syarat utama dan satu-satunya syarat menjadi calon presiden (capres) dan wapres: sungguh-sungguh manusia


Tadi malam, alhamdulillah saya bisa hadir kembali dalam pengajian mocopat syafaat padhang mbulan yang diasuh Cak Nun atau Emha Ainun Najib di Kasihan, Bantul, Yogyakarta, periode 17 April 2009.

Satu hal terpenting yang saya rangkum dalam diskusi kami malam yang penuh cinta tersebut adalah mensyaratkan satu syarat tunggal bagi calon presiden atau capres dan wakilnya, yaitu bisa menjadi dan sungguh-sungguh manusia. “Maksudnya kalau asal jadi manusia, ya kita semua bisa. Sehat jasmani, hidung lengkap, berpendidikan minimal kuliahan, mata melek, hidung tidak tuli akan bau, telinga masih waras, dll, bukan itu maksudnya. Gampang banget kalau cuman itu. Pertanyaannya, apakah kita paham dan bisa menjadi sungguh manusia?” itulah celetuk dan salah satu guyonan kita malam itu.

Yang dimaksudkan ‘manusia’, adalah makhluk paling sempurna dijagad alam semesta ini. Dia bukan Anjing atau Asu dalam bahasa Jawa (yang entah berapa kali pada malam itu kita sebut-sebut sebagai ‘guyonan cerdas budaya’), bukan pula Ayam, Pohon, atau apapun. Tapi, dia sungguh-sungguh sejatinya menjadi ‘manusia’. Dia memiliki hati sebagai kendali yang bersifat ketuhanan yang tak akan pernah mengajak berbuat bodoh, akal yang melakukan fungsi membentuk manusia menjadi cerdas dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah duniawi, keberanian melawan ajakan akal untuk berbuat tidak baik dan menuruti hati kala mengajak berbuat kepositifan, punya malu dan berani mengakui ‘kemaluannya’ tersebut, mudah dan ikhlas mengucapkan terimakasih dan meminta maaf kepada siapapun.

Itulah syarat utama dan tunggal untuk menjabat Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang turut pemilihan atau pilpres 2009 ini. Dia tidak harus kaya dan tebar pesona serta janji. Walaupun, itu juga sifat dasar manusia. Tapi, jika ia sungguh-sungguh manusia, maka ia akan berpikir ulang untuk bersombong diri atas kekayaan dan mudah tebar pesona serta janji kepada siapapun.

Sekali lagi, wahai para calon capres, saya hanya butuh satu janji dari Anda semua. Berjanjilah untuk akan serius dan membuktikan bahwa Anda akan benar-benar menjadi ‘Manusia sejatinya Manusia’. Saya akan pilih Anda deh dengan tulus ikhlas dan siap berkorban bagi Indonesia bersama kepemimpinan Anda. Semoga Indonesia tetap jaya bersama Merah Putih dan Kemanusiaannya. –Munir–

2 responses to this post.

  1. Pembukaan UUD 1945, telah menegaskan salah satu tujuan pembentukan negeri ini yakni mensejahterakan kehidupan bangsa. Setiap kiprah politik haruslah mengalir dalam koridor mensejahterakan, artinya koridor konstitusi ini menjadi frame kiprah politik kandidat RI 1 dan RI 2. Lalu siapa diantaramu yang berjuang untuk semua ini. klik renungan ini.

    Misbah says: Bran, bagus sekali pencerahan Anda. Terimakasih. Kiprah saya tidak banyak kok.

    Balas

  2. Posted by agus on 3 Februari 2012 at 06:31

    saya suka isi nya karna pries sekarang thu tdk lagi yang sprti itu tp satu lagi kamu lupa yaitu kesadaran akan tugas dan tanggung jawab karna itu yang paling penting

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: