Gempa vs Klaim Kota Islami!


apakah dengan gempa, Tuhan menunjukkan cinta-Nya?

apakah dengan gempa, Tuhan menunjukkan cinta-Nya?

Baru saja, sore ini, 2 September 2009, pukul 14.55 WIB, gempa menghentak wilayah Indonesia lagi. Sekarang Tasikmalaya yang jadi pusat goyangannya. Lalu, mengapa harus di Tasik?

Untuk menjawab ini, sebenarnya hanya Tuhan yang Maha Tahu maksud dan alasannya. Namun, jika saya diperbolehkan mencoba meriview dan membuat refleksi atas semua gempa yang terjadi di wilayah Indonesia, seperti di Aceh yang berujung tsunami, di Bantul Yogyakarta, Padang, dan lain sebagainya.

Jika kita coba cermati, wilayah-wilayah itu merupakan wilayah Indonesia yang secara resmi telah menyatakan dirinya sebagai kota yang Islami. Aceh, menyatakan sebagai serambi Islamnya Indonesia. Bantul, merupakan wilayah gudangnya orang Islam fanatik. Sedangkan, Padang, jelas, muslim kuat di sana tempatnya. Lalu, di Tasikmalaya, pimpinan daerahnya memberlakukan aturan Islam yang kuat.

Nah, yang jadi pertanyaan, mengapa daerah yang malah menyatakan dirinya Islami, kok malah kena cobaan macam gempa ini?

Jawaban awam saya adalah, karena daerah-daerah itu, tidak secara tulus dan sungguh-sungguh mengimplementasikan ajarah Islam secara kaffah. Yang ada malahan daerah tersebut memaksakan masyarakatnya untuk memeluk Islam dengan sangat terpaksa. Ada jam malam yang hanya mengekang kebebasan rakyatnya. Ada pembubaran prostitusi dan tempat maksiat lain, padahal dengan pengusiran itu, malah membuat mereka praktek di rumah masing-masing, tidak terlokalisasi dengan baik.

Ada pula, muslim yang fanatik di daerah tersebut, kerjaan mereka hanya menghujat dan memusuhi agama lain. Yang tidak seharusnya mereka musuhi dan mereka benci. Pemeluk agama lain seharusnya diberi tahu dan diberi contoh, bagaimana menjadi ummat Islam yang begitu penuh kasih sangat. Ajaran Islam begitu sangat Indah. Kata Tuhan, “bukan kewajibanmu memberi mereka hidayah. Tuhanlah yang berhak memberi petunjuk. Tugas kita hanyalah menjadi bukti begitu indahnya Islam dan memberi manfaat sebesar-besarnya,” begitu firmannya dalam Albaqoroh 272. Semoga Tuhan selalu mencintai manusia yang bisa tulus mencintai-NYA dan seluruh ciptaan-NYA. amin..

Ya, ini hanyalah sebuah refleksi orang yang sangat awam, seperti saya ini. Apa pendapat Anda? –Misbah–

7 responses to this post.

  1. Tuhan tidak tidur, saat keganjenan muncul……tuhan…..memilih kita untuk memahami tanda-tandanya.

    Balas

  2. Posted by rahadi al paluri on 5 September 2009 at 05:21

    apapun pendapat kita tentang hal ini. marilah kita menyingsingkan lengan dan baju untuk segera membantu. kita harus malu… kalo bangsa ini justru dibantu oleh bangsa lain.

    Misbah says: Saudaraku Rahadi, saya setuju dengan Anda… Mari menolong semampu kita… Trims..

    Balas

  3. teringat 2006, 2 bulan di bantul bersama warga..
    hmm..menyenangkan bersama mereka..

    Balas

  4. Posted by jabz on 7 September 2009 at 14:55

    setuju dengan anda mas misbah……..itu jug ayg say cermati sampe sekarang ini….tapi yag bisa kita lakukan sekarang adalah mencoba memnbantu sekuat mungkin untuk menolong saudara2 kita tersebut……..

    Balas

  5. Posted by dudih on 9 September 2009 at 07:55

    Cobaan biberikan oleh Allah untuk menguji hambanya sejauh mana ketaqwaanya kepada ALLah. Ujian juga diberikan untuk mengukur derajat ketaqwaan seseorang . Jadi yang jelas-jelas tidak beriman untuk apa di uji.

    Balas

  6. Posted by Peri Raudatul Akmal Lubis on 12 Oktober 2009 at 16:26

    Gempa ga ada hubungan nya dengan islam atau non islam. Gempa, selayaknya seperti angin berhembus, air mengalir, api yang membakar, es yang membeku semuanya merupakan proses di alam. Semuanya bekerja sesuai perintah awal Tuhan, sesuai dengan “hukum alam” kata orang2, sesuai dengan “sunatullah” kata ustadz..

    Pertanyaan nya sudah kah kita “hidup” beradaptasi dengan “aturan” alam ini? Sudah kah kita mengerti bahwa bumi atau tanah yang kita injak ini ternyata tidak diam? Mereka hidup, mereka ada yang tumbuh, mereka ada yang melebur kembali, mereka bertingkah laku sesuai dengan takdir mereka. Kata “bencana” muncul di saat petaka itu bersentuhan dengan manusia, dan manusia terkena dampak negatif nya.. Juga, sudahkah kita sadar, ternyata “proses alam” itu ternyata tidak sepenuh nya katatropisma atau membawa kehancuran?? Mari beradaptasi dengan alam…

    Balas

  7. siapa bilang gempa tidak ada hubungannya dengan Islam?semua yang terjadi di muka bumi adalah pasti berhubungan dengan penciptanya yaitu Allah yang menguasai alam, dan jelas semua itu tertulis dalam alquran yang merupakan kitab agama Islam….
    sebetulnya bukan masalah terkait atau tidak namun yang lebih penting lagi kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian….
    setiap yang kita alami pasti telah ditentukan oleh Allah dan kejadian itu adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk hambaNya, tinggal bagaimana kita bisa mengevaluasi diri dan lebih berhati2 serta selalu meningkatkan kebaikan kepada sesama manusia dan memlihara alam ini sebaik mungkin..sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah swt…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: