Tipe Atasan dan Cara Menghadapinya!


Seperti apa sajakah tipe-tipe kepemimpinan yang ada di perusahaan? Bagaimana menghadapinya?

Si Pengganggu
Tipe seperti ini cenderung kasar dan mabuk kekuasaan. Si pengganggu ini, entah mengapa senang mempermalukan Anda di depan orang lain, seperti klien atau rekan kerja, hanya untuk menunjukkan bahwa kedudukan dia lebih tinggi. Kadang untuk menunjukkan kehebatannya, ia senang mengancam Anda akan memecat Anda, meskipun kesalahan Anda kecil. Menghadapi atasan seperti ini bisa jadi sebuah tantangan yang sulit. Trik yang bisa Anda lakukan hanyalah dengan mencoba “terbang rendah”, tak terlalu menonjolkan diri, tetapi usahakan untuk mendapatkan perhatian dari atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu tadi. Cari mentor atau atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu untuk menjaga Anda, sekaligus menjadi tameng Anda dari si pengganggu.
Si Mikromanajer
Tipe yang seperti ini senang menganalisa setiap jengkal tindak-tanduk Anda, bahkan sekecil apa pun. Jika Anda tipe orang yang bisa mengambil hikmah, tindakan si atasan bisa dijadikan dorongan untuk bekerja lebih giat, disiplin, dan rajin. Namun, jika Anda tipe orang yang amat menghargai kebebasan, wah, bisa jadi runyam. Jika ingin menghadapi atasan semacam ini, penting untuk Anda tidak terlihat ingin mengambil kekuasaan si atasan. Biasanya tipe kepemimpinan mikromanajer adalah tipe orang yang insecure, maka amat penting untuk terus memberikan dia informasi mengenai kegiatan Anda. Dengan melakukan hal ini, Anda memberikan semacam ilusi sebuah kontrol kepada si atasan tanpa membuat Anda tak bebas bergerak (Anda masih punya kebebasan untuk berotonomi).
Si Politikus Kantor
Waspada lah dengan tipe yang seperti ini. Ia bisa berlaku seperti teman di dekat Anda, tetapi juga bisa tiba-tiba menusuk dari belakang. Hal-hal menyakitkan, seperti tidak menepati janji, salah informasi, pencurian ide, adalah hal-hal biasa yang terjadi ketika berhubungan dengan bos semacam ini. Cara terbaik untuk menghadapi atasan seperti ini adalah dengan berkomunikasi lewat tulisan. Dengan begini, segala perkataan, pertanyaan, pernyataan, permintaan, proposal, dan segalanya tercatat secara rapi dan ada buktinya. Jika atasan Anda berusaha menyelesaikan perjanjian secara verbal, lanjutkan konfirmasi lewat e-mail, pastikan Anda mengirimkan copy e-mail tersebut ke pihak lain di perusahaan.
Si Senior
Tipe ini biasanya dipromosikan karena sudah cukup senior. Atasan tipe ini biasanya kurang sigap, selalu melakukan segalanya berdasarkan prosedur lama, dan kurang terbuka terhadap segala usaha untuk berinovasi. Takut membuat keputusan, karena biasanya atasan tipe ini memiliki masalah untuk menjaga moral bawahannya, sehingga mereka bermasalah dengan fleksibilitas. Biasanya, tipe atasan yang kurang inisiatif semacam ini sangat takut akan perubahan, jadi jangan terlalu ngoyo mengajukan ide-ide yang terlalu fundamental. Akan lebih baik jika Anda menyelenggarakan rapat besar jika memang ingin mengajukan sebuah perubahan mendasar untuk mendapatkan suporter.
Tipe Drama Queen
Tipe ini tak selalu merujuk ke wanita, pria juga bisa jadi seperti ini. Dalam artian, tipe orang yang senang mengeluh, membuat masalah kecil jadi besar, dan membuat segalanya terlalu berlebihan. Terlalu memikirkan diri sendiri, egois, dan tak bisa melihat segala sesuatunya dari kacamata yang lebih besar. Mereka cenderung menolak solusi yang paling terlihat nyata, hanya untuk membuat situasi lebih rumit dan lebih lama. Bahkan, tak jarang membuat masalah perusahaan jadi masalah pribadi. Drama queen tak pernah puas. Jangan biarkan diri Anda termanipulasi dan memikirkan si atasan tipe ini terlalu lama, Anda bisa terhisap ke dalam sisi negatifnya. Amat penting untuk tetap memiliki pikiran yang positif dan merujuk kepada solusi. Sebisa mungkin, menjauh lah dari atasan seperti ini, karena Anda bisa terlalu berfokus kepada kepentingannya saja. Tetapi jangan lupa untuk tetap membuat hubungan baik dengannya.
Si Pendiam 
Umumnya, tipe seperti ini senang bisa membuat Anda bingung dengan posisi Anda. Mereka jarang memberikan feedback dan cenderung menetapkan keputusan eksekutif tanpa menginformasikan kepada stafnya. Alhasil, si tangan kiri tak pernah tahu apa yang dikerjakan si tangan kanan. Sering terjadi miskomunikasi dan ketimpangan. Menghadapi tipe kepemimpinan semacam ini bisa jadi sangat mengesalkan, namun penting untuk Anda tetap menjaga kewarasan. Biasanya atasan semacam ini tak menyadari kesalahan mereka, jadi jangan takut untuk berbagi pengetahuan Anda dan menyuarakan pendapat Anda. Bisa jadi Anda akan masuk ke dalam lingkaran supervisor dan membuat perubahan di lingkungan kerja.
Memang sulit ketika kita berada dalam sebuah lingkungan kerja yang dipimpin oleh atasan yang kurang kompeten, apalagi ketika mereka cenderung membawa perusahaan ke jurang kehancuran. Namun, jika Anda merasa bisa dan memiliki ide untuk perubahan, teruslah berusaha (tentu jika Anda tak ingin melihat perusahaan tersebut hancur). Melaporkan atau melewati batas kewenangan atasan memang situasi yang sangat menakutkan, namun jika hal ini bisa membuat perusahaan Anda selamat, tak ada salahnya, asal jangan jadi pahlawan kesiangan, lho. Semoga berhasil!

[1]  Si Pengganggu, Pemabuk Kekuasaan

Tipe seperti ini cenderung kasar dan mabuk kekuasaan. Si pengganggu ini, entah mengapa senang mempermalukan Anda di depan orang lain, seperti klien atau rekan kerja, hanya untuk menunjukkan bahwa kedudukan dia lebih tinggi. Kadang untuk menunjukkan kehebatannya, ia senang mengancam Anda akan memecat Anda, meskipun kesalahan Anda kecil.

Menghadapi atasan seperti ini bisa jadi sebuah tantangan yang sulit. Trik yang bisa Anda lakukan hanyalah dengan mencoba “terbang rendah”, tak terlalu menonjolkan diri, tetapi usahakan untuk mendapatkan perhatian dari atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu tadi. Cari mentor atau atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu untuk menjaga Anda, sekaligus menjadi tameng Anda dari si pengganggu.

[2]  Si Mikromanajer, Tukang Analis Kerja Bawahan

Tipe yang seperti ini senang menganalisa setiap jengkal tindak-tanduk Anda, bahkan sekecil apa pun. Jika Anda tipe orang yang bisa mengambil hikmah, tindakan si atasan bisa dijadikan dorongan untuk bekerja lebih giat, disiplin, dan rajin. Namun, jika Anda tipe orang yang amat menghargai kebebasan, wah, bisa jadi runyam.

Jika ingin menghadapi atasan semacam ini, penting untuk Anda tidak terlihat ingin mengambil kekuasaan si atasan. Biasanya tipe kepemimpinan mikromanajer adalah tipe orang yang insecure, maka amat penting untuk terus memberikan dia informasi mengenai kegiatan Anda. Dengan melakukan hal ini, Anda memberikan semacam ilusi sebuah kontrol kepada si atasan tanpa membuat Anda tak bebas bergerak (Anda masih punya kebebasan untuk berotonomi).

[3]  Si Politikus Kantor, Musuh dalam Selimut

Waspadalah dengan tipe yang seperti ini. Ia bisa berlaku seperti teman di dekat Anda, tetapi juga bisa tiba-tiba menusuk dari belakang. Hal-hal menyakitkan, seperti tidak menepati janji, salah informasi, pencurian ide, adalah hal-hal biasa yang terjadi ketika berhubungan dengan bos semacam ini.

Cara terbaik untuk menghadapi atasan seperti ini adalah dengan berkomunikasi lewat tulisan. Dengan begini, segala perkataan, pertanyaan, pernyataan, permintaan, proposal, dan segalanya tercatat secara rapi dan ada buktinya. Jika atasan Anda berusaha menyelesaikan perjanjian secara verbal, lanjutkan konfirmasi lewat e-mail, pastikan Anda mengirimkan copy e-mail tersebut ke pihak lain di perusahaan.

[4]  Si Senior, StatusQuo

Tipe ini biasanya dipromosikan karena sudah cukup senior. Atasan tipe ini biasanya kurang sigap, selalu melakukan segalanya berdasarkan prosedur lama, dan kurang terbuka terhadap segala usaha untuk berinovasi. Takut membuat keputusan, karena biasanya atasan tipe ini memiliki masalah untuk menjaga moral bawahannya, sehingga mereka bermasalah dengan fleksibilitas.

Biasanya, tipe atasan yang kurang inisiatif semacam ini sangat takut akan perubahan, jadi jangan terlalu ngoyo mengajukan ide-ide yang terlalu fundamental. Akan lebih baik jika Anda menyelenggarakan rapat besar jika memang ingin mengajukan sebuah perubahan mendasar untuk mendapatkan suporter.

[5]  Tipe Drama Queen, Berkacamata Kuda

Tipe ini tak selalu merujuk ke wanita, pria juga bisa jadi seperti ini. Dalam artian, tipe orang yang senang mengeluh, membuat masalah kecil jadi besar, dan membuat segalanya terlalu berlebihan. Terlalu memikirkan diri sendiri, egois, dan tak bisa melihat segala sesuatunya dari kacamata yang lebih besar. Mereka cenderung menolak solusi yang paling terlihat nyata, hanya untuk membuat situasi lebih rumit dan lebih lama. Bahkan, tak jarang membuat masalah perusahaan jadi masalah pribadi. Drama queen tak pernah puas.

Jangan biarkan diri Anda termanipulasi dan memikirkan si atasan tipe ini terlalu lama, Anda bisa terhisap ke dalam sisi negatifnya. Amat penting untuk tetap memiliki pikiran yang positif dan merujuk kepada solusi. Sebisa mungkin, menjauhlah dari atasan seperti ini, karena Anda bisa terlalu berfokus kepada kepentingannya saja. Tetapi jangan lupa untuk tetap membuat hubungan baik dengannya.

[6]  Si Pendiam, Miskomunikator

Umumnya, tipe seperti ini senang bisa membuat Anda bingung dengan posisi Anda. Mereka jarang memberikan feedback dan cenderung menetapkan keputusan eksekutif tanpa menginformasikan kepada stafnya. Alhasil, si tangan kiri tak pernah tahu apa yang dikerjakan si tangan kanan. Sering terjadi miskomunikasi dan ketimpangan.

Memang, ngadepi tipe pemimpin kayak gini ini kadang sangat mengesalkan! Tapi, kondisi ini gak bisa kita hindari. Jenis dan karakter orang itu beda-beda, begitu juga talenta pemimpin kita. Apalagi ditempat kerja yang notebene motifnya mencari uang. Bisa runyam kalo kita gak bisa ngatur dengan baik.

Kita tetap harus menjaga kewarasan. Biasanya atasan semacam diatas tak menyadari kesalahan mereka, jadi jangan takut untuk berbagi pengetahuan Anda dan menyuarakan pendapat Anda. Bisa jadi Anda akan masuk ke dalam lingkaran supervisor dan membuat perubahan di lingkungan kerja Anda.

Memang sulit ketika kita berada dalam sebuah lingkungan kerja yang dipimpin oleh atasan yang kurang kompeten, apalagi ketika mereka cenderung membawa perusahaan ke jurang kehancuran. Namun, jika Anda merasa bisa dan memiliki ide untuk perubahan, teruslah berusaha (tentu jika Anda tak ingin melihat perusahaan tersebut hancur). Melaporkan atau melewati batas kewenangan atasan memang situasi yang sangat menakutkan, namun jika hal ini bisa membuat perusahaan Anda selamat, tak ada salahnya, asal jangan jadi pahlawan kesiangan, lho. Semoga berhasil!

Sumber: diolah dari Kompas.Com.

One response to this post.

  1. Posted by afdi on 26 Agustus 2011 at 04:34

    bgaimana cara menghadapi supervisor “natan” yg ada d globaldent pekanbaru…yg selalu mncari ksalahan skecil apapun, tp klw dia buat ksalahan d diamkan saja…..

    Misbah says: mas Afdi, memang resikonya ketika kita jadi bawahan adalah dinilai oleh atasan kita, bahkan keselahan yang sangat kecil sekalipun. namun, jika seorang atasan yang suka mencari-cari kesalahan, itu baru sesuatu yg tak biasa. saran saya, instropeksi terlebih dahulu pada diri kita, apakah memang kita yang salah dan patut dicurigai terus oleh atasan kita, atau memang atasan kita yang kurang kerjaan. jika sudah tahu jawabannya, baru langkah selanjutnya kita perbaiki, baik pribadi kita maupun atasan kita sebagai sebuah tim. semoga sukses selalu! (salam Misbah | POETRAFOTO)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: