Misbah: Tayangan Gempa Tak Proporsional


Mishbahul Munir

Mishbahul Munir

Gempa yang terjadi di Sumatera Barat pada 30 September lalu memang memilukan. Banyak korban jiwa dan harta benda. Banyak sekali membutuhkan uluran tangan. Tak bisa dipungkiri bahwa peran media, khususnya televisi cukup membantu dalam berbagai hal. Hanya, hingga saat ini pemberitaan di televisi dinilai semakin berlebihan.

“Tetapi di sisi yang lain, pemberitaannya tak sesuai porsi yang ada,” kata Mishbahul Munir, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Menurutnya, sajian televisi mengedepankan penderitaan tiada henti. “Jangan berlebihan mengungkap penderitaan, ini akan menimbulkan beban berat terus-menerus. Ubah dengan ragam motivasi. Semoga rekonstruksi fisik dan mental saudara kita cepat pulih,” ujarnya. (Seputar Indonesia – Sindo, Rubrik Pendidikan, Kolom Akademia, edisi Kamis, 15 Oktober 2009).

3 responses to this post.

  1. bisa ya, bisa tidak… krn standar “berlebihan” tafsirannya sepertinya cukup relatif …. yg penting juga adalah cara menyikapinya namun memang tayangan pembangun semangat sangat diperlukan… sepertinya seiring dengan proses mitigasi gempa, saat ini sudah mulai didominasi tayangan kelanjutan kehidupan pasca gempa, seperti PMI, psikolog2 anak, dlll .:lol:

    silahkan ke blog saya Richocean tentang Wajah Raja Gempa Dunia di GOOGLE EARTH
    atau blog saya lainnya Richmountain

    salam …

    Misbah says: Terimakasih Pak Richo atas masukannya. Itu adalah komentar saya hasil wawancara dan dimuat di Sindo. Sebenarnya banyak yg saya sampaikan ketika wawancara, namun, yg muncul itu saja. Tapi tak apalah, daripada tak muncul sama sekali.

    Secara garis besar, sudah seharusnya, para awak media, terutama televisi yang paling banyak pengaruhnya terhadap masyarakat kita, untuk segera mencari format pemberitaan atau tayangan yang lebih memberikan semangat untuk rekontruksi. Kalau kita lihat saat ini, theme song pembuka acaranya aja udah buat penonton merinding. Belum lagi rekaman atau foto-foto para korban yang terlihat tragis. Yah, semoga saja kita tak berlarut-larut dalam duka, dan para korban segera bangkit menapaki kehidupan mereka yg lebih baik.

    Terimakasih.

    Balas

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Mari tunjukkan kepedulian kita!

    Balas

  3. Betul, seperti gempa Jogja dulu, tidak terlalu banyak meliput dari sisi penderitaan, justru lebih kepada pemulihan

    Salam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: