Ironis! Jurnal Ilmiah Bermutu dan Jumlah Penelitian Indonesia vs Gaji Anggota DPR RI


gimana mau maju penelitian dan pendidikan Indonesia, kalau kayak gini...

gimana mau maju penelitian dan pendidikan Indonesia, kalau kayak gini...

Miris sekali jika melihat kondisi penelitian dan jurnal ilmiah di Indonesia ini. Kabar terbaru dari Kompas.com diberitakan bahwa, sejumlah pengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi Indonesia mengeluhkan sulitnya mendapatkan naskah-naskah bermutu. Selain menghambat pengembangan jurnal ilmiah, kondisi ini sekaligus mencerminkan kualitas penelitian di Tanah Air yang tidak baik.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Indratmo Soekarno mengatakan, di ITB terdapat 32 jurnal ilmiah dan 27 di antaranya aktif terbit. Lima lainnya kurang aktif. Terdapat dua jurnal internasional dan 12 jurnal berakreditasi nasional. Tengah diupayakan dua jurnal lainnya diakui secara internasional.

Keberlanjutan jurnal ilmiah terkendala oleh minimnya naskah bagus. ”Masih kurang kiriman naskah hasil penelitian yang orisinalitasnya tinggi dan memiliki kebaruan atau new finding,” ujarnya.

Kondisi itu ikut mencerminkan kualitas riset di Tanah Air. ”Kalau penelitian hanya bersifat daur ulang, sulit masuk jurnal ilmiah berakreditasi,” katanya.

Perguruan tinggi lain, Universitas Indonesia (UI), mengelola 34 jurnal ilmiah dan 10 jurnal di antaranya terakreditasi serta 24 jurnal dalam proses akreditasi. Tahun ini, 6 jurnal di antaranya dalam persiapan sebagai jurnal internasional. Sebagian pengelola jurnal mempunyai kendala sama, yaitu dalam memburu naskah.

Kesulitan mendapatkan naskah sempat dirasakan Jimmy P Paat, dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Dia pernah menjadi anggota dewan penyunting Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan. Jimmy mengatakan, ada kecenderungan penelitian sebatas proyek. Proyek memang merangsang tumbuhnya penelitian, tetapi kualitasnya dipertanyakan.

Nah, coba bayangkan, sekedar ilustrasi sederhana, gaji seorang profesor atau guru besar itu paling sekitar Rp 4.000.000, sedangkan gaji peneliti utama itu sekitar Rp 4.300.000. Anda tahu, berapa gaji anggota DPR yang kerjanya cuman rapat, terkadang tidur, dan punya jadwal yang tidak jelas ngantornya itu? Gaji mereka Rp 20 Juta perbulan! Itu pun katanya masih kurang dan minta kenaikan lagi.

Saya hanya mencoba melihat komitmen pemerintah akan hal ini. Jika memang komitmen tinggi pada pendidikan dan penelitian, sudah seharusnya Indonesia memikirkan lebih serius akan dana pendidikan dan penelitian tersebut. Jangan sampai, tiap hari, mengalir banyak sekali para peneliti potensial dan terbaik Indonesia keluar negeri hanya untuk mencari penghidupan yang layak! Sungguh ironis! –Misbah–

2 responses to this post.

  1. […] Ironis! Jurnal Ilmiah Bermutu dan Jumlah Penelitian Indonesia vs Gaji Anggota DPR RI Miris sekali jika melihat kondisi penelitian dan jurnal ilmiah di Indonesia ini. Kabar terbaru dari Kompas.com diberitakan bahwa, sejumlah pengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi Indonesia mengeluhkan sulitnya mendapatkan naskah-naskah bermutu. Selain menghambat pengembangan jurnal ilmiah, kondisi ini sekaligus mencerminkan kualitas penelitian di Tanah Air yang tidak baik. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Institut […] […]

    Balas

  2. itulah kalau orang lebih mementingkan keshoroan daripada ilmu. makanya banyak yang melecehkan sekolah tinggi-tinggi nganggur

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: