Gara-gara Bom Marriott dan Pernyataan Resmi SBY, Petinggi Indonesia Saling Curigai!


pak, jaga image boleh, tapi jangan kebablasan kalo buat pernyataan resmi. image Anda jadi bablas...

Inilah resiko yang sangat besar ketika seorang Presiden banyak bicara. Mendingan jika apa yang dibicarakan baik-baik saja dan tak menimbulkan suasana negatif di negaranya. Lain yang terjadi baru-baru ini, ketika Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa wartawan (pers) atas adanya ledakan bom di JW Marriot dan Ritz, yang meminta banyak korban itu.

Gara-gara pernyataan resmi presiden yang cukup lama itu, menyebabkan beberapa hal. Pertama, citra SBY yang ingin selalu tampil ‘penuh’ dan layaknya orang yang cerdas, hebat, dan patut disegani, mendadak luntur dan akan segera pudar gara-gara gaya bicara yang menggebu-gebu dan hanya mementingkan diri sendiri itu.

Dalam pernyataan resmi tersebut, SBY bukannya menenangkan rakyatnya agar tenang dan memberikan janji untuk kerja yang terbaik untuk segera menangani pelaku bom tersebut, malah SBY membuka rahasia hasil kerja Badan Intelijen Negara yang katanya ada tim yang akan membunuhnya. Inilah yang membuat bangsa Indonesia jadi ngeri. Cita pribadinya patut luntur, karena dia hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, bukan malah memberikan ketenangan kepada masyarakat.

siapapun tahu siapa pelakunya, cuman apakah berani menghakiminya?

Apa buktinya? Ya itu tadi, tidak cukup memberikan pernyataan soal bom Marriott, tapi malah memperpanjang pernyataan resminya dengan memunculkan foto-foto yang sebenarnya bisa segera diatasinya sebagai pemegang tongkat komando tertinggi militer Indonesia. Seberapa susah sih nangkapnya, kalo sudah dapat foto-fotonya? Ya toh?

Kedua, SBY membuka front perlawanan dengan teman dan lawan politiknya sendiri yang seharusnya ini tidaklah perlu. Ada indikasi, banyak pengamat juga setuju hal ini, SBY menaruh curiga dengan lawan politiknya yang kalah dalam pemilu, baik pileg maupun pilpres. Terbukti, ada lawan capresnya yang sudah panas dan tak hanya kebakaran jenggot. Prabowo, misalnya…

Ketiga, dengan kejadian ini, terbukti bahwa, bangsa Indonesia telah salah memilih presiden barunya. Silah dimaknai sendiri untuk poin ini.

Oleh karena itu, saya sebagai warga negara dan rakyat kecil, menghimbau kepada Presiden maupun para jajarannya yang kelak memimpin Indonesia, berikanlah kenyamanan kepada bangsa Indonesia. Jangan malah membuat suasana kian memanas dan tak menentramkan dengan hanya mementingkan keamanan diri sendiri. Yakinlah, di sekeliling Anda sebagai presiden, keamanan pasti sangat tinggi. Jadi, tak perlu takut dengan teror tembak-menembak.

Mohon pikirkanlah keamanan, kenyamanan, dan ketentraman rakyat Anda dari segera teror mulut Anda, serta teror apapun bentuknya. Semoga bermanfaat! –Misbah Munir–

7 responses to this post.

  1. Iya tuh, intelijennya dodol ya, masa udah dapet foto, harusnya kan bisa langsung digrebek? aneh ya indonesia ini…

    Balas

  2. http://romailprincipe.wordpress.com/2009/07/17/konferensi-pers-bom-jw-marriot/
    hmm, memang tidak bijak..apakah justru sengaja diarahkan kesana..padahal..

    Balas

  3. Kita memang lebih suka berbuat dengan ucapan dari pada dengan tindakan!!!

    Balas

  4. Tulisan yang luar biasa, kritis dan membangun… trim’s

    Balas

  5. Posted by Tri Setyo Wijanarko on 20 Juli 2009 at 18:07

    bisa jadi nggak langsung ditangkep karena memang agar terlihat secara runtut pelaku utamanya

    Balas

  6. Jangan seperti itu menilai seorang pemimpin…
    “Barang siapa yang keluar dari suatu kepemimpinan (bai’at) meskipun hanya sejengkal, maka sudah dipastikan tempatnya di akhirat adalah Naar (neraka)”…

    ada yang tahu bagaimana kejamnya pemerintahan Hajjaj dahulu…banyak orang yang dibantai / dibunuh meskipun harus membunuh tabi’in (generasi ke-3 umat islam) secara dzolim…tapi tetap tidak diperbolehkan memberontak apalagi kudeta…

    sudah lah…kita tunduk saja dengan pemerintah, wong ntar diakhirat juga kita bisa nuntut kalau pemerintahan itu dzolim kan? kalau di dunia sih sulit utk adil…berbeda halnya dengan di akirat..

    Ingat surat Al-Qur’an : “ya ayyuhallazi na amanu, athi’ullaha wa ‘atiurrasul, waulil amri mingkum” (wahai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’at pulalah kepada rasulNya, dan juga kepada pemimpin dari golongan kalian sendiri)… ^_^

    Balas

  7. Posted by Make Money Blogging on 21 Juli 2009 at 06:21

    Payah neh memang, data masih mentah gitu sudah buat pernyataan macam-macam…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: