Aplikasi ISO untuk Public Relations: Sebuah Model Sertifikasi untuk Pengembangan PR Sebagai Strategic Tools


Profesi Public Relations atau PR, dan demikian juga profesi marketer, saat ini sudah bukan lagi urusan sebuah departemen PR atau marketing. Pada perusahaan modern sekarang, PR dan Marketing adalah tugas ”semua karyawan” karena sedemikian strategisnya fungsi kedua profesi ini. Sikap karyawan yang jelek di masyarakat adalah ”PR” yang jelek bagi perusahaan.

Kini setiap karyawan harus bisa menjadi PR dan Marketing yang baik bagi perusahaannya. Dalam hal ini, terlebih lagi bagi daerah kabupaten pemekaran, ormas dan Orpol, Pilkada, Pilgub, Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta bekerja dengan dukungan konsep Publik Relations ”paradigma baru” sudah menjadi keniscayaan. Pertumbuhan masyarakat yang semakin kritis, akan sulit diakomodir jika korporat hanya mengandalkan sekedar kahlian PR Konvensional. Kampanye program dan target apapun, terutama yang mangandung muatan dan isu-isu terobosan yang menuntut edukas tinggi, ia harus memiliki pasukan PR dan Marketing (pemasar) yang mampu menembus berbagai dimensi internal dan eksternalitas perusahaan berbasiskan pendekatan ISO. Namun mendidik sendiri dari awal seluruh anggota menjadi PR dan marketer merupakan pekerjaan panjang, sementara keadaan menuntut segera atas ketersediaannya.

Pengantar Program

Di sisi lain, bagi perusahaan yang produknya ingin masuk pasar global, meraih ISO merupakan satu keharusan. Di pihak lain, dilihat dari lingkungan internal korporat sendiri, ISO merupakan system Kendali mutu yang bekerja secara statistical untuk mencegah terjadinya cacat produk. Namun demikian meski pun dalam operasionalnya penuh dengan borang-borang statistikal, seratus persen manajemen ISO pada dasarnya tetap sebuah gerakan perubahan budaya perusahaan.

Ia menyentuh soal karakter dan komitmen penuh para CEO dan seluruh lini manajemen, soal seni memenej SDM, soal kaizen, soal kedisiplinan, soal kerja sama team, soal semangat untuk memuaskan pelanggan (customer sutisfaction) dan semangat produksi yang dipandu oleh kepentingan pelanggan (customer driven) yang proses pengakarannya (peng-internalisasinya) mutlak harus bekerja secara otonom dari dan dalam diri setiap individu anggota korporat.

Bagaimana hubungannya dengan Public Relations?
Hubungannya adalah kenyataan bahwa meski posisi PR sangat strategis berkaitan dengan sukses gagalnya meraih ISO ini, namun sayangnya terdapat missing link besar dalam proses-proses tersebut bahwa ilmu manajemen ISO (Total Quality Control) ini tidak ada dalam kurikulum prodi komunikasi. Menjadi pertanyaan besar di sini. Bagaimana para PR dapat mengelola dan mengendalikan seluruh proses dalam meraih ISO dengan efektif manakala para PR ini tak memahami ilmunya?

Penelitian membuktikan bahwa perusahaan yang menghadapi banyak kejadian cacat produk, akan mengalami kerugian besar. Kerugian tersebut berupa tersedotnya kembali laba yang diperoleh perusahaan sampai 40 persen lebih. Belum lagi biaya tak langsung atas rusaknya reputasi perusahaan karena banyak dikomplain di pikiran pembaca atas produk-produknya yang cacat.

Dalam konteks ini, PR yang tak memiliki wawasan yang cukup atas manajemen ISO, akan sama artinya dengan memaksa diri masuk dalam perangkap ranjau kegagalam perusahaan tanpa PR yang bersangkutan memahami penyebabnya, alih-alih malah akan memperparah kegagalan perusahaan berupa datangnya berbagai efek komplikasi yang luas.
Hal yang paling krusial di sini adalah bagaimana cara meletakkan kedua ilmu tadi dalam “Adonan” yang pas hybrid sedemikian rupa sehingga “ilmu PR” di satu sisi dan disiplin Kendali Mutu Berkelanjutan dapat menjadi senjata yang efektif untuk mengelola perusahaan yang sedang menjalani ISO menuju wajah budaya barunya. Melihat “ilmu mutu” dari kacamata PR adalah sebuah terminal tersendiri. Untuk itulah diperlukan proses sertifikasi khusus bertema: Aplikasi ISO untuk PR ini.

Karakter Hybrid Program ini
Instrumen PR, terutama jurnalistiknya, pada hakekatnya merupakan “tools” atau alat belaka. Ia alat untuk menghandle, baik perubahan perilaku (attitude) maupun paradigma berpikir-tindak seseorang: CEO, karyawan, mitra pemasok, customer dan bahkan lingkungan sosio kultural yang lebih luas.

Sedangkan manajemen ISO sebagai content, ia berupa: skill, manajemen proses-proses, ethos, model team work, mekanisme pengembangan mutu berkelanjutan dsbnya, yang harus diisikan ke otak orang –terutama CEO perusahaan—yang notabene membutuhkan ketrampilan jurnalistik demi bisa mengendalikan para petinggi secara santun dan efektif.

PESAING: Nol, Ceruk Pasar dan Trend Setter
Pesaing untuk program ini tidak ada. Kita merupakan pelatak dasar keilmuan hybrida baru ini. Karakter ini yang memposisikan diri sebagai program pencucian karakter para PR agar dia dapat menjadi pribadi yang otonom, Efektif sebagai penghandle (di depan bos dia menjadi orangnya pekerja, di depan pekerja dia mewakili perspektif boss) demi tercapainya kesalingpahaman antar anggota stakeholders perusahaan, dengan treatmen lintas bidang yang diformulasikan dengan berbagai simulasi khusus, menjadikan bidang akan sangat diminati orang dan sulit ditembus oleh pesaing.

Dunia perusahan sekarang memang membutuhkan PR yang memiliki otonomi-tercerahkan. Tengah-tengah antara inferior dan superior. Ia bukan sekedar PR yang tugasnya bikin press release dan melayani customer, tetapi PR sebagai ”sekjennya CEO” sebagai lini strategic tools. Mencetak karakter seperti ini tidak bisa dengan teknik sulapan-instan. Ia bisa terbentuk sebagai efek semata manakala dia (para PR) bisa menembus esensi hakekat manusia dalam perusahaan dari formatnya yang paling kompleks, kombinasi dengan berbagai formula khusus yang hybrid sedemikian rupa dan terutama ia harus belajar dari orang yang memang memiliki karakter khusus semacam itu.
Untuk ketiga hal inilah kurikulum “Aplikasi ISO untuk PR” ini kita disain.

PELUANG FORMAT KURIKULER

  1. Sertifikasi ISO coPR (potensi peserta: PR-PR se Indonesia, baik di korporat swasta, BUMN, Perbankan, Pemda, Ormas, Orpol)
  2. Master ISO (MisoPR) 2 tahun (potensi peserta: lulusan S1 Teknik Industri untuk manufactur, dan seluruh lulusan S1 Ilmu-ilmu Sosial dengan konsentrasi khusus/pilihan sesuai asal korporat/instansi)
  3. Kurus reguler

Kurikulum

1. Hybrida Dasar: ISO dalam perspektif Komunikasi (Bagaimana Mengelolanya dalam Liputan Media Kehumasan)

  • Manfat ISO: Studi Kasus Jepang, dari Pecundang Menjadi Penguasa Dunia
  • ISO sebagai Kendali Statistik Mencapai Mutu Produk
  • Dimensi Budaya proses-proses ISO
  • Prinsip-prinsip Manajemen Mutu Terpadu

2. ISO Dalam Perspektif Manajemen Perubahan: Mengelola untuk Terobosan Keunggulan Organisasi/Produk (Bagaimana Menterjemahkannya dalam ”Politik Redaksional” Media Kehumasan)

  • Peran Strategis Pemimpin Sebagai Pengawal dan Peletak Perubahan
  • Dimulai dari Pelanggan Berakhir di Pelanggan (Customer Driven)
  • Apa dan Bagaimana Kaizen Sebagai Sumber Keunggulan Produk
  • Meraih Keterlibatan Orang-orang dan Team

3. ISO dalam Implementasi Tugas-tugas Jurnalisme Kehumasan

  • Mengapa Menekankan Tugas Jurnalisme Kehumasan
  • Mendisain Media Internal untuk Pengawalan Implementasi ISO
  • Mengelola Konflik untuk Mencapai Terobosan
  • Fokusing Isu Sebagai Langkah Asesmen
  • Mengelola Media Kehumasan untuk Setiap Tahapan ISO
  • Bergerak dari Badan Kendali Mutu Menjadi Total Kendali Mutu

Potensi Peserta Umum

  1. Team Perusahaan, sebagai team redaksi majalah kehumasan terdiri dari: PR, divisi CSR, manajer-manajer lini, unit Kendali Mutu. Bisnis turunan untuk kita: konsultan media dan jasa percetakannya
  2. Perorangan, seperti: PR/CSR, sekretaris perusahaan
  3. Partai Politik/Ormas: Dari Sekjen sampai humas-humas Parpol.
  4. Perguruan Tinggi: Humas Universitas, humas fakultas
  5. Pemda: Humas Pemda, Humas Departemen Teknis,

Lama Pendidikan

  1. Sertifikasi (dalam proses perhitungan)
  2. Dalam bentuk lokakarya 3 hari
  3. Apresiasi Dasar (2 hari)
  4. Modeling Media, target menghasilkan rancangan rubrikasi sesuai dengan karakter korporasi masing-masing (3 Bulan tiap akhir pekan)

Kontak dan informasi: herinpriyono (at) yahoo (dot) com

2 responses to this post.

  1. Posted by faulina on 28 Februari 2011 at 06:36

    mohon segera info sertifikasi PR di bandung,tx

    Balas

  2. Mohon info kegiatan sertifikasi di Surabaya dimana. Terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: