jika bisa menambah kawan, kenapa harus cari lawan?


jika sebuah kesendirian itu menyakitkan, mengapa harus sendiri?

Hai sahabatku semua, ketika bangun pagi ini, setelah siang dan malam harinya saya harus bergelut dengan beragam masalah pertemanan, saya terbersit untuk berbagi gairah untuk selalu hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang dan cinta.

“Jika kita sudah pernah berjumpa, tidakkah akan menjadi lebih indah jika hati kita juga bersua. Bertaut satu dengan yang lain. Jika kita bisa menambah kawan, sahabat dan saudara, kenapa pula harus mencari lawan dan perkara? Jika kita bisa bergandeng tangan bersama menghadapi dan menjalani hidup bersama, mengapa kita harus mempersulit hidup dengan amarah dan nafsu durjana?”

Itulah kalimat yang kusampaikan dan kutekankan kepada diriku sendiri dan teman-teman seperjuangan saya. Alangkah akan begitu indah hidup ini jika semua di antara kita bisa bersinergi sehati demi membangun kehidupan yang kian indah menuju kehidupan berikutnya.

Kita coba dan terus coba lepaskan bejibun kepentingan. Kepentingan politik, ekonomis, golongan, etnis, agama, dan lain sebagainya. Tak ada lagi persaingan yang ditumpangi kebencian dan kedengkian. Tak ada lagi saling rangkul tapi hanya untuk membunuh karakter orang lain. Tidak ada lagi saling tuduh, saling tindih, saling sindir, saling sikut, dan saling-saling negatif lainnya.

Mari, saudaraku semua, kita buat diri kita berpikir positif atas semua perjalan hidup kita, lingkungan kita, semua adalah sahabat kita, semua adalah manusia! Semoga bermanfaat.

(Mishbahul Munir)

One response to this post.

  1. Pesan yg anda sampaikan teramat sagat bagus. Saran saya ada satu hal lagi yg perlu anda sampaikan untuk semua teman-teman sejagat raya ini. Ada pesan dari sang Pencipta demi waktu sesungguhnya manusia merugi. Kalau kita berfikir tetang maha besarnya arti sebuah waktu mungkin teman-teman kita sejagat raya ini akan takut untuk tidur pd malam hari. Hal itu karena pd saat kita bangun kita tidak akan tau bahwa kita masih sehat wal afiat ataukah akan al marhum. Jadi alangkah inidahnya hidup ini walau kemanapun kita pergi semua orang mengenal kita dan selalu menganggap kita orang baik karna kita selalu berbuat baik dengan manusia. itu manusia yg selalu menjunjung tinggi nilai seorang teman. Karena dosa dgn sang pencipta bisa diampunkan tapi dosa dgn manusia harus minta maaf dgn sesama manusia.

    Alangkah nikmatnya sebuah kematian bila kepergian kita ditangisi dan dirasakan kehilangannya oleh banyak orang. sekian wejangan dari saya. terima kasih

    Misbah says: Saudaraku Henry, indah sekali wejangan tambahan Anda. Terimakasih ya telah berkenan berbagi di sini… Salam kenal…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: