‘the hunter party’ dan ‘a mighty heart’: film yang patut ditonton oleh para calon dan pegiat media serta jurnalistik


Dalam liburan kali ini, saya menikmatinya dengan sakit. Daripada saya hanya tidur dan merasakan pusing, badan panas, dan tenggorokan susah nelan, saya memutuskan meminta seorang teman untuk mencarikan dan meminjamkan saya beberapa film ke rental CD/DVD terdekat. “Pokoknya, bilang ke penjaga rental, nyari film yang bercerita atau mengenai wartawan atau jurnalistik ya,” begitu pesan saya padanya.

Setelah pulang, teman saya meminjamkan 6 film DVD. “Yang berbau jurnalistik cuman ketemu 2, yang The Hunter Party sama A Mighty Heart“, teman saya menjelaskan. Tak perlu nunggu lama, saya pun langsung memutar 2 film tersebut. Yang saya tonton pertama adalah The Hunter Party.

The Hunter Party merupakan salah satu film yang menceritakan kisah nyata dengan menakjubkan. Film yang dibintangi oleh Richard Gere (sebagai Simon Hunt) dan Terrence Howard (memerankan Duck, sang kameramen). Ada 1 wartawan yunior lagi yang turut dengan mereka, anak seorang Direktur TV Internasional (saya lupa namanya, kalau tidak salah Jesse Eisenberg). Film ini mengisahkan perjuangan 3 orang wartawan yang menjadi koresponden televisi internasional. 3 orang jurnalis TV yang meliput perang di Bosnia. Dari pengalamannya, mereka ini belum pernah gagal mendapatkan berita terbaik dalam peperangan. Dari kisah keberhasilan dan keberanian mereka itu, yang selalu sukses mendapatkan berita update di negara yang sedang perang, Simon merasa tertantang dan ingin membalaskan dendam atas kematian kekasih yang sedang mengandung anaknya. Pacar Simon dibunuh oleh gembong perang Bosnia di depan matanya.

Alhasil, Simon mengajak dan merayu Duck sebagai kameramen untuk mencari dedengkot penjahat perang. Selain ingin balas dendam, dia juga menginginkan hadiah yang ditawarkan Amerika dan PBB jika bisa menangkap ‘the Fox’ alias seorang Bosnia’s war criminal (diperankan Radovan Karadzic). Dalam benak mereka juga ingin mendapatkan liputan yang sangat sensasional dan terbaik serta bayaran yang tinggi.

Film yang satu lagi, yaitu ‘A Mighty Heart‘ produksi Paramount Vantage 2007. Film yang dibintai oleh Angelina Jolie (memerankan Mariane, seorang jurnalis dan istri seorang wartawan) dan Dan Futterman (memerankan Danny atau Daniel Pearl, suami Mariane). Film ini juga berbasis kisah nyata. Dikisahkan, pada tahun 2002, Danny seorang reporter Wall Street Journal, pergi meliput seorang tokoh Islam fundamentalis yang disinyalir mempunyai hubungan dengan peristiwa 9 September penghancuran WTC di Amerika. Pada suatu sore, Danny berpamitan dengan istrinya untuk berangkat bertemu dengan Syeikh Muhammed (kalo tidak salah), seorang Tokoh Islam di Pakistan. Rupanya dalam perjalanan, Danny disandra oleh mereka.

Yang seru dalam film ini, adalah ketika proses pencarian yang melibatkan banyak kalangan, dari mulai para jurnalis seniornya Danny, CIA, DIA, dan polisi Pakistan. Lebih menegangkan lagi, ditambah dengan suasana Angelina Jolie yang sedang hamil tua. Walaupun dalam kondisi seperti itu, dia tetap bersemangan untuk terus mencari suaminya. Di akhir cerita, Marriane menunjukkan begitu kuatnya jiwa seorang wartawan yang harus siap dalam kondisi apapun. Harus bisa menerima fakta dan kenyataan, bahwa suaminya telah dibunuh dengan dipotong-potong tubuhnya menjadi 10 bagian. Dia berteriak! saaaangat histeris!

Anda penasaran kan? Silahkan cari dan tonton film tersebut. Menurut saya, film ini sangat layak ditonton oleh siapapun yang ingin menjadi seorang reporter, jurnalis, atau wartawan yang hebat. Bahkan, bagi yang sudah merasa dirinya seorang reporter, jurnalis, maupun wartawan. Belajar bagaimana harus menyikapi banyak hal, termasuk beragam ancaman, intimidasi, bahkan pembunuhan sekalipun. Salam. —Misbah Munir

Berikut ini link trailer film ‘a mighty heart’.

3 responses to this post.

  1. wah ngeri juga ya jadi reporter mas, sampai jadi korban mutilasi gitu.. klo di Indonesia pernah ga ada kejadian seperti itu mas..? apa dulu malah banyak ya, cuma ga pernah dipublikasikan aja..?

    Misbah says: to Tedy, banyak sekali contoh korban hilang wartawan Indonesia. untuk Jogja, yang paling terkenal adalah kasusnya Udin, wartawan Bernas. Sampai sekarang kasus ini tidak jelas juntrungannya. Dan, saya yakin, banyak lagi yang seperti Udin, tapi karena kekejaman dan kehebatan pemerintah jaman itu, tidak terpublikasikan ke masyarakat.

    Balas

  2. emang wartawan Bernas itu meliput berita apa mas kok sampai hilang..?

    Misbah says: Tedy, Udin diduga meliput sebuah ‘kecurangan’ salah seorang petinggi di Indonesia. Saya belum berani memastikan hal ini karena pihak pengadilan pun belum memutuskan satupun keputusan untuk Udin. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya ya.. salam.

    Balas

  3. jadi pengen nonton film’y.. penasaran.. hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: