8 jurus ampuh untuk meningkatkan daya saing diri di Eropa!


Kuasai bahasa. Kursus bahasa asing memang sangat bermanfaat. Namun jangan lupa, native speaker yang kita kenal di tempat kursus bahasa biasanya memakai bahasa yang standar dan jelas artikulasinya. Sementara di negara asalnya, banyak yang menggunakan dialek, idiom sehari-hari yang tidak kita dapat di ruang kelas, artikulasi yang tidak jelas, dan berbicara terlalu cepat. Karena itu, banyak-banyak lah ngobrol dengan orang-orang di sekitar Anda. Jadikan juga TV, radio, media cetak sebagai sumber Anda belajar. Jika Anda mengerti wawancara reporter TV dengan seorang pejalan kaki, itu berarti Anda telah berhasil dengan bahasa Anda.

Berikut 8 tips yang patut untuk dicoba agar kita punya daya saing lebih dalam menghadapi pasar kerja yang kian kompetitif ini, baik di tingkat nasional, khususnya di tingkat internasional. Dengan menyiapkan diri sejak dini, kita pasti punya daya saing yang tinggi di negeri orang.

Kuasai bahasa yang utama. Kursus bahasa asing memang sangat bermanfaat. Namun jangan lupa, native speaker yang kita kenal di tempat kursus bahasa biasanya memakai bahasa yang standar dan jelas artikulasinya. Sementara di negara asalnya, banyak yang menggunakan dialek, idiom sehari-hari yang tidak kita dapat di ruang kelas, artikulasi yang tidak jelas, dan berbicara terlalu cepat. Karena itu, banyak-banyak lah ngobrol dengan orang-orang di sekitar Anda. Jadikan juga TV, radio, media cetak sebagai sumber belajar. Jika Anda mengerti wawancara reporter TV dengan seorang pejalan kaki, itu berarti kita telah berhasil dengan bahasa kita.

Kenali negara tujuan. Pengetahuan umum tentang negara yang akan kita tinggali selalu bermanfaat untuk small talks dengan rekan kerja. Jangan sampai ketika diwawancara kerja, kita tidak tahu apakah pemimpin negara tersebut seorang raja, ratu, presiden, atau perdana menteri. Yang penting lagi, kenali sarana transportasinya. Semakin besar kotanya, semakin kecil kemungkinan kita naik mobil ke kantor. Kalau kita sudah berangan-angan, tiap hari ke kantor dengan taksi, lupakan saja ide tersebut. Bisa-bisa baru dua minggu bekerja, gaji sebulan Anda sudah habis.

Lacak situasi perusahaan. Dari internet, majalah bisnis, atau sumber lain, cari tahu seluk-beluk perusahaan yang Anda tuju. Apakah itu perusahaan besar yang banyak birokrasinya, atau perusahaan kecil yang dinamis. Apakah perusahaan itu baru memecat ribuan pekerjanya atau selalu stabil alias sehat? Cari tahu, apa saja produk perusahaan itu, berikut anak perusahaan atau sister companies. Pekerja yang tahu perusahaan tempatnya bekerja selalu lebih dihargai daripada pekerja yang hanya tahu isi mejanya.

Jangan khawatirkan suhu. Suhu udara di Eropa sangat tidak merata. Tidak semua negara Eropa pernah mencapai suhu minus. Lebih serunya lagi, tidak semua tempat di satu negara mempunyai cuaca yang sama. Yang sering terjadi adalah micro-climate, cuaca yang khas hanya di satu area saja. Jadi, cek di internet suhu kota yang Anda incar. Namun karena di Eropa hujan biasanya disertai angin kencang, sebaiknya Anda punya jas hujan ketimbang payung. Kebalikannya, musim panas di Eropa biasanya ekstrem panas dan kering. Di beberapa tempat bahkan lebih dari 40°C.

Beres-beres administrasi. Biasanya perusahaan mengurus semua dokumen kerja Anda. Meski begitu, jangan menganggap remeh urusan satu ini. Asuransi kesehatan, kecelakaan di dalam dan di luar kerja, jiwa sangat penting di Eropa. Perhatikan benar bahwa perusahaan Anda yang membayar semua itu. Tidak lupa, pastikan perusahaan membayar pajak penghasilan Anda, yang dapat mencapai 40% dari gaji Anda.

Siap melayani. Bagi Anda yang sering dimanjakan oleh kehadiran office boy atau office girl, di Eropa semuanya harus dikerjakan sendiri. Butuh fotokopi, memasukkan dokumen ke dalam file, membuat kopi, silakan Anda lakukan sendiri. Jangan heran kalau copy room atau pantry menjadi tempat small talks dengan big boss (yang kalau Anda jeli, dapat menjadi celah untuk kenaikan karir Anda).

Bergaul dong. Bergaul dengan rekan kerja adalah salah satu kunci keberhasilan di kantor. Seperti banyak orang Indonesia yang tidak tahu Eropa sebenarnya, banyak sekali orang Eropa tidak tahu Asia. Untuk itu bergaul dan berteman dengan rekan kerja sangat disarankan sehingga kesalahpahaman akibat perbedaan budaya dapat diluruskan. Hasil positifnya, dapat dinikmati di pekerjaan kita.

Fun juga perlu. Penat lima hari bekerja, inginnya juga diimbangi dengan kegiatan yang menghibur. Untuk itu, Eropa tempatnya. Sejak dibentuknya Uni Eropa, Anda dapat bepergian keliling Eropa hanya dengan satu visa. Jaringan kereta api yang rapi membuat semuanya menjadi mungkin. Jarak yang dekat antarnegara juga membuat semuanya mudah.

sumber: www.kompas.com

Dengan mengutip ini, saya sungguh sekali ingin punya kesempatan dan bisa studi lanjut di Eropa. Jadi malu, Inggris-ku TOEFL paling 250 kali ya… haha… Mohon doanya aja ya…

2 responses to this post.

  1. Posted by Ali Juve on 13 Mei 2009 at 13:52

    EROPA ???
    Hanya satu kata untuk menaklukkannya, FOOTBALL !!!
    Dijamin deh …

    Balas

  2. Posted by arkandas on 15 Mei 2009 at 16:41

    SETUJU BRO

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: