Fenomena Pornografi dan Pendidikan: Anak-anak, Pasar Empuk Pembuat Produk Berbau Porno


Anak di bawah umur 10 tahun belum dapat menggunakan logika berpikir secara maksimal. Apa yang mereka lihat akan langsung dipraktikan tanpa menganalisis benar atau salah. Setelah mereka melakukan tindakan itu dan merasa mendapatkan kenikmatan, mereka akan mengulangi tindakan tersebut lagi dan lagi. Dengan demikian, tak mengherankan jika anak-anak adalah target utama para pembuat dan pemasar tayangan pornografi.

Demikianlah salah satu hal yang mencuat dalam pembahasan Uji Materi UU Anti Pornografi, di Kantor KPAI Jakarta, Selasa (5/5) seperti yang dilansir banyak media.

Memang, berdasarkan banyak fakta, sebelum membuat tayangan pornografi, para ahli berkumpul untuk merancang “strategi”. Ada ahli dari ahli syaraf, psikolog, dan yang pasti ahli-ahli dari pembuat teknologi yang membuat tayangan tersebut menarik. Kemudian, pasar yang dibidik adalah anak laki-laki yang belum baliq.

Ia menerangkan, pada anak laki-laki yang belum mengalami masa puber sekitar umur 9 tahun, mereka mempunyai rasa penasaran yang tinggi terhadap tayangan pornografi. “Anak-anak dilarang menonton tayangan itu oleh orangtuanya dengan alasan masih kecil, dan itu membuat rasa penasaran mereka bertambah,” kata dia.
Saat orangtua lengah, ia melanjutkan, anak akan mencuri-curi untuk menonton tayangan pornografi itu. Setelah menonton tayangan tersebut, apa yang dilihat akan tersimpan terus di dalam sistem limbik. “Tak jarang saat menonton, anak mengalami orgasme. Pada saat itu mereka memang merasa berdosa. Namun, karena merasa ada sesuatu yang menyenangkan, mereka akan mengulanginya lagi,” ungkapnya.
“Dan setelah mengalami 33-36 kali pengalaman orgasme, seumur hidup anak akan kecanduan pada tayangan pornografi itu,” imbuhnya.
Menurutnya, jika pada umur 9 tahun saja anak sudah kecanduan dengan tayangan pornografi, pada usia 14 tahun anak itu berpotensi melakukan hal-hal yang lebih berbahaya lagi karena setiap hari kadar adiksi dan tingkah laku anak terus berkembang.
“Untuk mencegah anak-anak kecanduan pada tayangan pornografi, orangtua juga harus mengawasi kegiatan anak. Kalau mau memberikan mainan untuk anak, sebaiknya dilihat dulu, kalau tidak mengerti tanya pada pihak lain,” kata dia.
“Hilangkan budaya tidak peduli antara anak dan orangtua. Walaupun sibuk, tetap berikan perhatian kepada anak. Selain itu, pemerintah juga harus menegakkan peraturan dengan tegas. Anak-anak harus dilindungi,” tandasnya.

Anak laki-laki yang belum mengalami masa puber sekitar umur 9 tahun, mereka mempunyai rasa penasaran yang tinggi terhadap tayangan pornografi. Anak-anak biasanya sudah dilarang menonton tayangan yang berbau esek-esek oleh orangtuanya dengan alasan masih kecil. Namun, itu akan kian membuat rasa penasaran mereka bertambah lho…

Saat orangtua lengah, mereka akan mencuri-curi untuk menonton tayangan orang dewasa itu. Setelah nonton, apa yang telah  dilihat akan tersimpan terus di dalam sistem limbik. Saat menonton, dijamin mereka akan orgasme. Saat itu sih  mereka memang merasa berdosa. Namun, karena menyenangkan, mereka dijamin ngulangi lagi. 

Menurut ahli, setelah mengalami 33-36 kali pengalaman orgasme, seumur hidup anak atau kita yang dewasa juga, akan kecanduan pada tayangan pornografi itu.

Pas umur 9 tahun saja mereka udah kecanduan dengan tayangan bugil, pada usia 14 tahun mereka berpotensi melakukan hal-hal yang lebih berbahaya lagi, seperti onani, pergaulan bebas, bahkan pergi membeli PSK, karena setiap hari kadar adiksi dan tingkah laku anak terus berkembang.

Untuk mencegah anak-anak kecanduan pada tayangan syur itu, orangtua juga harus mengawasi mereka. Kalau memberikan mainan, harus dilihat dulu. Jangan sampai, mau beliin video sinchan, eh isinya orang bugil yang sedang in the hoy… Hehe…

Mari kita tingkatkan peduli anak dan orangtua. Sesibuk apapun, tetap berikanlah perhatian pada anak. Selain itu, pemerintah juga harus menegakkan peraturan dengan tegas. Anak-anak harus dilindungi Bos! Biar kita aja yang kadung terlanjur! hehehe…

Gimana menurut Anda? –Munir–

One response to this post.

  1. Posted by arif on 15 Mei 2009 at 07:25

    Kunjungan Pertama Blog. Artikelnya bagus apalagi kata-katanya menarik menambah wawasan dan pengalaman saya trims ya… lanjutkan artikelnya saya tunggu. O iya… Boleh saya minta komentar dari teman untuk artikel di blog saya? Kalau Boleh Kunjungi blog saya ya hari ini saya baru posting artikel tolong komentarnya kalau bisa komentarnya berkaitan dengan artikelnya ya. Ini alamatnya http://arifust.web.id/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: