2 Hal Pemicu Krisis Ekonomi Global (Global Financial Crisis): Kebijakan Moneter yang Terlalu Longgar dan Global Imbalances


Bank Indonesia (BI), hari ini, 15 April 2009, merilis Laporan berjuluk “Outlook Ekonomi Indonesia 2009-2014” (download .zip). Dalam Laporan tersebut, menyebutkan, bahwa krisis global yang berlangsung sejak pertengahan tahun 2008 belum juga usai hingga hari ini. Dari berbagai kajian, dapat disimpulkan ada 2 hal yang melatarbelakangi krisis keuangan global ini.

1. akibat kebijakan moneter yang terlalu longgar.
2. ketidakseimbangan global (global imbalances).

Seperti yang diberitakan oleh banyak media, longgarnya kebijakan moneter AS sepanjang periode 2002-2004 diyakini merupakan faktor pendorong utama melonjaknya kredit perumahan di AS. Selain rendahnya suku bunga, kenaikan permintaan kredit perumahan juga didorong oleh kebijakan Pemerintah AS yang mendukung program kepemilikan rumah melalui lembaga pembiayaan perumahan milik pemerintah seperti Fannie Mae dan Freddie Mac.

Melonjaknya permintaan rumah menyebabkan harga rumah turut mengalami peningkatan. Kondisi ini semakin mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit perumahan secara agresif sehingga pada saat bersamaan terjadi penurunan standar kehati-hatian dalam penyaluran kredit perumahan. Ketidakhati-hatian inilah yang memunculkan subprime mortgage (pinjaman perumahan kepada nasabah yang sebetulnya kurang layak untuk mendapatkan KPR bank).

Permasalahan menjadi semakin kompleks dengan munculnya sekuritisasi subprime mortgage menjadi mortgage-backed securities (MBS), yang kemudian berkembang menjadi produk-produk derivatif seperti CDOs (collateralized debt obligations) dan SIVs (structured investment vehicles) melalui financial engineering yang kompleks dan tidak transparan.

Lembaga rating juga turut berperan cukup signifikan dalam memicu terjadinya krisis. Lembaga pemeringkat rating hanya memperhitungkan credit risk, dan kurang memperhitungkan kemungkinan munculnya systemic market risk, yang muncul dari respons yang tidak simetris dari sekuritas-sekuritas tersebut terhadap perubahan kondisi perekonomian.

Sementara untuk penyebab kedua yakni ketidakseimbangan global (global imbalances). Twin deficit (defisit fiskal dan transaksi berjalan) yang dialami AS diyakini bertanggung jawab terhadap terjadinya krisis saat ini. Twin deficit ini dipicu oleh munculnya fenomena global saving glut di mana sejumlah orang di sejumlah tempat melakukan kegiatan menabung yang terlalu intensif dan sangat kurang dalam melakukan kegiatan belanja.

Fenomena ini merujuk pada kondisi negara-negara di Asia pascakrisis 1997, yang terus memupuk peningkatan cadangan devisa, dan negara penghasil minyak yang menikmati kenaikan harga minyak. Dengan kondisi pasar finansial di emerging market yang masih terbatas, fenomena global saving glut ini telah mendorong meningkatnya minat negara-negara emerging terhadap aset-aset milik negara-negara maju, termasuk AS.

Derasnya aliran modal masuk ke pasar finansial AS inilah yang dianggap sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong rendahnya suku bunga AS untuk beberapa periode yang cukup lama. Suku bunga yang rendah ini mendorong masyarakat AS untuk mengkonsumsi lebih banyak, termasuk didalamnya melalui pembelian aset, terutama perumahan. Meningkatnya pembelian aset akhirnya melambungkan harga aset tersebut, dan membuat masyarakat pemilik aset merasa lebih kaya (wealth effect), yang pada gilirannya semakin mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi.

Berpijak pada pandangan ketidakseimbangan global ini, krisis yang terjadi dengan demikian dapat diartikan sebagai proses bergeraknya kembali perekonomian global menuju ke keseimbangan setelah sekian lama berada dalam ketidakseimbangan.

(dinukil dari http://id.news.yahoo.com dan http://www.detik.com/)

OUTLOOK EKONOMI INDONESIA (diunduh dari http://www.bi.go.id/)

Tanggal Judul file
14-04-2009 Outlook Ekonomi Indonesia 2009 – 2014 : Krisis Finansial Global dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia .zip
25-09-2008 Outlook Ekonomi Indonesia 2008-2013:Organisasi Industri dan Pembentukan Harga di Tingkat Produsen – Juli 2008 .zip
30-01-2008 Outlook Ekonomi Indonesia 2008 – 2012 : Integrasi Ekonomi ASEAN dan Prospek Perekonomian Nasional .zip

2 responses to this post.

  1. pak itu downloadnya ada password dan username buat ngambilnya.. kira2 apa ya? terimakasih.

    Balas

  2. Posted by dede anjaya on 29 Desember 2012 at 07:48

    Pak saya juga dengan petanyaan yang sama, apa kah mesti jadi member dulu baru bisa mendownload file tersebut.. terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: