Maukah Anda Memaafkan Para Koruptor?


maukah teman-teman memaafkan mereka ini?

Ide judul tulisan ini muncul ketika saya sedang menyimak dengan serius (khusyuk?) khutbah Jumat dari seorang Ustad di Masjid Ulil Albab UII, hari ini, 19 Juni 2009. Secara garis besar, beliau mengingatkan kepada jamaah untuk tidak menyakiti dan mencederai hak orang lain, karena dengan begitu kita termasuk orang yang ‘bangkrut atau pailit’.

Untuk menjelaskan hal ini, beliau mengutip sebuah hadits atau sunnah Nabi (maaf, saya lupa lengkapnya). Digambarkan pada waktu itu, ada seorang wanita yang secara umum dilihat oleh para Sohabat sangat rajin ibadah dan bakal dipastikan akan masuk surga. Namun, mendengar hal itu, Rosul menegur dan mengatakan, “wanita itu tidak akan masuk syurga, tapi dia ahli neraka!”. Mengapa begitu? Karena si wanita tersebut suka cerewet dan menyakiti hati tetangganya. “dia itu suka sekali menebar gosip”, begitu jelas Rosul.

Jadi, gosip adalah sebuah perilaku yang mencederai hak orang lain untuk hidup nyaman. Menghilangkan hak orang lain untuk mendapatkan sebuah kebenaran. Dan, yang jelas, sangat menyakiti hati yang digosipi.

Lalu, disinggung pula dalam khotbah, mengenai hak orang lain untuk mendapatkan uangnya kembali setelah dia meminjamkan uang tersebut kepada pengutang (debitor). Disarankan kepada kita untuk segera mengembalikan utang tersebut, baik berupa uang maupun barang apapun sebelum kita meninggal. Dan, kita tak tau kapan kita meninggal. Maka, segeralah, jika sudah punya uang atau barang selesai kita pakai untuk secepatnya dikembalikan.

Jika tidak dikembalikan segera dan semasa kita hidup, amal ibadah kebaikan kita selama hidup tidak akan dihitung dan hilang karena diminta oleh semua orang yang kita sakiti dan yang kita bawa/pinjam barangnya tapi belum kita kembalikan. Kecuali si pemilik uang atau barang tersebut mengikhlaskannya.

Lalu, saya berpikir, bagaimana dengan para koruptor?

Mereka itu mengemplang uang rakyat. Aset rakyat. Hak-hak rakyat. Walaupun dia sudah dihukum di dunia, jika rakyat tidak memaafkannya, maka kelak setelah mati, seluruh amal kebaikannya akan diminta oleh rakyat Indonesia. Padahal, rakyat Indonesia itu jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa? Sungguh kasihan sekali ya?

Pertanyaan berikutnya, maukah Anda memaafkan para koruptor tersebut agar dia mendapatkan syurga kelak? Mohon sharing dari semuanya ya? __Misbah Munir__

One response to this post.

  1. yah enggak lah mereka harus membalikan hak kita baru termaafkan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: