Ulangan Unas dan Kegagalan Depdiknas!


apakah realita yang terjadi di masyarakat ini tidak pernah dilihat oleh para pengambil kebijakan?

Walaupun hanya melihat sekilas dan dari cerita beberapa teman pada sebuah diskusi santai, saya menyimpulkan bahwa dengan adanya pengulangan pelaksanaan ujian nasional (UNAS) membuktikan bahwa Depdiknas gagal dalam membuat sistem evaluasi pendidikan di Indonesia.

Unas yang katanya memang untuk menghasilkan sebuah standar pendidikan yang baik, rupanya malah hanya kian menjadi momok mengerikan bagi para siswa, keluarga, dan bahkan para guru yang takut anak didiknya tidak lulus. Untuk pihak sekolah pun ketir-ketir karena jika ada siswanya tak lulus, maka nama baik atau image sekolah pun dipertaruhkan.

Menurut saya pribadi yang juga menyetujui pendapat banyak orang, Unas yang diagung-agungkan oleh Pemerintah sebagai evaluasi hasil pembelajaran akhir di sekolah merupakan bentuk ketidakadilan pada siswa.

Pertama, proses pembelajaran sekolah yang tidak hanya sekedar terpaut pada mata pelajaran yang di Unaskan jelas bukan representasi ‘hasil’ pendidikan yang menyeluruh. Padahal, tujuan pendidikan tidak hanya untuk mencari nilai akhir dan ijazah Unas tersebut. Dalam sebuah proses pendidikan juga diharapkan ada nilai sosial, moral, akhlak budi luhur, dan budaya yang tertanam kuat dalam benak siswa. Membangun sikap mental yang siap bersaing menghadapi perjalan hidup juga merupakan tujuan orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka.

Kedua, masa pengajaran yang dilakukan selama 3 tahun itu hanya ditentukan oleh sebuah proses ujian yang hanya dilakukan dalam waktu tak lebih dari 2 jam untuk tiap mata pelajaran. Sungguh naif sekali!

Ketiga, adakah jaminan dan kepastian yang jelas kelak ketika seorang siswa lulus dengan nilai baik ketika Unas akan mendapatkan tempat kuliah atau studi lanjut dan pekerjaan yang mudah? Tidak ada kepastian kan dari para penggagas Unas tersebut? Tetap saja, sekolah hanya malah akan menurunkan mental siswa karena dia akan lebih malu setelah lulus Unas dengan baik tapi tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang tepat. Sungguh memprihatinkan!

Semoga saja tulisan ini bisa mengetuk para pengambil kebijakan ya…

Bagaimana menurut Anda? –Munir–

One response to this post.

  1. Posted by irfan kaphe on 15 Juni 2009 at 06:44

    iank penting Quh lulussssssss!

    Misbah says: Oke Irfan, semoga lulus dan sukses selalu ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: