarik nulis di artikel ini cuma karena liat tanggal dipostingnya artikel…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: