Kontroversi Ulah Jiplak Budaya Malaysia: Perang! atau Lupakan?


kira2 nenek moyang penemu tari pendet marah gak ya sama malaysia? (picture: www.iloveblue.com)

kira2 nenek moyang penemu tari pendet marah gak ya sama malaysia?

Ini adalah fenomena yang kesekian kalinya. Ulah Malaysia yang bikin kontroversi di Indonesia. Tapi Indonesia hanya bisa protes, kirim nota resmi ke Malaysia, bakar bendera, ngumpat-ngumpat sendiri tak jelas juntrungannya dan lain sebagainya. Nah, ada sebuah diskusi menarik yang dimulai oleh Slamet Effendy Yusuf, seorang Anggota DPR RI di facebook.com. Berikut penuturan diskusi selengkapnya:

Slamet Effendy Yusuf –> kadang bertanya: apakah reaksi kita ke Malaysia tdk berlebih-lebihan? Apakah dgn ulah Malaysia tdk berarti seni-budaya kita telah mendunia? Apakah kita marah, jika komunitas2 Jawa di sana menari reyog atau kuda kepang? Tahukah kita jika di tanah Melayu itu ada komunitas Jawa/Bali yang sudah lama bermukim di sana? Apakah terlarang jika mereka menari Jawa/Bali? Bagaimana jika Suriname mengatakan wayang budaya mereka?

Asep Deni Adnan Bumaeri –> betul bang … kadang saya pun bertanya dan berfikir seperti itu … termasuk itu media kita … apa tidak dosa besar memprovokasi rakyat supaya benci malayasia… yang Proporsional aja.

Wawan Tri HermawanYang –> ini kasusnya saya yakin bukan seperti itu…lebih kepada kesombongoan dan kepongahan negeri tersebut…sementara negeri kita yang terlalu banyak hutang sudah tidak berani apa-apa lagi

hayo, apa mau berhubungan tapi tanpa keikhlasan?

hayo, apa mau berhubungan tapi tanpa keikhlasan?

Fayzal K Waysoen –> sebenarnya boleh2 aja pak, tapi asal jgn me klain aja. saya rasa ngak apa berlebihan supaya mereka tdk keterlaluan sama kita. iyu baru kesenian, pulau aja dia berani klai masuk wilayah dia pak. sekali- kali perlu sifat2 berlebihan pak???????????

Ibrohim Nawawi –> Tidak salah…..yang salah KAng Slamet tinggal di Indonesia…hehehehehe….!!!!!Pulang kampung engga lebaran tahun ini..????

Teguh Sugiarto –> Mas jika mereka hanya sekedar menari dan dng segala hormat mengakui asal tarian tersebut adalah dari Indonesia berbeda dng mangakui sebagai budaya mereka. Ini jelas kebohongan publik dan mencuri budaya orang.

Muhammad Levi Mappangile –> betul bos…tp paling tidak sopansantun harus di kedepankan…bok ya permisi2 dulu…kl krg ajar bukan budaya melayu

Eko Indriyanto –> Dan kita pun harus instrospeksi, apakah pemerintah RI juga sudah memperhatikan para seniman (tradisional) kita?

Toif Mad’s –> Ya tidak apa2 pak kalau ada kesenian kita ditiru atau dimainkan orang malaysia. Tapi jangan di hak patenkan dong..Itu tandanya mereka ga kreatif…

Ratna Dewi Vathema Zahra –> MungKin aKibat Qt sNdiri,Org2 IndoNeSia yg KuRaNg Show uP KeRagaMan budaya Qt yg LuaRbys Kpd duNia,Hingga juStrU NegaRa tetaNgga yg MemPubLiKasiKan’y?? =|

Lutfiatus Sholihah –> mengapa kita dilahirkan di dunia ya? bukan di langit?

Dede Husam –> ketika saya kali pertama mendengar berita tentang klaim Malaysia thd tari pendet, sy jg s4 bertanya2, dimana klaimnya? sejauh ini sy melihat mereka ‘hanya’ menayangkan iklan yg di dlmnya terdapat tari bali, bkn meng’klaim’, plg gak belum, so mnrt sy yg terbaik adlh pemerintah, dlm hal ini depbudpar (bp. jero wacik), sesegera mungkin melakukan inv.risir atas aset2 budaya kita utk segera ‘mematenkan’ pd lembaga2 int’l yg berwenang (ex. UNESCO) sblm akan ada lg klaim y nantinya akan benar2 merugikan kita sbg bangsa yang kaya akan budaya..

Ibrohim Nawawi –> KAng Slamet Komentar dong….JANGAN hanya pengen di komantari..Biar shilaturahiimm kita setara….OK, salam sing wong DERMAYU

Asep Suhendar –> Kalo perkara marah tidak marah,pantas tidak pantas coba tanya kepada anggota suku yg mana keseniannya dirampas dan dicuri…sebetulnya klaim malaysia thd kebudayaan merupakan penghinaan berat kepada kita,mengingat kebudayaan indonesia merupakan nilai2 luhur dan tinggi yg lahir dan membentuk karakter bangsa.jadi jangan sepelekan hal ini,kita emang salah kurang merawat,tp jangan jd alasan orang lain seenaknya mengklaim hak kita.

Muhammad Faisal –> tapi alangkah eloknya kalau mereka tetap mencantumkan label “Made in INDONESIA” pak spy tdk dicap plagiat

Mulyana Ali –> Betul pak… Terlalu emosional… Yang jelas tak ada ungkapan bahwa kesenian tersebut milik mereka… Contohlah cina&arab, Dimana ada komunitas mereka Budaya mereka selalu hidup diberbagai belahan dunia tanpa ada kekhawatiran untuk diklaim bangsa lain…

Jemmy De Hasan –> ju2r sya benci bgd malaysia, skit hti indonesia yg bsar nan kya bdya tlah drmehkn negara malingsia mna indonesia mcan asia yg dlu,mna kdaulatan RI ?
say to no malingsia ,
i love indonesia !
i hate malingsia ! fuck to malingsia
sekitar sejam yang lalu

Syamsul Bakri Al-Mahdika –> lau protes memprotes terjadi, nanti orang2 Arab juga bisa protes karena budayanya dipakai di negeri kita (surban dsb)…

Mishbahul Munir –> ya sudah pak, diikhlaskan saja. sok nasionalis banget kita kalau sudah sok marah-marah sama Malaysia. lha wong pemerintah Indonesia yo tenang-santai saja tuh… katanya mau mengamankan budayanya dg paten, hak cipta, haki atau apalah itu, jebul yo mung cari simpatisan tok toh?

opo ya kayak begini terus rampung masalah?

opo ya kayak begini terus rampung masalah?

Fahad Ahmad –> dgn dalih apapun,ap yg dilakukn mlysia salah,kt itu trlalu baik,santun,shingga kt selalu diinjak2 oleh negara yg luasny tdk seluas kalimantn itu,etnis jawa,sunda,atau apapun yg sdh brganti warga negara,brarti sdh bkn warga indonesia lg.

Asep Suhendar –> jgn lepas konteks…ada negara tetangga yg memakai kesenian indonesia untuk kepentingan mereka sendiri tanpa minta izin atau konfirmasi kepada pemerintah indonesia.
Kalo mau ambil jgn kesenian yg mendunia dan hal lain yg menguntungkan kita,silahkan ambil budaya korupsi,budaya malas,budaya tdk cinta produk dlm negeri…
Kita sdg di uji nyali…jika diam saja,maka tunggu harga diri kita direbut kembali bangsa lain.

Yoseph Law –> coba kita lihat reaksi M’sia bila kita klaim sesuatu dri mereka….

Muhammad Faisal –> @yl setujuu

Musthafa Helmy –> Wah ini bagus untuk komentar di koran.

Ayyub Ra –> hehehhehe….kalo perlu jadikan budaya kita diakui semua negara….itu ruar biasa…pak

tari yang begitu indah yang melekat dengan rakyat Bali ini kok ya berani di utik-utik sih... Malaysia Malaysia... Sia!

tari yang begitu indah yang melekat dengan rakyat Bali ini kok ya berani di utik-utik sih... Malaysia Malaysia... Sia!

Rudi Irawan P –> Mau nari reyog apa nari pendet, mo mbatiik sampe tangan kemeng..ya..boleh..aja kalo emang ada komunitas di tanah melayu sana yang menyukai itu..,tapi yaa tetap harus mengakui kalo mereka semua itu seperti kebudayaan2 tadi berasal dari tanah Indonesia. Apa para anggota komunitas itu malu (takut disangka tidak punya nasionalisme kebangsaan malaysia)kalo kenyataan yang mereka sukai itu berakar dari Indonesia..itu masalahnya,jangan karena malu terus hanya mau menyukai kebudayaannya tapi ga mo ngakuin asal usul bangsanya. Apa Warga Indonesia Nasionalis keturunan Cina malu mengakui bahwa barongsai itu asal muasalnya dari tanah Tiongkok? itu contoh sebaliknya. masalahnya adalah Banyak orang di luar negeri sana yang malu jika dihubung2kan dengan tanah tumpah darahnya INDONESIA.

Daryanto Widagdo –> kita terlali asyik mengadopsi nilai dan budaya impor. nilai dan budaya warisan nenek moyang yang adiluhung dipinggirkan dengan stigma sesat, pornoaksi, sudah tidak njamani dll…

Ahmad Syadzali –> @Mas Slamet: saya jadi curiga nih, jangan2 kabinet malaysia, menteri2nya penuh dengan keturunan jawa dan bali,khusus menbudparnya, buktinya PM najib razak sendiri keturunan bugis…he…he..saya curiga jangan2 malaysia itu jadi indonesia kedua…

Agus Purnomo –> Jangan marah dulu…coba kalau anda orang diperantau..anda akan membangun komunitas kesukuan anda,anda akan kangen budaya dan tradisi anda….wajar kalau kesenian itu tumbuh di tanah perantauan….kapan kita berpikir…negara kita peduli sama rakyat,jangan diurus tarian pedet…coba urus TKI yang tersikas dan tertindas karena mereka lapar didalam negeri. Akhirnya mereka harus jadi perantauan…

Muiz Ali Murtadho –> Kalo orang malaysia menari tari-tarian dr budaya Indonesia, insya Allah orang Indonesia senang. Tp kalo dimunculkan dalam situs-situs resmi, sequel iklan dan sejenisnya itu perlu dipermasalahkan….

Enggi Holt –> Bener tu Pak Slamet – seharusnya jangan marah dulu sama orang lain. Bercermin dulu kepada diri kita, sudahkah kita cukup menghargai budaya kita dan melestarikannya dengan seksama? Sudahkah kita menjaganya dengan baik dan tulus ikhlas? Apapun itu bila tidak dijaga ya pasti akan dirampas.

Mas Has –> Malaysia kena syndrome klepto..kirim KPK aja

Lukman Hakim –> Itu lain persoalan, kita harus bangga kalau budaya kita juga dihargai bangsa lain. Yang harus kita jaga adalah budaya atau produk budaya yg diklaim Malaysia. Jelas saya sebagai anak bangsa tidak bisa menerimakan hal ini. Persoalan paling penting yang dapat kita ambil hikmahnya adl, kita ini negara besar, negara kaya, miskin karena dikondisikan oleh pemimpin. Sampek2 beli bedil saja tidak bisa, beli kapal tidak bisa, beli pesawat tidak bisa. Benar2 memalukan, saya memohon kepada Allah agar supaya para pemimpin yg tidak amanah di alam kubur sudah disiksa. Ahirnya Malingsia terus menerus neror Indonesia… Kapan kang pemimpin kita ini bangun dari tidurnya, amanah, jujur, adil. Jangan sampai dikadali NOOR DIN, dia itu lagi-lagi Malingsia. Kita tdk ingin perang, tapi kalau terus menerus dihina, ya harus perang… buat apa punya TNI kalau tidak untuk mempertahankan harga diri bangsa… Kita bedil tidak punya ya di SANTET dg KERIS ae… Yo opo maneh wong gak duwe bedil…

Anda setuju yang mana? Atau punya pendapat lain? Munir

8 responses to this post.

  1. menurut ku menjiplak budaya indonesia sudah menjadi salah satu budaya yang di miliki malaysia saat ini, bagaimana pun kita pemerintah kita harus bertindak, jangan sampai hanya teguran dan nantinya mereka akan mengul;angi hal itu lagi…. seperti apa yang sudah terjadi sebelum nya di mana pada iklan visit malaysia terdapat bunga raflesia arnoldi… yang notabene nya bunga arnoldi merupakan aikon budaya salah satu pulau di indonesia… pemerintah hanya berkata itu sebagai pelajaran buat kita…. dan tidak ada tindakan yang lebih tegas sehingga hal ini akan terus berlanjut ……
    semoga pemerintah kita bisa bertindak lebih tegas…

    Balas

  2. sepertinya memang negara tetangga kita ini sedang krisis identitas. buktinya mereka tanpa malu memproklamirkan diri menjadi bangsa plagiat. sungguh sangat ironis dengan slogan pariwisata yang mereka gunakan. namun yang lebih penting lagi adalah upaya dan sikap tegas dari pemerintah agar hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.
    Iklan Gratis

    Balas

  3. Posted by dus dur on 9 Oktober 2009 at 09:57

    sby menang rakyat senang merdeka

    Balas

  4. Posted by dus dur on 9 Oktober 2009 at 09:57

    sby pasti tetap memimpin

    Balas

  5. Posted by rhey on 14 Oktober 2009 at 04:01

    Harusnya Malaysia mematenkan satu lagi budaya yg paling penting dan orisinil dr negara mereka yaitu: TRADISI MENCURI. Makasih

    Balas

  6. Posted by yoga on 17 Oktober 2009 at 20:27

    malingsia kita hancurkan saja……

    Balas

  7. Posted by Rusty on 28 Desember 2009 at 08:24

    Ga’ ada kata damai dengan malaysia….

    sekalian jadikan malaysia bagian dari negara indonesia.tapi malaysia kita jadikan hanya sebuah kabupaten……

    jangan pernah bilang damai

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: