Penetapan 1 Ramadhan: Muhammadiyah 22 Agustus 2009, Nahdlatul Ulama (NU) Kapan?


logo Muhammadiyah...

logo Muhammadiyah...

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009. Sementara, 1 Syawal 1430 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009.

Penetapan ini berselisih satu hari dengan kalender nasional yang mencatat 1 Syawal jatuh pada hari Senin tanggal 21 September 2009.

Demikian maklumat PP Muhammadiyah Nomor: 06/MLM/I.0/E/2009 seperti dilansir situs resmi Muhammadiyah. Dalam maklumat yang dikeluarkan tanggal 23 Juli itu disebutkan, penentuan tersebut sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam maklumat tersebut, PP Muhammadiyah juga menyertakan Tausiyah Ramadhan yang salah satunya mengingatkan agar bulan Ramadhan ini dijadikan momentum untuk mempertautkan kembali hati yang mungkin selama pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga menimbulkan keretakan hati. (sumber: Kompas.com, MINGGU, 2 AGUSTUS 2009)

Berikut ini “MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH Nomor: 06/MLM/I.0/E/2009 Tentang PENETAPAN 1 RAMADHAN, 1 SYAWWAL, 1 DZULHIJJAH 1430 HIJRIYAH SERTA HIMBAUAN MENYAMBUT RAMADHAN 1430 HIJRIYAH

Kira-kira NU kapan ya? Assunnah kapan ya? Wahabiah kapan ya? Tarbiyah kapan ya? atau yang lain lagi, kapan ya? Wah, bisa-bisa beda lagi nih… Maaf, saya tidak ingin dan bermaksud mengkritisi keputusan ini lho…

Namun, jika saya lihat selama perjalanan usia saya, sepertinya, tagline yang bunyinya “beda? bolehkan?!” akan terus dipakai oleh seluruh aliran Islam di Indonesia yang berkedok agama. Mereka (masing-masing aliran) mencoba mencari perhatian konsumen mereka masing-masing, layaknya sebuah produk dengan iklan yang paling mantab. Mereka juga sudah punya ‘pelanggan loyal’ yang selalu mentaati apapun yang ditetapkan oleh aliran itu. Istilah dagang, berapapun di bayar asal mereknya tetap itu. Bahkan, rela mati dan jihad untuk membela aliran masing-masing.

Terus, kalau sudah begini, layakkah jika saya bertanya: benarkah agama beserta alirannya hanya buatan manusia? Agama hanya sebuah kedok keorganisasian untuk melanggengkan sebuah pendapat saja? Agama hanya untuk menggalang dana demi sebuah alasan dakwah, yang katanya mulia itu? Agama hanya menjadikan manusia kian tersekat-sekat dalam kelompok-kelompok yang saling mencibir, mencurigai, bahkan saling bunuh membunuh? Agama hanya sebuah dalil yang kian lama kian menjauhkan manusia dari Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta karena ulah mereka?

boleh juga kalimat di gambar ini... hehe...

boleh juga kalimat di gambar ini... hehe...

Lalu, jika begitu, haruskah ada agama di dunia ini? Seberapa penting agama bagi manusia? Mengapa kita harus beragama? Eit, memangnya kita tahu, agama itu apa? Yang mana toh agama itu? Terus, yang mana pula agama yang benar-benar dari Tuhan? Eealah, kok jadi ngomongin agama ya? ha ha ha…

Apa pendapat Anda? –Misbah–

11 responses to this post.

  1. […] Penetapan 1 Ramadhan: Muhammadiyah 22 Agustus 2009, Nahdlatul Ulama (NU) Kapan? Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009. Sementara, 1 Syawal 1430 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009. Penetapan ini berselisih satu hari dengan kalender nasional yang mencatat 1 Syawal jatuh pada hari Senin tanggal 21 […] […]

    Balas

  2. Assalamu’alaikum wr wb.

    Perbedaan itu Rahmat, selama masing-masing pihak dewasa dalam menyikapi perbedaan. Di kalangan elite agama, perbedaan itu mungkin dirasa sebagai hal yang lumrah, akan tetapi di kalangan grass root, perbedaan itu seringkali dijadikan alat oleh sekelompok orang untuk tujuan dari sebuah keinginan yang tidak teratur. sehubungan dengan itu hendaknya elite agama menjelaskan kepada ummat tentang perbedaan itu secara logis, jelas dan terperinci agar umat yang awam dalam masalah ini, bisa menyikapi perbedaan tersebut secara dewasa, baik dalam pemahaman maupun tindakan.

    Wabillahi taufiq wall hidayah, Wassalamu’alaikum wr wb.

    Balas

  3. Posted by muslimafif on 19 Agustus 2009 at 03:46

    Harus bedakan ajaran agama dengan pemahaman tentang ajaran agama. Ajaran Agama bersifat absolut–qath’iy., sementara pemahaman tentang ajaran agama bersifat relatif–zhanniy. Puasa bersifat absolut, tetapi kapan mulai dan berakhir bersifat relatif. Karena itu kita harus toleran terkait dengan perbedaan awal Ramadhan. bukan berarti beda penetapan sudah dianggap berpecah. Kata Umar berbeda pendapat umatku adalah rahmat.

    Balas

  4. Posted by Ryan on 20 Agustus 2009 at 01:16

    Artikel ini menggunakan pandangan sekuleris dan pluralisme yang diharamkan di dalam Islam.

    Balas

  5. Perbedaan pendapat seperti ini saya pribadi tidak keberatan karena hal itu adalah wajar, tetapi kenapa dari perbedaan tersebut tidak disimpulkan dan atau ditegaskan oleh pemerintah? secara tidak langsung apabila semua berpegang teguh pada pendapat pemimpinya masing-masing orang akan terpecah belah dan saling berprasangka buruk siapa yang benar dan siapa yang salah dari hasil keputusan tersebut. kenapa organisasi islam tidak bisa bersatu antara satu dan yang lainya? siapah yang bertanggung jawab atas semua ini? harapan saya hanya ingin bersatu sesama agama islam.

    Balas

  6. Alhamdulillah…
    insyaallah besok kita kan menjalani ibadah wajib bagi kaum muslimin..
    semoga ibadah puasa kita bisa diterima oleh Allah SWT tanpa dikurangi sedikitpun berkah dan pahalanya…
    semoga bulan Ramadhan besok bisa kita jalani dengan baik dan khidmat…

    semoga Ramadhan kali ini bisa kita jalani bersama-sama tanpa ada perbedaan, agar rasa kebersamaan umat muslimin semakin erat…
    walaupun ada yang berbeda mengenai jatuhnya awal Ramadhan, moga Ramadhan kali ini kita bisa bersama-sama menjalankannya…

    semoga kita selalu diberikan kesehatan dan ke khusyukan dalam menjalankan kewajiban kita, amin…
    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    Balas

  7. Posted by ahong on 11 September 2009 at 13:51

    bagus bagus banget tanggapan saudara saudara diatas..
    dan sangat dewasa sekali dalam menanggapi artikel yang notabene ada yang bilang bahwa itu semi sekuler pluralis..
    hehehee..
    “walaupun seisi dunia ini kafir, maka Alloh tidak akan merugi karena kekafiran manusia itu..”
    Sampai saat ini, artikel2 yang dalam tanda kutip sedikit memojokkan atau bahkan anti dengan agama hal itu saya pandang sebagai hal yg wajar dan bahkan orang itu mungkin patut dikasihani.
    karena mungkin ketidak tahuan beliau akan agama, atau bahkan mungkin karena kurang lengkapnya beliau dalam mempelajari agama. khususnya agama islam.
    Islam itu rumus pasti dan tidak bisa di utak atik lagi.
    adapun adanya perbedaan2 yg ada pada ummat, itu hanya masalah pemahaman dan penafsiran masing masing ummat tersebut.
    selama perbedaan itu masih dalam tahap wajar, saling toleransi dan bersungguh-sungguh dengan pemahaman itu, maka insya Alloh Tuhan semesta alam tidak akan menyesatkan ummat tersebut, dan bahkan mungkin Alloh akan memberi petunjuk kepada pemahaman yang benar misalnya ummat tersebut kurang benar dalam penafsiran atau pemahaman dalam agama.
    Jadi kalau ada seseorang yang prihatin dengan perbedaan yang wajar, semoga Alloh menunjukkan jalan yang terbaik untuknya..amin..

    disini sy jg akan menyampaikan sedikit kritikan terhadap mayoritas ummat islam,
    silahkan anda berafiliasi terhadap salah satu golongan, akan tetapi jangan sampai anda bertaqlid atau berfanatik buta terhadap golongan tersebut.
    Jangan selalu meng”iya”kan atas apa yang disampaikan oleh pimpinan atau kyai kita, karena kita jg punya akal pikiran untuk mencerna dan mempelajari sendiri sebuah dalil atau aturan dalam agama yang ada dalam Alqur’an atau Hadist, pedoman hidup kita adalah Alqur’an dan Hadist dan bukan kyai kyai kita…
    saat ini, banyak sekali buku buku yang bisa menuntun kita untuk bisa memahami Alqur’an dan hadist.
    Silahkan anda pelajari dan jangan hanya menjadi kuda andong yang selalu diarahkan oleh kusirnya..

    Kritik buat para ulama/kyai:
    Janganlah anda selalu mencekoki dengan isi isi dalil saja, tetapi ajaklah ummat anda untuk bersama sama mencerna atau mencermati dalil dalil yang ada dalam Alqur’an dan Hadist
    yang mana yang shahih, yang mana yg dlaif, yang mana yang bid’ah dll…
    Jadi jangan marah kalo apa yang anda sampaikan kepada ummat tetapi tidak digunakan oleh ummat anda.

    sekian terima kasih..
    maaf atas segala kekhilafan.
    jazakumulloh kheir..

    Balas

  8. Posted by fahrizal on 14 September 2009 at 06:16

    saya ikut muhammadiyah oke coy………………… (ong dkk)

    Balas

  9. Posted by rifat haikal on 15 September 2009 at 09:03

    YA BIASALAH DI KITA “PENYAKIT TAHUNAN” DI BIDANG KEAGAMAAN
    SADARLAH PARA PEMIMPIN.

    Balas

  10. Posted by bella on 17 September 2009 at 02:21

    makanya tegakkan DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH……..
    Biar perbedaan pendapat n bisa diselesaikan oleh kholifah…

    ALLAHUAKBAR………….

    Balas

    • Posted by rifat haikal on 26 September 2009 at 05:06

      mciih da yang mau tegakkan daulah islamiyahhhhh.
      daulah spt apaaa nihhhhhhh………………………..??

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s