Jadi Fotografer Jogja, ya Harus Paham Yogyakarta!


"Soldiers on Guard" salah satu hasil jepretan saya ketika hunting di Kraton Yogyakarta

“Jadi fotografer ya jangan tanggung gitu dong! Kalau sudah menyatakan diri sebagai fotografer jogja, ya harus paham sepaham-pahamnya tentang Yogyakarta. Apapun tentang Jogja ya harus ngerti. Dari namanya, wilayahnya, budayanya, masyarakatnya, obyek wisatanya, pemerintahannya, tempat-tempat eksotisnya, hingga harus perlu tahu dimana lokalisasinya,”

Begitu seorang teman, seorang wartawan senior dan cukup disegani di belantara jurnalistik Indonesia, menceramahiku soal fotografi. Walaupun beliau bukan fotografer, tapi beliau cukup paham bagaimana pola kerja para ‘pelukis cahaya’ itu. Bahkan, sempat juga beliau menjadi redaktur untuk foto-foto yang masuk di kolom yang ia asuh.

Ceramah yang sangat berharga ini, muncul sebenarnya dikarenakan atas ketidaktahuan saya ketika dia minta diantar buat jalan-jalan ke lokalisasi terdekat dari hotel yang ia tinggali. Sebenarnya sih, bukannya saya tak tahu, tapi karena pas waktu itu saya lagi ada perlu sehingga menghindari hal-hal berbau perkelaminan itu. Tapi, daripada harus jujur dan pasti jadi bahan tertawaan, mendingan saya diam saja. Toh, hasilnya malah dapat bahan pelajaran yang sangat menarik soal fotografi ini.

“Nah, aku tanya sama kamu, fotografi itu apa sih? Apa toh yang dipotret sampai jadi sebuah karya seni yang disebut foto itu? Lalu, mana tempat yang paling bagus buat pemotretan? Bagaimana dan dimana seorang fotografer cari konsumen yang bisa di foto? Untuk menjawab pertanyaan itu, syaratnya hanya satu, yaitu kamu harus tahu setahu-tahunya soal Jogja dan sekitarnya. Itu namanya disebut penguasaan area untuk fotografi, baik fotografi umum maupun fotografi jurnalistik,” terangnya.

Pertemuan kami itu, sesaat setelah sore harinya saya motret acara Gelar Budaya Grebeg Besar Keraton Yogyakarta, 29 November 2009 lalu. Soal pendapat beliau, saya secara pribadi berfikir, pendapat itu sangat benar. Untuk menjadi seorang fotografer profesional, dia tak cukup belajar teknis fotografi semata, namun, untuk penguasaan daerah pemotretan juga harus ia kuasai dengan baik.

Bagaimana menurut Anda? –Misbahul Munir–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: