Punya Anggaran Dana Terbesar, Depdiknas Bakal Jadi Rebutan Parpol dan Lahan Korupsi Paling Empuk


intinya, kita doakan saja SBY bisa amanah dan mempertanggung jawabkan anggaran ini...

intinya, kita doakan saja SBY bisa amanah dan mempertanggung jawabkan anggaran ini...


Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada RAPBN 2010 memperoleh alokasi anggaran terbesar yang mencapai Rp 51,8 triliun.

“Anggaran besar untuk Departemen Pendidikan Nasional tersebut untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan, serta peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pidato Pengantar RAPBN 2010 dan Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna Luar Biasa DPR-RI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (3/8).

Pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2010, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja untuk seluruh kementerian/lembaga mencapai Rp 327,6 triliun, meningkat Rp 10,6 triliun dibanding RAPBN tahun 2009 lalu.

Menurut Kepala Negara, dengan anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN itu diharapkan dapat menaikkan kesejahteraan guru, meningkatkan mutu pendidikan guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21.

Diungkapkan oleh Presiden, lembaga lainnya yang juga memperoleh anggaran yang cukup besar yaitu Departemen Pertahanan sebesar Rp 40,7 triliun dan Departemen Pekerjaan Umum Rp 34,3 triliun. Sementara itu, Departemen Agama memperoleh Rp 26,0 triliun, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp 25,8 triliun, Departemen Kesehatan sebesar Rp 20,8 triliun, dan Departemen Perhubungan sebesar Rp 16,0 triliun. (Sumber: Kompas.com)

Dari berita di atas, saya mencoba melihat dari sisi positif dan negatif. Sisi positifnya terlebih dahulu, yaitu tak beda jauh dengan apa yang disampaikan oleh Presiden SBY. Namun, di balik itu semua, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Departemen atau Kementrian yang memiliki dana anggaran terbesar, bakal dipastikan akan jadi rebutan partai politik (parpol). Mengapa begitu? Pastinya untuk ‘menghidupi partai tersebut. Tak tanggung-tanggung lho, 5 tahun nyedot setorannya. Yah, walaupun statemen ini perlu pembuktian dong pastinya. Namun, saya bisa melihat dari banyaknya kasus korupsi yang ada saat ini, ya lebih banyak di sana.

Informasi lain yang saya dapatkan dari beberapa teman yang pernah bekerja di Departemen maupun Kementrian pun sama. Departemen dan Kementrian merupakan pos paling empuk untuk ngemel atau nodong anggaran bagi para partai-partai. Satu lagi, yaitu BUMN.

Nah, kalau sudah begitu, kemungkinan lain untuk meningkatkan kasus korupsi juga bakal tinggi. Yah, kita lihat saja esok ya. Semoga saja apa yang disampaikan oleh SBY itu benar-benar bisa dijaga. Apakah orang dia, orang partai atau kader partai lain yang akan ditempatkan di Departemen dan Kementrian bidang Pendidikan ini. SBY harus ekstra hati-hati sekali.

Bagaimana menurut Anda? –Misbah–

3 responses to this post.

  1. walah saya kira jadi ajang rebutan itu dengan tujuan pembelajaran ke masyarakat artinya ingin menambah kaderisasinya…. tak taunya malah berebut uang….
    info yang menarik, kritis dan membangun … trim’s

    Balas

  2. […] Punya Anggaran Dana Terbesar, Depdiknas Bakal Jadi Rebutan Parpol dan Lahan Korupsi Paling Empuk Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada RAPBN 2010 memperoleh alokasi anggaran terbesar yang mencapai Rp 51,8 triliun. “Anggaran besar untuk Departemen Pendidikan Nasional tersebut untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan, serta peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pidato Pengantar RAPBN 2010 […] […]

    Balas

  3. […] Punya Anggaran Dana Terbesar, Depdiknas Bakal Jadi Rebutan Parpol dan Lahan Korupsi Paling Empuk Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada RAPBN 2010 memperoleh alokasi anggaran terbesar yang mencapai Rp 51,8 triliun. “Anggaran besar untuk Departemen Pendidikan Nasional tersebut untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, pemerataan, dan perluasan akses pendidikan, serta peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pidato Pengantar RAPBN 2010 […] […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: