Berbagai Kelemahan dan Tingkat Keseriusan yang Masih Dipertanyakan dari 3 Pasangan Capres-Cawapres!


Seriuskah mereka?

Rupanya dari ketiga calon presiden dan wakil presiden yang telah resmi mendaftarkan diri untuk turut dalam pilpres Juli mendatang, masih menyisakan banyak kelemahan dan semangat keseriusan yang patut untuk dipertanyakan. Berikut ini rangkumannya:

Kelemahan-kelemahan

  1. Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memang memiliki pemilih yang loyal. Namun isu ekonomi kerakyatan yang mereka embang justru dapat menjadi bumerang bagi mereka sendiri. “Itu hanya untuk kelas atau market tertentu, contohnya hanya untuk petani dan nelayan,” jelas Andrinof, pengamat politik saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (16/5/2009). Andrinof menilai, pasangan itu memang akan dapat meraup suara yang banyak. Namun perolehan suara tersebut akan sulit ditingkatkan lagi.
  2. Bagaimana dengan SBY Berbudi? Pasangan ini dinilai sudah sangat populer. Terlebih lagi dengan figur SBY. Namun justru dengan berpasangan Boediono, akan menjadi titik terlemah. Kepribadian Boediono yang santun memang sudah teruji. “Tapi kita juga harus melihat masalah kemampuan saat menghadapi masalah. Boediono kurang dalam hal ini,” ujar Andrinof juga.
  3. Sedangkan untuk pasangan terakhir, meski unggul dalam hal kecepatan di diri JK dan punya penjaga ketertiban keamanan pada Wiranto, justru pasangan ini tidak terkonsep dengan baik. “Kelemahan JK-Wiranto adalah tidak terencana, tidak terkonsep, terlalu pragmatis dan lebih mementingkan instant,” jelas Andrinof.

Keseriusan yang Dipertanyakan

Keseriusan ini bisa dilihat dari awal sejak mereka mendaftarkan pasangannya ke KPU. Dari informasi yang beredar, persyaratan administrasi seluruh pasangan belum lengkap seluruhnya. Oleh karena itu, keseriusan para calon pemimpin bangsa tersebut dipertanyakan.

Saya setuju dengan pendapat Said Salahuddin, kalau persyaratan administrasi saja nggak siap, bagaimana mau memimpin bangsa?

Memang, KPU masih memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan syarat administrasi. Namun hal itu jangan sampai dijadikan alasan untuk memperlambat proses pemilu.

Kesannya, mereka itu main-main. Daftarnya di akhir-akhir, masih saja ada yang kurang foto lah, tandatangan pendukungan partai koalisi yang belum lengkap, dan lain sebagainya.

Wahai Bapak/Ibu para calon pemimpin bangsa, jika ingin memimpin bangsa, hargailah waktu! Masyarakat sudah cerdas lho. Mereka itu sudah bisa menilai siapa saja yang serius memimpin bangsa lewat hal-hal kecil yang terjadi saat ini.

Memalukan sekali toh, mau jadi calon pemimpin bangsa kok urusan kecil saja nggak bisa! Gimana menurut Anda? –Munir–

One response to this post.

  1. Posted by Said Salahudin on 14 April 2011 at 20:15

    saya juga setuju dengan bung munir, mendaki gunung dan berkemah diperbukitan adalah sesuatu yang sungguh menyenangkan :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: