Archive for the ‘*My Film Review’ Category

Ketika Cinta Bertashbih: “Cinta Sejati Itu Menyembuhkan, Bukan Menyakitkan”

semoga kita semua bisa menemukan cinta sejati kita hingga akhir hayat kita. amin...

Cerita berawal, beberapa menit ketika usai sholat Jum’at di kampus, aku di telpon oleh nomer yang tidak ku kenal. Tanpa ada perasaan apapun, seperti biasanya ku angkat panggilan itu.

“Halo, Misbah, apa kabar kau!” begitu suara pertama yang keluar dari ponselku.

“Iya, maaf, siapa ya ini?” sahutku.

“Wah, sudah dilupakan aku. Ini Kus, temanmu dulu pas kuliah. Kita sering makelar mobil bareng dulu di TVRI Jogja kalau Minggu. Masa lupa?” jelasnya.

Masyaalloh. Subhanalloh. Lima tahun lewat sudah kami tak pernah bertemu, tatap muka maupun via udara. Akhirnya, kami pun memutuskan bertemu. Ketika kami bertemu dan melepas kangen, kami pun berbagi cerita perjalanan hidup kita selama kami tak bertemu. Yang tak ku sangka dan membuatku miris sekali adalah ketika dia bercerita bahwa dia telah berpisah ranjang dengan istrinya lebih dari 2 tahun. Naudzubillah min dzalik… cobaan macam apa itu? Baca lebih lanjut

Download Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB): Menipu, Tapi Sukses Mendongkrak Kunjungan

jadi pengen nonton juga nih saya... kayak apa sih?

“Download Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB)”, begitulah judul sebuah tulisan yang diposting oleh seorang teman blogger beralamat di: http://www.akhdian.net/.

Judul itu cukup jitu sekali untuk meningkatkan tingkat kunjungan ke blog tersebut. Mendadak sekitar 3 hari terakhir, blog tersebut langsung jadi Top of Blog WordPress.  Kunjungan ke blog tersebut fantastis naik. Mengapa? Karena memang banyak sekali pembaca yang sedang mencari film tersebut. Mereka banyak sekali yang mengira blog tersebut memang menyediakan download gratis film KCB tersebut. Padahal? Dia hanya memposting sinopsis dan trailer film tersebut dari Youtube.

Nah, saya hanya ingin membahas hal ini. Memang, sangat efektif ketika kita ingin meningkatkan hits visitor ke blog kita dengan judul-judul yang sedikit ‘menipu’ tersebut. Setelah saya cek, tak sedikit para komentator di postingan tersebut yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Halah! TUTI loe alias Tukang Tipu…. parah!” begitu salah satu comment yang masuk. Baca lebih lanjut

Escape from Huang Shi: film menarik Cina yang menceritakan perjalanan dan perjuangan seorang jurnalis perang

Wah, setelah menonton film yang satu ini, semangat dan inspirasi jurnalistik saya kian membara saja. Hari Minggu lalu, untuk mengisi kelas UKM Jurnalistik saya, saya memutarkan film berjudul Escape from Huang Shi. Flim ini di Eropa judulnya the Children of Huang Shi. Entah kenapa kok beda-beda. Saya nggak tahu. Tapi biarlah, yang penting film ini memang luar biasa garapan, cerita dan skenarionya.

Film ini berdasarkan dari kisah nyata (inspired by a true story) seorang wartawan perang berkebangsaan Inggris lulusan Oxford University yang menyelamatkan anak-anak yang mengungsi di sebuah panti asuhan akibat penyerbuan tentara Jepang di Cina.

Ceritanya dimulai tahun 1937, ketika perang dunia ke-2 mulai berkecamuk. Pada tahun itu, Jepang mulai mengekspansi wilayah di Asia, tidak terkecuali Cina. Padahal, Cina sendiri sedang mengalami konflik dalam negeri yang diakibatkan oleh ulah kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Chiang Kai Sek dan penduduk lokal yang sangat kecanduan opium saat itu atau lebih dikenal dengan perang candu. Baca lebih lanjut

“kal ho naa ho”: bolywood film yang wajib ditonton para pecinta

“Sebuah pengingkaran pada hati nurani dan cinta kasih dari diri kita adalah sebuah sketsa dan perjalanan hidup yang paling pedih untuk ditapaki dan dihadapi. Kita sangat tahu diri bahwa dengan kondisi kita yang ada pada saat ini tidak memungkinkan untuk mengakui atau bahkan mengungkapkan sebuah cinta pada orang kita cintai. Kita tak tahu ada apa esok. Ada sesuatu di hati kita. Akan lebih indah mungkin, jika kita membawanya bersama kematian kita. Kita hanya bisa berharap, bahwa di kehidupan esok dia pasti milik kita.”

Itulah sebuah kesan dan Baca lebih lanjut

‘the hunter party’ dan ‘a mighty heart’: film yang patut ditonton oleh para calon dan pegiat media serta jurnalistik

Dalam liburan kali ini, saya menikmatinya dengan sakit. Daripada saya hanya tidur dan merasakan pusing, badan panas, dan tenggorokan susah nelan, saya memutuskan meminta seorang teman untuk mencarikan dan meminjamkan saya beberapa film ke rental CD/DVD terdekat. “Pokoknya, bilang ke penjaga rental, nyari film yang bercerita atau mengenai wartawan atau jurnalistik ya,” begitu pesan saya padanya.

Setelah pulang, teman saya meminjamkan 6 film DVD. “Yang berbau jurnalistik cuman ketemu 2, yang The Hunter Party sama A Mighty Heart“, teman saya menjelaskan. Tak perlu nunggu lama, saya pun langsung memutar 2 film tersebut. Yang saya tonton pertama adalah The Hunter Party.

The Hunter Party merupakan salah satu film yang Baca lebih lanjut