Kasus Bom Marriot & Ritz: Gara-gara Presiden Terlanjur Bicara, Petinggi Intelijen Dikerahkan!


harusnya presiden itu memang lebih hati-hati bicara biar masyarakat tak tambah resah...

Karena sudah terlanjur bicara, mau tak mau, daripada Presiden malu dan malu-maluin ‘geng’-nya, maka, hari-hari terakhir ini terasa ada pengerahan tim khusus untuk membeberkan berbagai fakta guna mendukung pernyataan resmi sang Presiden soal teror bom dan teror untuk dirinya baru-baru ini.

Ada beberapa nama yang muncul layaknya pahlawan yang menjelaskan berbagai fakta dan menjawab berbagai soalan teroris di Indonesia. Sebut salah satunya, Mantan Komandan Densus 88 Mabes Polri, Brigjend Pol (pur) Suryadarma Salim. Dia muncul di hampir semua media di Indonesia untuk menjelaskan atau semacam counter negatif image yang mulai menghinggapi Presiden SBY. Sekali lagi, penyebabnya karena SBY sudah banyak bicara dan seperti hanya mementingkan keamanan diri sendiri. Dalih yang dilempar pun, katanya untuk ‘mengingatkan, bukan menakuti’. Padahal, yang sudah terlanjur terlempar di hati dan mata masyarakat adalah sesuatu yang sungguh menakutkan.

Nama lain yang mendadak muncul adalah Mantan Kepala Tim Operasi Khusus. Dia pun mendudukkan masalah dan membenarkan posisi sulit sang Presiden.

kasihan bener presiden jika foto2 itu lawas ya...

Bahkan, yang mencengangkan adalah, foto-foto yang ditunjukkan SBY adalah foto-foto lama, yang muncul sekitar tahun 2004 lalu. Jika ini benar, SBY kebakaran jenggot buanget deh! Yah, gimana tidak, lha wong kayaknya dikerjain oleh tim intelijen polisi dengan diberi data dan informasi yang tidak valid! Duh duh duh… kasihan…

Soal yang lain lagi, yakni soal nada bola panas yang melempar lawan politik SBY, mulai gencar di counter oleh banyak orang (yang menurut saya pasti tim SBY), bahwa bom dan aksi teror lainnya tak ada sama sekali hubungannya dengan politik dalam negeri Indonesia. Mulailah dituduhkan ke tokoh teroris yang hingga kini polisi belum bisa menangkapnya. Ada Noordin M. Top, ada Jamaah Islamiyah, ada Al-Qaeda, dan entah yang lain lagi…

Inilah resikonya jika Presiden asal bicara dan bahkan terlalu banyak bicara. Negara jadi kian panas. Untuk menenangkannya kembali juga membutuhkan kerja yang pasti sangat keras. Yah, kita lihat saja ya hasilnya bagaimana… Toh ini juga hanya sekedar ulasan dan dugaan saya yang awam ini…

Apa pendapat Anda? –Misbah Munir–

One response to this post.

  1. iya, emang waktu itu kayaknya sby dah ngamuk tenan. sambil nunjuk-nujukin foto segala sbagai bukti.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: