para munir-munir mendiskusikan munir


Hehe.. Geli saya jika ingat diskusi saya tadi malam. 3 orang yang namanya ‘munir’ mendiskusikan soal ‘munir’. Munir yang didiskusikan itu Munir si Ketua Kontras yang katanya dibunuh di pesawat ketika di Belanda dan kasusnya sampai sekarang belum punya titik terang sama sekali. Sedangkan Munir yang membicarakannya itu, Mishbahul Munir (saya sendiri), seorang teman yang kuliah di UGM namanya Ahmad Munir, dan satu lagi teman pegawai bank swasta di Jogja namanya Miftahul Munir.

Hehe.. sekali lagi senyum-senyum sendiri saya. 3 orang memiliki nama yang sama membicarakan nama yang sama. “Hai, gimana kabar Munir?” begitu saya menyambut kedatangan mereka. “Udah mati wak dan kasusnya buntu,” Ahmad Munir menjawab sambil tampak menahan tawa.

“Lah, habis, sok berani sih Munir itu. Berani-beraninya dia melawan kroni penguasa. Pemerintah yang sedang berkuasa kok dilawan. Itu, si Muchdi PR kan cuman pesakitan sebenarnya. Gila pa, sistem apik intelijen kok mau diobrak-abrik,” tandas Munir yang satu lagi.

“Para pejuang Munir, baik istri maupun relawannya itu seharusnya sudah bisa mengikhlaskan kepergian Munir. Kan, mereka sebenarnya sangat bisa melahirkan Munir-Munir yang lain, yang tak kalah hebat dari Munir. Ya, kita-kita ini toh contohnya,” sahut Munir yang satunya.

“Ah, kalau kita ini, Munir yang hebatnya cuman ndobos atau celotehan di kampus aja. Kalau kuliah sok tahu. Tanya sana sini tapi sebenarnya tidak tahu apa-apa. Terus, kalau Munir yang satunya bisanya kan cuman ngitung duit dibalik meja kasir Bank. Masa mau dipadu-padankan dengan si Munir yang hebat itu”, ujarku, Munir.

“Minimal kita kan bisa jadi Munir-Munir yang berani memperjuangkan hak dan membela orang yang lemah di sekeliling kita masing-masing. Jika Munir melawan kejahatan pemerintah Indonesia. Munir-Munir ini kan sama juga melawan kejahatan yang ada di lingkungan sekitar kita. Jadi, jangan putus asalah. Terus berjuang ya para Munir! Sampai titik penghabisan!” kata-kata Munir dengan penuh gelora. —Munir

Berikut download laporan perkembangan terbaru kasus Munir.

tulisan ini saya dedikasikan untuk Djarum Black Blog Competition with keyword Black Community, Blackinnovationawards, and Blackinnovationawards goes to campus.

One response to this post.

  1. Subhanallah. Nama saya juga munir :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: