Awas, jangan asal bicara Haram, nanti mulutmu diharamkan!


kira-kira, mulut kayak apa ya yang haram itu?

Ha ha ha… Senyum-senyum sendiri saya kalau ingat kalimat seorang teman dari Banjamasin Post yang sedang mampir ke Jogja.

Ceritanya begini, tak sengaja, pas kami sedang ngobrol sambil nyeruput Kopi Joss (kopi kental panas ditambah arang yang masih membara), saya keceplosan. “Aduh, yang kita hisap haram. Yang kita pakai komunikasi, Facebook, tak halal pula. Yang kita duduki ini kotor dan pastinya najis,” keluhku…

“Hah, awas kau Misbah, jangan asal bicara Haram kau. Nanti mulutmu diharamkan pula loh!” gitu sahutnya.

Setelah tak pikir-pikir. Serba sulit juga ya hidup di negeri yang katanya Pancasilais ini. Rasa-rasanya sudah ada pemaksaan kehendak atas salah satu keyakinan dan agama. Si penguasa mayoritas sepertinya ingin menunjukkan cengkraman pada yang lain. Sungguh, ironis deh kalau begitu.

Pantas saja SBY gandeng Boediono, bukan kader partai. Rupanya alasannya karena, partai koalisi yang mendukungnya dijamin tak bakal bisa bersatu. Saya sempat mikir, apa bisa PKS, PAN, PKB, dan PPP bisa bersatu? Jawabanku sendiri, sampai kiamat pun gak bakal bisa akur! Kalau memang bisa akur, seharusnya mereka bersatu menjadi satu partai yang besar yang mengusuh pilihan ideologi mereka, yaitu Islam.

Ah, tangeh lamun! Sampe Indonesia hancur pun gak bakal bisa bersatu. Bahaya juga, semua yang indah, enak, menarik, semua bakal diharamkan. Hingga, mulut yang sering ngumpat ini pun bakal diharamkan. Atau, bentar lagi, WordPress dan Blogging ini juga bakal diharamkan ya…

Jadi, kesimpulannya, untuk MUI juga, “AWAS YA, JANGAN ASAL BICARA HARAM KAU, NANTI MULUTMU PUN DIHARAMKAN!” Ha ha ha…. –Munir–

3 responses to this post.

  1. Mungkin perlu UU tentang harga orang ngomong ya mas :roll: Kalao mereka yang menyebut dirinya si MUin atao menyebut dirinya ulama, di Indon ini belum ada ulama mas, ulama itu harus mendapat pengakuan oleh mayoritas kaum muslimin di dunia, kek yang di Saudi. Asalkan yang bicara itu menggunakan dalil yang ilmiah, saya manut saja kok, kalo dalilnya akal saja, wah itu kayak kafilah menggonggong, biarkan anjing berlalu. :roll: :D

    Balas

  2. Posted by Audy on 13 Juni 2009 at 14:31

    setuju banget… jangan dikit2 ngomong HARAM… nanti malah di HARAM kan loh…
    atau jgn2 krn ga bisa buka facebook, makanya facebook di bilang HARAM… hahhahahahaha…
    atau jgn2 orang yg ngomong HARAM udh lebih dahulu sdh di HARAM kan… hahahahahahaha
    peace Mbah…\^_^/

    Balas

  3. Posted by Wisanggeni on 18 Juni 2009 at 16:26

    SeEnak udel menghakimi dengan kata “Haram”

    Bisa bisanya menggunakan Dogma2 agama u kepentingan kekuasaan Pribadi dan golongan…

    dasar Orang tidak waras…..

    Lebih menuhankan Agama daripada Tuhan sendiri….

    alasannya: agamanya kan yang bisa memberi nafkah, jabatan dll.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: