Pemilu 2009: Sejarah Pemilu Paling Amburadul dan Bentuk Kebodohan Pemerintah Indonesia Beserta Perangkatnya


Setujukah Anda jika Pemilihan Umum atau Pemilu 2009 kali ini merupakan pemilu yang paling amburadul? Dengan jumlah partai politik yang begitu banyaknya. Belum lagi jumlah calon legislatifnya yang tak sedikit dan hampir tidak jelas semua. Juga, sistem contreng atau centang yang tidak mencerminkan sedikitpun masyarakat Indonesia yang mayoritas masih buta huruf dan tak bisa menulis.

Okelah, masyarakat berpendidikan lebih banyak jumlahnya di negara kita ini, tapi, jika niatnya seluruh masyarakat Indonesia bisa memilih, seharusnya ada kebijakan khusus bagi seluruh mahasiswa atau siswa di sekolah dan perguruan tinggi di manapun berada. Mereka itu bagian masyarakat terdidik, tapi pada pemilu 2009 ini, hampir semua mahasiswa dan siswa yang tinggal di luar daerah tempat tinggalnya, malah turut tidak memilih. Yah, termasuk saya ini juga sih…

Menurut saya, sekali lagi, menurut saya, Pemilu 2009 ini merupakan bentuk kebodohan, ketololan, dan tidak memasyarakatnya kebijakan pemerintah Indonesia. Saya tidak menyebut yang salah presiden, wakil presiden, atau anggota DPR, KPU, atau siapapun, yang penting siapapun yang telah menelorkan sistem inilah yang bertanggung jawab atas keamburadulan pemilu ini.

Yah, kita lihat saja hingga akhir penetapan perolehan suara tingkat nasional. Semoga saja tidak terjadi kekisruhan yang dibuat-buat oleh para caleg atau partai yang tidak terima karena mereka kalah. Mari bersiap diri untuk itu dan berpikir lebih jernih untuk memilih dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Juni mendatang. Jika jadi sih… hehe…

Gimana menurut Ente semua? –(Misbah)–

6 responses to this post.

  1. Posted by romailprincipe on 11 April 2009 at 13:55

    Yups, setuju… Saya muak dengan KPU yang dikendalikan. Dan masih sempat mengadakan teleconference dan mengatakan 98% pemilu siap dilaksanakan.. Apanya yang 98%, 98% rusak?

    Balas

  2. Posted by Haryo Sadoro on 13 April 2009 at 02:34

    Tidak setuju, sebagai bagian dari pelaku demokrasi sebaiknya tidak hanya menyalahkan (salah satunya KPU) tetapi kita juga harus ikut membantu kelancaran proses ini, kalau belum terdaftar mbok ya ndaftar… KPU juga manusia, pemerintahan ini juga diurus oleh manusia. Yang namanya manusia tentu masih banyak yg tidak sempurna. Kesempurnaan hanya milik Nya. Kalu ada yg bilang 98% rusak, itu berlebihan… gak sampai segitu kok.

    Misbah says: Pak Haryo, terimakasih telah memberikan pendapat di blog saya. Semoga pendapat saya dan teman-teman yang berkomentar di sini juga merupakan salah satu bagian dari demokrasi juga ya Pak. Jika kami tidak memberikan ‘suara’ dalam pemilu karena segala keterbatasan kami, mungkin ‘suara’ kami yang di blog ini bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Semoga Indonesia kian baik di kemudian hari. Salam kenal.

    Balas

  3. Posted by romailprincipe on 13 April 2009 at 12:19

    @ Haryo: Ok dah pak, Kesempurnaan hanya milikNya… Jalan2 dong ke Blog ku.. Ada tulisan yang menyenangkan untuk pemerintah kok. Demokrasi tidak boleh kebablasan ya.. hihi..
    @ Misbah: ajarin ngeblog dong pak.. sekarang sedang domisili dimana?

    Misbah says: Romail, salam kenal. Saya saat ini tinggal di Jogja, tepatnya Jakal Km. 8, Dusun Prujakan. Soal Ngeblog, saya juga sedang belajar ini. Jadi, bareng-bareng belajar aja ya… Btw, apa alamat blog Romail, kok tidak disertakan dalam komentar ini? Thanks.

    Balas

  4. Posted by romailprincipe on 14 April 2009 at 10:03

    padahal saya login sebagai romailprincipe, jadi ta kira langsung ada link nya..
    blog saya http://romailprincipe.wordpress.com. Dulu kos ku di jakal km 5, karang wuni.. Jogja, Paris Van Java??? he2.. gak akan melupakan.
    BTW saya muak sekali dengan pemberitaan tentang kecurangan pemilu.. konyol.. Kemarin terpaksa golput karena jaga ibu di RS.. Besok mudah2an tidak. Say no to… he2.. ga jadi dah..
    Ok nti ajarin ya..

    Misbah says: Terimakasih mas Romail. Rupanya kita tetanggaan ya.. Untuk pemberitaan kecurangan pemilu, tidak usah gusar, santai aja. Jika pemilu adalah salah satu proses demokrasi, maka pemberitaan kecurangan pemilu juga merupakan bagian dari demokrasi juga. Maka biarkanlah itu berproses sesuai alur demokrasi yang dipercaya oleh Negara Indonesia.

    Balas

  5. […] salah satu comment saya pada blog lain beberapa hari lalu, sempat ditanggapi oleh salah satu pengunjung blog dan sang empunya blog. […]

    Balas

  6. iya masbro,
    pemilu tahun 2009 memang sangat membingungkan, banyak orang terutama orang tua yang gak ‘NGEH’ dengan apa yang harus mereka pilih, hihihi,,,
    saat ini sudah disederhanakan lagi, semoga tambah berkualitasss

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: