Modus Perjokian SNMPTN Kian Tambah Cerdas Aja!


kenapa sih harus bela-belain mati-matian masuk Negeri? kalo toh akhirnya esok cuman nganggur!

Selain pelakunya juga orang-orang cerdas karena mahasiswa Unhas dan ITB, mereka juga menggunakan cara-cara cerdik dilengkapi peralatan high technology.

Hal ini muncul karena modus-modus lama telah mudah sekali dibaca oleh panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di berbagai perguruan tinggi. Modus pertama, mereka berulang-ulang daftar ke perguruan tinggi tujuan konsumen walaupun dia sudah kuliah di ITB. Kedua, mereka menggunakan handsfree berwarna kulit manusia.

Ini berita lengkapnya:

10 Joki Ditangkap, 9 di Antaranya Asal ITB!

Jumat, 3 Juli 2009 | 09:45 WIB | MAKASSAR, KOMPAS.com — Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Hasanuddin, Makassar, menangkap 10 joki yang mendampingi peserta seleksi dalam mengerjakan soal, Rabu (1/7). Di antara para joki itu, terdapat sembilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung.

Jaringan joki SNMPTN itu terungkap setelah dua anggota Tim Monitoring dan Evaluasi SNMPTN, Abdul Rasyid dan Ilham Jaya, menangkap tangan seorang joki berinisial IS. Ia memberikan jawaban soal seleksi kepada kliennya, peserta SNMPTN berinisial An, Rabu siang.
”Awalnya, kami mengevaluasi data para peserta SNMPTN dan menemukan bahwa IS adalah peserta tahun lalu yang lulus SNMPTN 2008. Menurut data kami, ia telah kuliah di ITB. Tahun lalu ia juga sudah lulus seleksi Jalur Nonsubsidi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Pada seleksi kali ini IS mengikuti seleksi untuk masuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Karena curiga, kami mengawasinya sejak awal ujian. Ternyata, kami melihatnya mengoper jawaban soal seleksi kepada An,” kata Abdul di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
IS kemudian dihadapkan kepada Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr dr Idrus A Paturusi. IS kemudian mengungkapkan nama para joki dan pengguna jasa perjokian yang ada dalam jaringannya.
”Dari pengakuan IS, kami berhasil menemukan beberapa orang joki. Seorang di antaranya adalah mahasiswa Unhas. Sembilan yang lain adalah mahasiswa ITB. Kami sebenarnya malu mengungkapkan hal itu karena memperburuk citra kami. Namun, itu harus diungkap untuk menghentikan praktik perjokian,” kata Paturusi.
Jaringan joki tersebut terungkap setelah kasus itu diserahkan kepada Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar. Rabu malam, polisi menangkap para joki dan pengguna jasa lainnya yang sedang berkumpul di salah satu hotel di Makassar.
Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar Komisaris Besar Burhanuddin Andi menyatakan, hingga Kamis siang penyidik telah menetapkan 10 joki, 6 pengguna jasa joki, dan Hr sebagai tersangka kasus pembocoran soal SNMPTN.
Dari pengakuan para tersangka, terungkap aktor intelektual joki adalah seorang sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin berinisial Hr. Para pengguna jasa joki yang lulus akan membayar Rp135 juta.
Di Bandung, Jawa Barat, panitia menangkap dua pelaku kecurangan SNMPTN. Kedua pelaku ini didapati menggunakan alat komunikasi canggih, salah satunya microchip mini yang ukurannya tidak lebih besar dari diameter koin Rp 100.
Panitia juga menyita sejumlah alat bukti lain dari peserta. Alat-alat itu adalah dua telepon seluler, transmiter, dan kabel berwarna coklat yang menyerupai warna kulit manusia.
Menurut Sekretaris Eksekutif Panitia SNMPTN Lokal Bandung Asep Gana Suganda, Kamis sore, berdasarkan laporan, kemungkinan masih ada 13 pelaku yang berbuat serupa. Panitia juga menduga ada jaringan nasional yang terorganisasi. (ROW/JON/SON)
Tertangkap, Peserta SNMPTN Pakai “Handsfree” Kulit Manusia!

Kamis, 2 Juli 2009 | 17:20 WIB | Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono | BANDUNG, KOMPAS.com — Para pelaku yang ingin berbuat curang di seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) memang tidak pernah kehabisan akal. Modus baru kecurangan pun digunakan, salah satunya menggunakan handsfree berwarna kulit manusia.
Modus baru kecurangan di SNMPTN ini diungkapkan oleh Panitia Lokal Bandung, Kamis (2/7). Pengawas menangkap dua peserta ujian di tempat berbeda yang mengenakan handsfree telepon genggam berwarna coklat, mirip kulit manusia.
Sekretaris Eksekutif Panitia SNMPTN Lokal Bandung, Asep Gana Suganda, mengatakan, kedua pelaku diketahui perempuan.
“Sebetulnya, tindak-tanduk pelaku ini sudah dicurigai sejak hari pertama SNMPTN. Tetapi, baru dibongkar di hari kedua demi penelusuran lebih jauh,” katanya.
Menurut Asep, selain keduanya, diduga ada 13 peserta lainnya yang berbuat hal sama. Panitia menyita sejumlah alat bukti berupa dua handsfree, dua mikrofon nirkabel berukuran mini panjang 5 cm, serta dua ponsel Nokia tipe GSM dan CDMA. Panitia sejauh ini belum akan melaporkannya ke pihak yang berwenang.
Ketua Panitia SNMPTN Lokal Adang Surahman menegaskan, para peserta otomatis gugur karena tertangkap basah berbuat curang.

One response to this post.

  1. aku mpe heran ada yang mau bayar berjuta2 buat kaya genean, di kemanain tuh otak yang di asah dr SD, SMP , SMU?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: