Wow, Masturbasi atau Onani ala Wanita Rupanya Sangat Bermanfaat Lho!


Wow, masturbasi atau onani ala wanita rupanya sangat memberikan manfaat bagi para wanita! Mau tau, berikut berbagai manfaat tersebut?

1. Wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi.

ya silahkan dicoba aja ya... tapi postingan ini tidak untuk Anda yang masih perawan lho ya...

ya silahkan dicoba aja ya... tapi postingan ini tidak untuk Anda yang masih perawan lho ya...

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR (F), konsultan seksologi dan spesialis rehabilitasi medik dari RS Harapan Bunda, Jakarta, seperti dikutip tabloid Nakita, normal saja jika wanita dapat mencapai orgasme dengan masturbasi. Sama halnya dengan pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan masturbasi. Namun, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris, ada juga yang akibat rangsangan pada G-spot.

 

Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut CAT (coital alignment technique) seperti posisi doggy style. Saat melakukan hubungan seksual, wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke G-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris namanya orgasme klitoral, sedangkan yang ke G-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita karena orgasmenya menjadi dobel (berkali lipat). Untuk ini, banyak teknik yang bisa dilakukan, yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersamaan. Caranya dengan melatih keterampilan bersama.

2. Orgasme lebih cepat didapatkan saat masturbasi.

eeemmmmmm..... no coment ah...

eeemmmmmm..... no coment ah...

Menurut dr Ferryal, orgasme yang diperoleh saat masturbasi bisa lebih cepat daripada yang diperoleh saat berhubungan intim dengan pasangan. Sebab pada dasarnya wanita memang butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan “panas”. Perlu dipahami, dengan masturbasi, rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

 

3. Masturbasi pada wanita dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Menurut penelitian, kebanyakan wanita pernah bermasturbasi setidaknya sekali dalam hidup mereka. Frekuensi dan usia saat melakukannya bervariasi, tidak ada patokan normal mengenai hal tersebut. Banyak wanita merasa bersalah saat melakukan masturbasi, khususnya ketika mereka sebenarnya sudah berpasangan. Namun menurut sex therapist, wanita tak perlu merasa bersalah. Sebab pasangan bisa saja sedang lelah, sedang ke luar kota, pokoknya sedang enggak “available“. Jadi, jika kita memang sedang “ingin”, masturbasi bisa jadi jalan keluarnya.

sebahagia inikah hasilnya?

sebahagia inikah hasilnya?

Masturbasi juga bisa dilakukan dengan metode apa saja. “Cara apa pun bisa dianggap normal,” ungkap Paul Joannides, PsyD, seorang psychoanalyst di Waldport, Ore.

 

Dari survei diketahui, jari tangan dan vibrator adalah dua metode yang umum digunakan dalam masturbasi wanita. Lebih dari separuh dari 2.056 wanita, berusia 18-60 tahun, menggunakan vibrator, baik saat bermasturbasi, maupun intercourse. Demikian menurut Debby Herbenick, PhD, MPH, Associate Director dari Center for Sexual Health Promotion di Indiana University, Bloomington, yang memimpin survei tersebut. Sebanyak 30 persen dari wanita yang disurvei menyatakan pernah memakai vibrator.

Beberapa ahli sebenarnya mengkhawatirkan efek samping dari penggunaan vibrator, seperti sakit atau mati rasa pada alat kelamin. Adapun Frank Sommers, MD, seorang psikiater di Toronto, mengatakan bahwa penggunaan vibrator yang terlalu sering saat masturbasi akan mengurangi kemampuan wanita mencapai orgasme dengan pasangan. Menurutnya, penggunaan vibrator berlebihan dapat membiasakan sistem saraf otonomik pada suatu stimulasi yang tak dapat dilakukan oleh manusia.

4. Masturbasi dapat memperbaiki mood, tanpa kewajiban melakukan seks berpasangan.
“Masturbasi dapat memperbaiki mood yang turun,” ungkap Kathleen Segraves, PhD, sex therapist dan guru besar tamu bidang psikiatri di Case Western Reserve University. “Dengan solo sex, perhatian tidak akan teralih, dan Anda bisa fokus pada pengalaman Anda sendiri tanpa perlu memastikan pasangan juga menikmati atau tidak,” tambahnya. Hal ini tidak perlu diartikan Anda tidak memedulikan pasangan. Namun, bahwa sekali-sekali Anda juga boleh kok memikirkan diri sendiri, begitu kata para pakar.

5. Masturbasi dapat memperbaiki kehidupan seks bersama pasangan.

Wanita yang bermasturbasi secara rutin dapat mempelajari apa yang menyenangkan untuk mereka. Hal itu dikatakan Segraves. “Hal itu dapat membantu kepercayaan diri secara seksual, dan membantu membimbing pasangan jika Anda memiliki pasangan,” ujarnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada pasangan, “Taruh tanganmu di sini,” tanpa merasa malu, kata Segraves.

 

Sedangkan Herbenick menambahkan, wanita yang menggunakan vibrator selama masturbasi cenderung memiliki fungsi seksual yang lebih baik bersama pasangan. Ia mendapati bahwa wanita yang menggunakan vibrator mendapatkan fungsi seksual yang lebih baik dalam hal pelumasan vagina, hasrat, bangkitnya gairah, dan kemudahan orgasme, dan mereka cenderung tidak mengalami sakit atau ketidaknyamanan yang didapat saat intercourse.

6. Masturbasi membantu Anda rileks.
Saat menghadapi hari yang menyebalkan, wanita sering terpengaruh, dan berpikir, “Bagaimana ya, harus memperbaikinya?” Menurut para peneliti, dibandingkan pria, wanita lebih mungkin mengingat-ingat perdebatan atau hubungan yang buruk dengan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan stres. Jika Anda bisa mulai menyenangkan diri sendiri, Anda dapat meredakan stres yang diakibatkan oleh pikiran-pikiran semacam itu. Memang tidak selamanya dapat mengatasi, tetapi setidaknya dapat membantu. Demikian menurut Segraves.

7. Masturbasi dapat mengurangi nyeri saat haid.
Kebiasaan bermasturbasi dilaporkan dapat membantu mengurangi kram perut saat menstruasi, dan memperbaiki gejala PMS lain, seperti rasa mudah marah atau mudah tersinggung. Masturbasi yang berlanjut hingga orgasme bahkan dapat membantu mengurangi migrain. Meskipun orgasme kadang-kadang ditemukan sebagai pemicu migrain, aktivitas tersebut juga dapat menguranginya. Demikian menurut beberapa penelitian. Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa faktor yang dikaitkan dengan orgasme (sendiri atau bersama pasangan) dapat menyembunyikan rasa sakit, atau proses migrain.

sumber: Kompas.com, SELASA, 28 JULI 2009.

9 responses to this post.

  1. Posted by deniel on 5 Agustus 2009 at 06:31

    haha…keren postinganya…

    visit my blog

    http://ilikethisword.wordpress.com

    Balas

  2. haha…keren postinganya…

    visit my blog

    http://ilikethisword.wordpress.com
    BTW I love your blog!

    Balas

  3. “Caranya dengan melatih keterampilan bersama”
    ahahahhaaha keik pelajaran seni n prakaria, juga mengandung nilai2 leluhur bangsa yaitu gotong royong, :D

    itu u tube na ngokeh lhooo,, ngijin dibajak dikit yak jerih payah nya,,
    woelahhh,, pak berjenggot diriku tak pernah menganu kan apapun ke anuku. pisssss..!!!!!!! save your anu for nganu only..!!!!!!!!

    Balas

  4. saya kok melihat bahwa kalau masturbasi dihubungan dengan agama apapun itu adalah dosa, tetapi bila di lihat dari kacamata maka saya percaya buat pria juga bisa menyehatkan, asalkan tidak keterusan selalu puas dengan alat saja dan bisa menggantikan fungsi penis pria selamanya, saya pikir masturbasi ga masalah
    kalau semua wanita lebih senang mastubasi dengan alat saja, maka nanti kita tidak akan berkembang biak dengan normal, dan penduduk bumi akan makin sedikit, betul ga mas ?

    Balas

  5. Posted by nono on 7 Desember 2009 at 07:05

    kwalat loch

    Balas

  6. Posted by n_n on 30 November 2010 at 13:17

    ngawuuuuuuurrr.!!! makin gak jelass……
    org klo gak tau agama ngomongnya ngawur..!!!!

    Balas

  7. lebih baik menikah lebih nyaman dan tenteram ..

    Balas

  8. daripada memperkosa anak orang lebih baek onani.

    Balas

  9. Betul betul betul

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: