Archive for Mei, 2009

Capres-Cawapres, Pernah Mikir Remaja Bangsamu Tidak? Ini, di Pangkal Pinang Umur Baru 16, Sudah Belasan Kali Berhubungan Seks

Hai calon presiden dan wakil presiden, kalian jangan ribut sendiri tanpa memperhatikan masyarakat kalian. Kalian sibuk lempar isu yang sebenarnya tidak ada pengaruhnya sama sekali untuk kesejahteraan bangsa ini. Kalian hanya memikirkan neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan.

Sepertinya kalian tidak pernah memikirkan soal moral dan apa yang terjadi pada masyarakat kalian. Khususnya moral remaja dan generasi bangsa ini. Tahun tidak kalian soal yang terbaru ini ha? Nih, baca sendiri selengkapnya: Baca lebih lanjut

Iklan

Facebook: Siapakah Presiden RI Berikutnya? SBY Tetap Tertinggi dengan Vote 24,995 Orang

Hari ini, ketika membuka facebook, saya mendapati sebuah aplikasi, semacam polling gitu, yang mengangkat soal siapa mendukung capres mana. Aplikasinya begini: vote: SBY? Jusuf Kalla? or Megawati?

Nah, setelah saya mencoba ikut mem-vote, dengan pilihan saya (rahasia ya), saya mendapati bahwa dalam aplikasi tersebut telah mendapatkan 6314 kiriman comment. Aplikasi polling ini dibuat oleh sebuah komunitas berjuluk Living Social dengan member sebanyak: 259,417 seluruh dunia.

Berikut hasil vote tersebut: Baca lebih lanjut

Manfaat Strawberry, Telur, Steak, Bawang, Cokelat, Jeruk, Oatmeal, Jahe, Kacang Walnut, dan Madu untuk Meningkatkan Gairah Seks

Ketika berselancar di situs Kompas.com, saya menemukan sebuah artikel yang sangat menarik untuk disimak. Artikel itu terkait dengan kesehatan seks yang hanya memanfaatkan buah-buahan. Hebatnya, beragam buah tersebut semuanya ada di Indonesia lho… Berikut manfaat 10 buah untuk meningkatkan gairah seks tersebut. Semoga bermanfaat. –Munir–

10 Makanan yang Meningkatkan Gairah Seks

Jumat, 29 Mei 2009 | 17:29 WIB
KOMPAS.com – Banyak mitos seputar makanan yang dapat meningkatkan gairah seks, di antaranya cokelat. Hasil studi memang menunjukkan bahwa beberapa vitamin dan mineral tertentu yang terdapat dalam makanan dapat mendorong level hormon, meningkatkan sensitivitas saraf, dan membuat hubungan seks semakin dapat dinikmati.
Bila suatu ketika Anda merasa begitu bergairah dengan suami, salahkan saja makanan yang Anda konsumsi sebelumnya. Judy Dutton dari majalah Redbook menjelaskan manfaat dari berbagai makanan berikut ini untuk meningkatkan gairah seks Anda: Baca lebih lanjut

Seks Pra Nikah = Seks Bebas?

apa itu seks bebas? seks pra nikah? apa komentarmu?

apa itu seks bebas? seks pra nikah? apa komentarmu?

Ah, orang mau bilang apa kek, aku akan tetap menulis apapun yang ada di otakku. Ide lebih penting ketimbang menjaga image kalau saya tidak mengumbar yang berbau kelamin itu di blog ini. Toh, saya tidak pernah menampilkan sedikitpun gambar yang berbau telanjang atau memperlihatkan alat kelamin atau alat vital atau yang mengundang syahwat itu. (Mungkin yang telanjang adalah foto kaki disamping ini.. hehe..)

Nah, kali ini ketika sedang membaca sebuah berita di Kompas yang berjudul “Duh… Mahasiswa Belum Banyak Tahu Dampak Seks Pra Nikah“, saya jadi terpikirkan soal realitas yang selama ini memang ada di lingkungan remaja Indonesia. Entah sudah berpuluh-puluh video atau foto mesum, bugil yang sudah beredar di Internet yang pelakunya adalah orang atau remaja Indonesia, baik itu siswa SMP, siswi SMA, mahasiswi-mahasiswa sebuah perguruan tinggi, orang rumahan, atau bahkan para politisi dan pejabat tinggi bangsa ini.

Itulah realitas yang ada. Mau diperhatikan Baca lebih lanjut

Surat Cinta Buat Amin Rais: Jadi Orang Tua yang Sebenarnya, Tahanlah Hasratmu Itu dengan Bijak ya…

Prof. Amin Rais yang saya hormati,

Prof. Amien Rais, apakah Anda siap menjadi orang tua saja?

Prof. Amien Rais, apakah Anda siap menjadi orang tua dan guru kami? (photo by: Radar Jogja)

Prof, saya adalah salah satu fans Anda. Saya selama ini salut dengan perjuangan reformasi yang telah Anda lakukan. Entah itu sebenarnya ikhlas untuk bangsa atau untuk tujuan tertentu. Juga, ide-ide kreatif yang Anda gemborkan selama ini.

Tak lupa, ‘suara’ Anda yang lantang, walaupun terlihat lemah lembut karena Anda orang Jogja, selalu menjadi pendorong dan penyemangat bagi saya yang masih muda ini.

Untuk menunjukkan kekaguman saya, saya selalu berusaha untuk bisa menghadiri berbagai kegiatan dan acara yang Anda hadiri. Terakhir kali adalah ketika Anda hadir dalam diskusi santai di Pengajian Padhang mBulan Mocopat Syafaat di Kasihan Bantul, 17 April 2009 kemarin.

Teriring kekaguman ini pula, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada pak Amin.

Pertama, janganlah banyak bicara lagi. Baca lebih lanjut

20–21 Juni 2009: SEMINAR NASIONAL MENUJU INDONESIA 2014: Pemanfaatan Energi Nuklir dalam Perspektif Kesehatan Kedokteran, Sains dan Teknologi serta Perekonomian Indonesia

Memahami Indonesia merupakan pekerjaan besar bagi setiap orang yang mencoba memberikan solusi. Setelah rezim orde baru tumbang, banyak harapan tertumpah kepada pundak setiap pemimpin negeri ini. Tak terlepas dengan mahasiswa dan generasi muda lainnya. Harapan tadi tertumpah bukan tanpa alasan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual telah membuktikan bahwa mereka mampu untuk mengeluarkan bangsa ini dari setiap periodesasi ketidakadilan penguasa.
Semenjak satu dasawarsa reformasi bergulir diakui banyak ketimpangan terjadi walaupun,dalam beberapa hal ada kemajuan dan perbaikan sistem pengelolaan negara. Ketimpangan tadi lebih banyak diakibatkan dari sikap pemerintah yang terlalu mengakomodasi elit. Energi yang tersisa sekarang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan baik padahal sector ini sangat perlu mendapatkan penanganan serius. Baca lebih lanjut

Tambah Hot: Pakar Ekonomi Saling Tuding Antek Asing, Penganut Neoliberalis, dan Tidak Pro Rakyat!

benarkah kita bisa lepas dari neoliberalisme global?

benarkah kita bisa lepas dari neoliberalisme global?

Indonesia, hari atau minggu-minggu akhir ini sedang lupa akan masalah lain. Hampir semua hanya membicarakan soal perekonomian semata.

Banyak pakar ekonom saling tuding bahwa sana itu antek asing, penganut neoliberalisme, dan tidak pro rakyat. Apalagi ditambah dengan kian memanasnya persaingan capres-cawapres Pilpres Juli mendatang. Tak lupa pula, para politikus pun kian menambah suram arti, makna, dan hakikat neoliberalisme yang sesungguhnya.

Yah, maklumlah, yang bicara politikus, jadi unsur akademisnya sudah jauh ditinggalkan. Sehingga asal jeplak dan jiplak saja, yang penting pesaing politik hancur dan tercemar namanya. Saling label ini sungguh menyedihkan bagi saya, seorang mahasiswa fakultas ekonomi. Para politikus itu tidak nambah mencerdaskan kita, namun nambah menyesatkan sekali.

Telah banyak sekali literatur yang mengupas terkait neoliberalisme ini, dari yang mulai jurnal internasional, wikipedia, hingga blogger yang seperti saya ini. Berikut ini sekelumit cuplikan sejarah dan arti neoliberalisme dari wikipedia: Baca lebih lanjut