Ini Dia, Berbagai Kejanggalan Penggerebegan yang Katanya Noordin M Top Itu!


kasihan masyarakat setempat dan Indonesia, sehari mendapat teror ulah dari polisi...

kasihan masyarakat setempat dan Indonesia, sehari mendapat teror ulah dari polisi...

Ini analisis singkat dari orang awam seperti saya ini atas kehebohan tatkala Densus 88 melakukan penggerebegan di Kedu, Temanggung kemarin:

Pertama, seperti yang disampaikan oleh Kapolri, perlu pembuktian terlebih dahulu siapa yang dibungkus peti mati di rumah yang berjam-jam ditembaki anggota Densus 88 itu. Apakah benar itu Noordin M. Top? Atau tetap hanya korban yang sekedar ‘dibuat-buat’ oleh polisi? Yah, minimal lumayan buat latihan mereka daripada peluru hanya buat pajangan dikantong saja.

Kedua, mengapa untuk membunuh 1 orang saja, polisi harus berjam-jam menyelesaikannya? Jika memang boleh dibunuh, harusnya tinggal masukkan 1 bom saja, beres! Toh, walaupun sudah di bom, tubuh seseorang yang masih tersisa bisa dideteksi DNA-nya?

Ketiga, dengan lamanya waktu penggerebekan itu, sepertinya ada sensasi dan polisi membutuhkan perhatian masyarakat atas kerja mereka. Yah, biar kelihatan serius, gitu. Terus, kenapa harus menunggu wartawan kumpul semua dulu baru drama penembakan dimulai? Jika target benar-benar berbahaya, sesegera, secepat, dan sebersih mungkin harus diringkus. Masa semalaman penduduk, polisi, wartawan yang ada di TKP bisa nonton kayak film perang saja!

Keempat, jika memang yang ditembak itu adalah Noordin M. Top, siapa yang bisa membuktikan bahwa dia adalah Noordin M. Top? Sejak kapan polisi membawa peti mati buat seorang gembong teroris? Kantong mayat, saya fikir cukup untuk menghormati seorang teroris!

kasihan yg wajahnya mirip dengan nurdin ini...

kasihan yg wajahnya mirip dengan nurdin ini...

Kelima, mengapa sebelum dilakukan pengepungan, beberapa hari sebelumnya, seluruh keluarga pemilik rumah diungsikan dulu? Seharusnya, jika memang ada teroris di situ, satu keluarga atau seluruh anggota rumah itu layak untuk diamankan semua. Kenapa disisakan 1 buat ditembaki?

Keenam, menurut informasi seluruh media yang meliput di TKP, bahwa tidak ditemukan sama sekali ada bercak darah di rumah tersebut. Ini maksudnya apa? Peluru berhamburan berjam-jam gitu kok tak ada darah!

Ketujuh, ada fakta baru yang dikeluarkan oleh Kapolri setelah penembakan di Kedu dilakukan, bahwa katanya seorang Nurdin M Top itu hanya bawahan, masih ada lagi atasnya dalam struktur Jamaah Islamiyah. Kenapa ini baru muncul sekarang? Apakah Indonesia butuh nama baru untuk mengawetkan perteroran di bangsa ini?

Intinya, saya sependapat dengan beberapa pengamat yang bisa berkomentar di depan TV, bahwa, yang namanya Noordin M. Top itu tak akan mati, karena dia hanyalah fiktif adanya. Bisa saja dia mati, tapi siapa yang mau peduli dan membuktikan bahwa DNA-nya sama dengan aslinya?

Anda tidak setuju? Apa pendapat Anda? –Misbah–

11 responses to this post.

  1. Posted by Ali Hifni Juventini on 9 Agustus 2009 at 17:06

    Kedelapan, kenapa hanya sendirian dan tidak ada pengawalnya ??? Statusnya sebagai ‘Public Enemy Number 1’ kan mestinya bawa-bawa pengawal kemanapun pergi….

    Balas

  2. Posted by tjah bagoess on 9 Agustus 2009 at 17:38

    hehehe…iya juga ya mas. belasan jam untuk menangkap satu orang saja.
    peti matinya udah dipesan duluan, atau memang kebetulan ada toko peti mati yg udah buka jam segitu? trus, mana senjata dan bukti peluru yg dipakai untuk perlawanan? apa cuma pake piso dapur?

    Balas

  3. Posted by yusak on 10 Agustus 2009 at 19:05

    analisa anda boleh juga.

    Balas

  4. Posted by wahyu am on 10 Agustus 2009 at 22:46

    tunggu tes dna

    Balas

  5. Posted by deniel on 11 Agustus 2009 at 05:27

    ke sembilan..kenapa sebelum ditembaki.ditanya dulu??siapa didalam.yang didalam jawab..Noordin M Top??hayo???

    http://ilikethisword.wordpress.com/2009/08/09/stop-dreaming-start-action-to-make-my-parent-happy/

    Balas

  6. Hidup Indonesia

    Balas

  7. kita tunggu saja berita resmi polri, toh polri masih menyelidiki itu nurdin apa bukan? spekulasi malah bikin ruwet

    Balas

  8. Posted by paries on 11 Agustus 2009 at 05:45

    Saya maw menyanggah secara netral dan menurut yang saya pikirkan..

    Pertama, memang benar kapolri perlu pembuktian karena polri bekerja atas nama hukum, maka segala sesuatunya harus dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dibuktikan. Maka dari itu kapolri meminta waktu untuk mengidentifikasi tersangka. Identifikasi hanya berdasarkan kemiripan muka tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Kedua, sebenarnya saya juga heran mengapa Polri menghujani tembakan selama berjam-jam seperti itu. Karena tersangka akan lebih berfanmaat jika ditangkap hidup-hidup. Tapi saya juga berpikir bahwa kapolri belajar dari pengalaman sewaktu menangkap doktor Azhari yang meledakan dirinya sewaktu hendak ditangkap. Jika tersangka di Tumenggung, bisa jadi akan ada korban lain yang berjatuhan. Maka dari itu, lebih baik tersangka saja yang mati dari pada menambah korban lain.

    Ketiga, yang ini sih saya tidak tahu kenapa. Tapi saya mencoba berpikir positif saja, seperti yang sudah saya katakan tadi, pori hanya takut jika tersangka meledakan diri dan jatuh korban-korban lainnya.

    Keempat, jenazah tersangka tentu saja akan dapat diidentifikasi. Banyak cara yang dapat dilakukan. Polri mengatakan bahwa mereka memiliki DNA anak Noordin M. Top. Dapat juga dengan mencocokkan dengan DNA keluarga di Malaysia. Selain itu juga bisa dengan mencocokkan dengan data penduduk / institusi yang berhubungan dengan tersangka. Untuk masalah peti jenazah, tujuan utama menggunakan peti jenazah adalah bukan untuk penghormatan, melainkan untuk menjaga agar badan jenazah tetap terjaga karena jenazah merupakan barang yang penting untuk diidentifikasi. Selain itu, penggunaab peti jenazah merupakan standar internasional untuk evakuasi jenazah.

    Keenam, itu kan menurut media. Kita semua tahu bahwa tidak ada yang boleh memasuki rumah tersangka itu selain yang berkepentingan. Artinya media juga tidak boleh memasuki rumah. Dengan demikian kepastian dari berita itu belum pasti. Pemberitaan yang resmi dari kapolri juga tidak memberitahu kebenaran soal itu.

    Balas

  9. bener banget nich….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: